Rabat mengaku banyak belajar di MotoGP

Tito Rabat akhirnya telah menyelesaikan debut semusim penuh sebagai rookie di kelas MotoGP. Pembalap Spanyol itu tak memungkiri kesulitan selama beradaptasi dengan Honda RC213V.

Rabat menjadi satu-satunya rookie pada musim 2016. Prestasi terbaiknya adalah finis ke-10 saat balapan di Brno. Ia juga tercatat dua kali tidak finis (Le Mans dan Aragon), serta satu kali absen (Mugello) karena cedera patah tulang selangka.

Dua hari usai MotoGP Valencia, Rabat menjalani tes akhir musim untuk menguji coba sasis baru. Ia juga mendapat bimbingan dari rekan sesama pembalap, Julian Simon.

Lalu, seperti apa kesan Rabat selama melakoni debut di MotoGP? Berikut petikan wawancara yang dirilis oleh Tito Rabat Media:

Apa penilaian secara keseluruhan dari musim rookie Anda di MotoGP?

“Sangat berat, tapi saya telah banyak belajar bagaimana kerja motor MotoGP, bagaimana untuk memahami feeling pada motor dan juga bagaimana keseluruhan tim bekerja. Kami harus berpikir positif, dan hal paling positif adalah saya memiliki peluang lagi tahun depan. Saya telah memiliki dasar yang baik dari musim ini.”

Bagaimana Anda berubah dari pertama kali mengendarai motor MotoGP sampai tes di Valencia?

“Saya telah berubah dalam segala hal. Cara saya mengendarai motor, berpikir, berlatih, posisi di atas motor, apa yang saya fokuskan ketika mengendarai motor, dan lain-lain. Banyak hal. Pelajaran paling penting yang telah saya pelajari adalah untuk memiliki kesabaran. Saya tahu di mana tempat saya, dan harus menghabiskan berjam-jam di atas motor, serta berpartisipasi di banyak balapan untuk menuju arah yang kami inginkan.”

Apakah mental Anda juga berkembang?

“Ya, sangat berbeda dari awal musim. Saya telah sangat matang, baik sebagai pembalap dan dalam kehidupan. Pada awal tahun, segalanya berjalan sangat cepat di atas motor, dan itu sangat sulit. Sekarang segalanya mulai berjalan lambat lagi. Saya punya banyak waktu untuk berpikir di atas motor dan membuat keputusan lebih baik.”

Apa momen terbaik dari musim ini? Dan apa momen terburuk?

“Tentu saja, pertama kalinya saya naik motor MotoGP. Itu perasaan yang luar biasa. Saya juga akan mengingat balapan di Misano. Meski saya kecelakaan di sana, itu balapan terbaik bagi saya. Itu adalah hari di mana saya merasa terbaik karena memiliki kecepatan. Di sisi lain, Mugello adalah momen terburuk, karena saya kecelakaan dan mengalami patah tulang selangka.”

Apa penilaian Anda dari dua hari tes di Valencia?

“Pada hari pertama, kami menguji coba ban baru, dan kami sangat puas dengan hasilnya. Pada hari kedua, kami fokus untuk mendapatkan tenaga dan kami mampu menekan tanpa memotong gas, mencegah motor dari terangkat.

“Saya sangat kelelahan pada sore hari, tapi masih mampu mencetak catatan waktu dan kecepatan yang baik. Tentu saya tidak akan senang dengan posisi ke-18, tapi feeling sangat positif dan yang terpenting tidak mengalami kecelakaan. Saya tidak sabar untuk bekerja musim depan, karena saya telah mengakhiri tahun ini dengan feeling sangat baik.”

Apa hal baik yang Anda petik dari tes pramusim pertama?

“Saya sangat senang untuk tiga alasan. Pertama, dan yang paling penting, karena sasis baru. Membuat feeling saya baik dengan bagian depan, dan memberikan kami banyak ruang untuk bermain dengan setup Honda, jika saya kehilangan grip. Ini memberikan saya banyak harapan untuk tahun depan.

“Kedua, saya sangat senang dengan para kru tim. Saya merasakan atmosfer yang baik dan kami saling memahami satu sama lain. Sebagai tambahan, kerja sama dengan Julian (Simon) yang menjadi dorongan moral bagi saya.”

Apakah Anda berpikir Julian Simon bisa membantu sepanjang musim?

“Berlatih dengan seseorang yang Anda kenal adalah sesuatu hal positif, karena itu mendorong Anda untuk tampil 100 persen. Pada prinsipnya, ia akan datang ke Almeria selama dua atau tiga hari dalam seminggu untuk berlatih motor dengan saya.

“Ini hal baik, karena kami sebagai pembalap memiliki masalah tertentu. Kami butuh seseorang yang memahami ketika berbicara tentang chattering dan hal seperti itu. Inilah yang dipahami Julian. Ketika kami bekerja dengan tim, dia bisa ke trek dan mengatakan mana racing line yang harus saya lewati, apa yang salah dan benar. Singkatnya, titik apa yang bisa saya tingkatkan. Dan saya juga bisa katakan dia orang yang sangat baik, serta selalu menyenangkan untuk menghabiskan waktu dengan dia.”

Bagaimana rencana Anda pada musim dingin ini?

“Saya menjalani operasi satu minggu lalu untuk memindahkan plat dan skrup dari tulang telangka dan pergelangan tangan. Sekarang waktunya untuk beristirahat untuk mendapatkan kembali kekuatan dan lalu mulai berlatih, serta mempersiapkan tahun depan.”

Apakah Anda membuat suatu perubahan dalam persiapan?

“Hal pertama adalah berlatih pada motor dengan banyak orang, dan saya pikir itu bisa banyak berkontribusi. Mungkin saya mengurangi latihan gym dan lebih banyak peregangan, serta latihan kardio – yang tidak begitu banyak beban. Saya juga akan lebih banyak berlatih motor, juga tentunya tak lupa untuk beristirahat dan memulihkan fisik.”

Apa target musim depan?

“Akan menjadi hebat untuk masuk 10 besar, memiliki balapan yang baik, tampil kompetitif dan terus berkembang.”

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Tito Rabat
Tim Marc VDS Racing
Tipe artikel Interview