Puig: Para Rival Sempat Lupakan Kekuatan Marquez

Manajer Tim Honda, Alberto Puig, mengatakan para rival sempat meremehkan kekuatan Marc Marquez setelah absen panjang akibat cedera patah tulang lengan kanan atas.

Puig: Para Rival Sempat Lupakan Kekuatan Marquez

Marquez melakoni balapan untuk pertama kalinya di Portugal pada April lalu, setelah absen selama sembilan bulan akibat cedera patah tulang lengan atas di Jerez pada 2020.

Sebelum meraih kemenangan di Sachsenring, Marquez bersusah payah untuk mengendarai RC213V dengan kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya.

Terlebih ia mengalami tiga kali kecelakaan beruntun di Le Mans, Mugello, dan Catalunya, sebelum kembali ke podium tertinggi di Jerman.

Kesuksesan Marc Marquez di Sachsenring membuat Alberto Puig mengklaim bahwa para rival mulai melupakan kekuatan peraih enam gelar MotoGP itu.

Performa Marquez yang tak menjanjikan sepanjang akhir pekan Grand Prix Jerman juga dianggap membuat rival tak memperhitungkan pembalap asal Spanyol itu.

“Saya pikir untuk sesaat orang-orang melupakan siapa Marc Marquez,” kata Puig kepada MotoGP.com.

“Saya tidak banyak membaca berita, saya tidak langsung berkaitan dengan itu, tapi berdasarkan apa yang saya dapatkan dari media ofisial kami, ada beberapa komentar aneh tentang kembali dan kemampuan Marc.

“Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar memahami level dari seorang pembalap yang sedang mereka bicarakan.”

Baca Juga:

Melihat Marc Marquez kembali meraih kemenangan, Alberto Puig mengatakan dirinya sangat terkesan. Menurutnya, hanya seorang pembalap dengan mental juara yang dapat melakukannya.

“Kembalinya Marc lebih sulit daripada yang dibayangkan akibat cedera dan apa yang terjadi. Tapi, apa yang dilakukannya saat ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa dia berkendara dengan dua tangan, tapi dengan satu setengah lengan.

“Jelas, kondisi fisiknya belum pulih 100 persen. Jadi, saya pikir hanya dia satu-satunya pembalap yang bisa melakukan itu.

“Saya tidak berbicara sebagai bos tim Honda, tapi sebagai seorang mantan pembalap. Saya pikir dia memiliki potensi jauh di atas pembalap yang lain.”

Sebelumnya, mentan pembalap MotoGP, Kevin Schwantz, juga memuji kesuksesan Marc Marquez di Sachsenring. Menurutnya, pembalap 28 tahun itu sudah kembali ke bentuk terbaiknya.

Rekan setim Marquez, Pol Espargaro, juga sangat terinspirasi oleh kemenangan itu, dan membuatnya ingin tampil jauh lebih baik di atas RC213V pada sisa balapan musim ini.

Marc Marquez, Repsol Honda Team pimpin lomba

Marc Marquez, Repsol Honda Team pimpin lomba

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Pol Espargaro Sebut Teknologi Tinggi Buat Pembalap Sulit Berimprovisasi

Artikel sebelumnya

Pol Espargaro Sebut Teknologi Tinggi Buat Pembalap Sulit Berimprovisasi

Artikel berikutnya

Duo Yamaha Satu Suara soal Kelemahan M1

Duo Yamaha Satu Suara soal Kelemahan M1
Muat komentar