Lempar Handuk, Prioritas Marquez dan Honda Mempersiapkan Musim 2022

Repsol Honda seolah sudah lempar handuk dalam persaingan MotoGP 2021. Pembalap Marc Marquez mengungkapkan tim memilih start persiapan musim depan.

Lempar Handuk, Prioritas Marquez dan Honda Mempersiapkan Musim 2022

Rider Spanyol itu sudah siap kalau mengalami kejatuhan prestasi di pekan-pekan berikutnya, setelah merajai Sachsenring, dengan 11 kemenangan beruntun. Ia sadar sukses itu tidak menggambarkan kondisi riil skuad pabrikan sayap tunggal.

Kendati demikian, bukan berarti pria asal Cervera tersebut patah arang. Ia akan berusaha maksimal meski pada akhirnya tidak podium lagi.

“Itu adalah sebuah kemenangan penting di Jerman, saya akan melewati situasi terburuk dalam kariernya dan kemenangan tiba di momen krusial. Kami berada dalam situasi itu dan itu memberi kami motivasi ekstra bagi kami dan seluruh tim,” ujar Marquez dalam konferensi pers jelang MotoGP Belanda.

“Di sini, kami akan kembali pada situasi nyata, tapi sangat penting mencapai kemenangan Minggu lalu. Kami akan mencoba tampil lebih baik daripada Mugello dan Barcelona, tapi saya kira kami tidak bisa melakukan itu seperti Sachsenring.”

Marquez masih merasakan dampak dari patah humerus kanan. Kadang pembalap 28 tahun itu merasa nyeri pada bahu dan lengan kanan ketika memforsirnya dalam balapan. Perubahan cuaca dan kelembaban udara turut mempengaruhi performa lengan keesokan harinya. Dokter menegaskan tidak ada masalah karena itu masih tergolong normal.

Rasa sakit tidak terlalu terasa saat melaju di MotoGP Jerman. Trek yang lebih banyak tikungan kiri ditambah hujan membuat The Baby Alien meluncur mulus di urutan terdepan.

Menariknya, untuk pekan ini, Marquez tidak peduli dengan cuaca di Assen. Ia ingin memacu motornya dalam kondisi apa pun.

“Ketika pembalap lambat, dia berharap turun hujan dan jika itu terjadi pada Minggu, maka semua kemungkinan terbuka. Tapi sekarang, saya tidak peduli, itu tak mengubah hasil akhir kejuaraan bagi saya, baik hujan atau panas,” ia menuturkan.

“Saya ingin melihat apa saya bisa mengambil satu langkah maju dibandingkan diri saya di Mugello dan Barcelona, bukannya terhadap Sachsenring.

“Saya siap menderita, tapi jika saya mengejar tujuan, saya akan jatuh seperti di Mugello dan Barcelona. Di Jerman, saya berkendara dengan sangat baik. Saya kenal sirkuit itu sangat baik dan kebanyakan tikungan kiri.

“Jika Anda menderita sepanjang balapan, pada akhirnya, lebih mudah membuat kesalahan. Akhir pekan ini, kami akan mencoba maju, termotivasi berada di top 10, tidak lagi, datang dari kejatuhan di Italia dan Catalunya.”

Marquez diberi RC213V dengan setelan berbeda yang menyesuaikan gaya balapnya dan kondisi lengan belum 100 persen. Ternyata, kakak rider LCR, Alex, itu mampu mencatatkan prestasi mentereng.

Baca Juga:

Ia menginspirasi rekan setimnya, seperti Pol Espargaro, Alex Marquez serta Takaaki Nakagami, untun meniru set-up motor juara dunia level premier enam kali.

“Secara umum, kami mencoba menemukan arah, sebagai dasar dan dari sana, mulai bekerja. Dari Mugello, saya mulai naik motor dengan gaya sebelum cedera dan set-up mirip dengan 2019. Sekarang, pembalap Honda mencari basis sama, karena motor saya berbeda,” Marquez menerangkan.

“Jerman adalah satu hal dan sekarang akan berbeda di trek lain. Memang benar, Pol kesulitan memahami bagaimana mengendarai motor. Kami berada di momen sulit, kemenangan tidak membuat masalah menghilang. Saya kira kami di trek tepat, di sini kami akan mencoba beberapa hal baru untuk melihat kalau kami mengikuti jalan itu.”

Melihat prospek akhir musim kurang bersinar, Marquez dan Honda bergerak ke target lain. Manajer Alberto Puig mengaku kalau motor mereka banyak masalah. Karena itu, mereka mesti membuat motor jempolan agar dapat start maksimal sejak awal musim depan.

“Tahun lalu, saya tidak balapan dan Honda terus menguji bagian-bagian baru. Pembalap mengadopsi dan menempatkannya ke motor. Performa tidak buruk, Alex (Marquez) finis dengan dua podium dan selalu 10 besar, seperti Nakagami di paruk kedua musim.

“Ketika saya mulai memahami motor tahun ini, saya merasa ada yang janggal. Saya ingin menganalisis itu untuk melihat apa yang mereka lakukan pada pramusim karena hal-hal berubah.

“Saya ingin kembali ke sesuatu yang saya tahu, motor 2019 dan Jerez 2020. Sekarang saya berkompetisi menggunakan basis itu dan setiap akhir pekan kami menguji perangkat yang dipakai pembalap lain, lalu beradaptasi. Dari Le Mans, kami mengambil satu langkah, di Mugello satu langkah lagi dan Sachsenring itu terasa seperti motor saya.

“Sekarang, kami bekerja menyiapkan musim 2022, bukan untuk akhir pekan ini maupun sisa musim.”

Pemenang Marc Marquez, Repsol Honda Team

Pemenang Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Dorna

 

dibagikan
komentar
Hasil FP1 MotoGP Belanda: Yamaha Tercepat, Honda-Suzuki Mengancam

Artikel sebelumnya

Hasil FP1 MotoGP Belanda: Yamaha Tercepat, Honda-Suzuki Mengancam

Artikel berikutnya

Siapa Temani Gardner di Tech3 MotoGP 2022?

Siapa Temani Gardner di Tech3 MotoGP 2022?
Muat komentar