Fabio Quartararo Akan ke Misano Seolah Tidak Ada yang Dipertaruhkan

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, finis kedua di GP Amerika dan secara matematis, akan berpeluang mengukuhkan diri sebagai juara dunia MotoGP pada balapan berikutnya di Misano.

Fabio Quartararo Akan ke Misano Seolah Tidak Ada yang Dipertaruhkan

Gelar MotoGP 2021 sudah di ada depan mata Quartararo. Setelah mengamankan P2 di Circuit of the Americas (COTA) –di mana rider Respol Honda Marc Marquez memenangi balapan–, ia berhasil memperlebar keunggulan jadi 52 poin dari rival terdekatnya, Francesco Bagnaia, yang finis P3.

Kendati Pecco, sapaan Bagnaia, secara peluang masih bisa bersaing untuk merebut titel, namun dengan MotoGP musim ini menyisakan tiga race, itu akan sangat sulit bagi pembalap Ducati tersebut. Pasalnya, kini hanya tersedia 75 poin maksimal yang bisa diraih.

El Diablo, julukan Quartararo, mendapat kesempatan pertamanya untuk menyandang status juara dunia MotoGP pada balapan berikutnya, GP Emilia Romagna, di Sirkuit Misano, dalam tiga pekan ke depan, tepatnya pada 24 Oktober mendatang.

Pembalap Prancis tersebut akan meraih gelar jika sukses memenangkan balapan atau minimal tak kalah lebih dari dua poin dengan Bagnaia. Melihat klasemen saat ini, otomatis memang hanya dua pembalap tersebut yang memiliki peluang juara.

Baca Juga:

Dalam usia yang baru 22 tahun, Quartararo mengungkapkan bahwa tidak ingin menekan dirinya sendiri saat ia bersiap untuk memenuhi impiannya menjadi juara dunia MotoGP dan menegaskan akan datang ke Misano dengan mindset seolah-olah tidak ada yang dipertaruhkan.

"Kami tak akan memberikan tekanan pada diri sendiri. Bagi saya tak ada yang dipertaruhkan di Misano. Jika kami bisa menang di sana, itu lebih baik. Pecco memenangi (balapan) yang terakhir di sana dan kami berharap mampu mendapat hasil yang bagus," kata pemilik nomor motor #20 setelah race GP Amerika.

Fabio Quartararo mengamankan P2 yang baginya sangat berharga di COTA, meskipun kelahiran Nice itu tidak bisa benar-benar mampu melawan Marc Marquez sama sekali sepanjang balapan.

"Pada akhirnya, kami tahu Marc melaju sangat cepat di sini. Di lap-lap pertama, dia menghemat banyak ban. Dia menjauh ketika Jorge [Martin] mendekati saya. Dia melaju lebih cepat dan makin cepat, saya tidak bisa lagi mengikutinya,” kata El Diablo.

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Marc Marquez, Repsol Honda Team, Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Saya mencoba segalanya untuk tetap dekat dengan Marc, saya memberikan semuanya dan saya pikir saya melakukan pekerjaan dengan baik. Pada akhirnya ini adalah podium terbaik saya. Tempat kedua ini bahkan lebih memuaskan daripada sebuah kemenangan."

Quartararo sudah berada sangat dekat untuk mengembalikan gelar MotoGP ke Yamaha, enam tahun setelah yang terakhir diraih oleh Jorge Lorenzo, dan di musim pertamanya di tim resmi setelah menggantikan juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi.

"Ini adalah momen spesial bagi saya. Di awal tahun, ketika saya datang ke tim, saya mendapat banyak tekanan dari media untuk menggantikan Vale. Mampu mencapai hasil ini benar-benar luar biasa. Di masa depan kita akan melihat apa yang terjadi,” ucapnya.

“Tahun ini kami telah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi kami harus mengambil langkah yang sangat penting. Kami dalam kondisi yang baik saat ini, tetapi kami benar-benar kekurangan tenaga mesin," El Diablo menambahkan.

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Jack Miller Murka Hadapi Perilaku Joan Mir di MotoGP Amerika

Artikel sebelumnya

Jack Miller Murka Hadapi Perilaku Joan Mir di MotoGP Amerika

Artikel berikutnya

Valentino Rossi Apresiasi Race Direction Hukum Deniz Oncu

Valentino Rossi Apresiasi Race Direction Hukum Deniz Oncu
Muat komentar