Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Reactions
MotoGP MotoGP Argentina

Puig Nilai Marquez Tak Perlu Ubah Gaya Usai Insiden di Mandalika

Manajer Repsol Honda, Alberto Puig, menilai Marc Marquez tak perlu mengubah gaya balap terlalu drastis usai mengalami kecelakaan brutal di MotoGP Indonesia.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Juara dunia MotoGP enam kali tersebut absen di MotoGP Argentina dan mungkin hingga putaran Eropa dimulai akibat menderita diplopia. Ini adalah gangguan pandangan kedua dalam tempo sekitar enam bulan.

Hal ini tentu saja membuat tim dan penggemarnya cemas. Hanya saja, Puig tidak mau atmosfer dalam Honda terimbas.

“Kami harus menglarifikasi situasi. Jika kita lihat lebih dekat, jatuhnya sangat brutal, tapi dia jatuh beberapa kali sebelumnya dan tidak ada yang terjadi kepadanya,” ucapnya kepada DAZN.

“Dia mengalami insiden tahun lalu, tapi tidak ada yang terjadi kepadanya sejak 2011. Kami tidak bisa berpikir, setiap kali Marc jatuh, dia akan punya masalah seperti ini. Crash di Mandalika sangat brutal, terutama yang terakhir, sangat mengerikan. Kami melaju, kami jatuh dan itu insiden sangat buruk.”

“Secara logis, kami cemas karena kami mulai dengan baik di Qatar. Kemudian, ini terjadi dan dia tidak bisa di sini. Namun, masih banyak lomba tersisa dan saya tidak boleh menempatkan diri dalam mode negatif dan berpikir kami tak bisa berhasil. Cemas iya, untuknya, tapi kami harus bergerak maju.”

Baca Juga:

Akibat cedera dan diplopia, banyak yang menyarankan agar The Baby Alien mengubah pendekatan terhadap balapan.

Marquez tidak bisa lagi menggeber motor terlalu agresif dan perlu meminimalisir risiko. Namun, pendapat tersebut mendapat tentangan dari Puig.

“Satu-satunya sasaran Honda dan Marc tampil di kejuaraan, segala sesuatu dalam balapan berubah cepat. Jika kami mengambil referensi, Indonesia sebuah bencana.

“Namun, Qatar dan tes berjalan baik. Motor baru, sejak awal, rider berpikir itu berfungsi baik, hanya situasinya kurang bagus. Tapi dengan 20 balapan di depan, Anda tidak bisa berpikir kami memulai sangat buruk atau negatif, mungkin kami memberi pendekatan berbeda pada balapan.

“Tapi jangan lupa, Marc adalah Marc. Semua yang dia menangi dilakukan dengan cara seperti ini, dan dia merebut delapan titel,” ia menegaskan.

Pria yang menggantikan Livio Suppo tersebut tidak yakin mengubah gaya balap atau strategi adalah jalan keluar terbaik saat ini.

“Sejujurnya, saya tidak tahu apakah kami harus mengubah pendekatan pada balapan, yang saya tahu adalah orang tidak berubah. Mungkin bahwa melaju seperti yang Marc lakukan sebelumnya berfungsi untuknya dan sekarang, kami harus menyesuaikan dengan itu,” katanya.

“Kami juga mengevaluasi fakta bahwa kami melakukan kesalahan, tapi jika itu telah berhasil, pertanyaan akan sangat berbeda.

“Saya tidak tahu jika fokus perlu diubah, tidak terlalu banyak untuknya, lebih pada kategori, bagaimana motor dan kesetaraan yang ada sekarang. Anda dapat melihat jenis strategi lain, tapi mengubah Marquez sepenuhnya, saya pikir itu bukan solusi.”

Alberto Puig, Repsol Honda Team Team Principal

Alberto Puig, Repsol Honda Team Team Principal

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Terkait dengan kelanjutan kiprah Marquez setelah cedera yang dialami, Puig yakin pembalap tersebut akan nekat bertarung ketika sudah bugar. Rider 29 tahun tersebut ingin kembali menghirup aroma kemenangan.

“Masa depan tidak pasti untuk semua orang dan tak ada yang tahu, tapi jelas bahwa Anda tidak punya masa depan kalau Anda melihat semua gelap. Bagusnya tentang pandangan, Anda lihat atau tidak melihat,” ia menjelaskan.

“Kalau Anda kembali setelah patah lengan, Anda come back dan punya cacat, tapi dengan penglihatan, ketika dia kembali, Marc akan melihat dengan baik. Karena itu, dia tidak punya handicap dan akan bertarung untuk menang sejak hari pertama.

“Saat Marc kembali, dia memasukkannya sebagai standar, dia pasti akan memperjuangkan kemenangan.

“Setelah apa yang dilaluinya, Marc belum melihat pembalap melakukan apa yang dilakukan. Saat seorang pembalap ketakutan, semua berakhir. Marc tidak pernah mengalami, baik dengan crash maupun cedera yang diderita.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Jack Miller Dapat Penalti, Starting Grid MotoGP Argentina Berubah
Artikel berikutnya Jorge Martin Raih Posisi Kedua berkat Setelan Musim Lalu

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia