Quartararo Jadi Referensi Zarco soal Kenyamanan

Johann Zarco merasa masih perlu meningkatkan kepercayaan dirinya di atas motor Ducati. Ia menjadikan pemuncak klasemen MotoGP, Fabio Quartararo, contoh sempurna.

Quartararo Jadi Referensi Zarco soal Kenyamanan

Zarco kembali menemukan bentuk terbaiknya sejak bergabung bersama Pramac Racing-Ducati pada 2020, usai terpuruk bersama KTM di tahun sebelumnya.

Tahun ini, pria asal Prancis itu menunjukkan performa mengesankan, dengan konsisten memperjuangkan podium di setiap balapan.

Sayang, kemenangan belum juga didapatkan pria 30 tahun itu. Menurutnya, itu karena dirinya belum mencapai tingkat kepercayaan diri tinggi di atas Desmosedici GP.

Johann Zarco melihat Quartararo sebagai sosok sempurna untuk dijadikan referensi. Pasalnya, rekan senegaranya itu terlihat nyaman menggeber YZR-M1, di saat pembalap Yamaha lainnya kesulitan di atas motor mereka.

“Selama kami terus berada di jalur yang tepat, maka kemenangan akan segera datang,” kata Zarco kepada MotoGP.com.

“Saya selalu merasa ada banyak hal yang saya butuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri agar menjadi lebih cepat, dan secepat Fabio. Sesegera mungkin saya mendapatkan itu, maka semakin kuat saya di kejuaraan.

“Saya sangat senang dengan kinerja di paruh pertama musim ini. Saya mempelajari banyak hal dan sekarang saya siap untuk menerapkan semua yang saya pelajari untuk tampil lebih kuat di paruh kedua.”

Baca Juga:

Johann Zarco meyakini Desmosedici GP dapat diandalkan untuk memperjuangkan kemenangan di setiap balapan.

Tetapi, untuk melakukan itu ia menyadari masih ada banyak hal yang peril ditingkatkan pada diri sendiri.

“Fabio sangat kuat sejak awal musim ini. Dia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa pada motor dan mampu mengeluarkan potensinya,” ujarnya.

“Anda lihat dia tidak memiliki keraguan dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Ini yang belum saya miliki, tapi itu datang secara perlahan. Selama saya terus mendorong dan bekerja keras, saya mengatakan kepada diri sendiri, perlahan itu akan terbuka dengan sendirinya.

“Saya membutuhkan itu untuk bisa lebih cepat. Memiliki tingkat kepercayaan diri seperti Fabio di motor yang kami miliki, bisa membuat saya tampil jauh lebih baik di sepanjang akhir pekan. Ini bukan hanya tentang motor yang digunakan, tingginya level kepercayaan diri membuatnya mampu melakukan hal hebat.”

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing

Johann Zarco, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Perasaan kurang nyaman saat duduk di atas motor dirasakan oleh Johann Zarco ketika membela KTM. Saat itu, ia kesulitan menaklukkan RC16, setelah menunjukkan performa mengesankan bersama Yamaha di tim Tech3.

“Momen terburuk adalah bersama KTM. Saya sudah memberikan segalanya tapi hanya bisa finis di posisi 19,18 atau 16. Itu membuat saya menyerah dan mengatakan, ‘Jangan bayar saya untuk melakukan ini’,” ucapnya.

“Di Assen, Yamaha sangat kuat. Tapi saya tak pernah secepat Fabio selama empat tahun bersama Yamaha. Dia memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi.

“Saya senang bergabung dengan Ducati. Saya beruntung motor ini membuat kepercayaan diri saya terus meningkat. Saya benar-benar merasa bisa memperebutkan posisi pertama dengan Fabio di semua sesi. Tujuan saya adalah selalu tampil kuat.”

Johann Zarco, Pramac Racing

Johann Zarco, Pramac Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Tes untuk Aprilia Lagi, Posisi Dovizioso Jadi Pertanyaan

Artikel sebelumnya

Tes untuk Aprilia Lagi, Posisi Dovizioso Jadi Pertanyaan

Artikel berikutnya

Bos Ducati Sebut Top Speed Tidak Bahayakan Pembalap

Bos Ducati Sebut Top Speed Tidak Bahayakan Pembalap
Muat komentar