Rahasia Kecepatan dan Kestabilan Aprilia RS-GP 2021

Aleix Espargaro sangat mengejutkan di atas Aprilia RS-GP 2021 pada tes resmi MotoGP 2021, akhir pekan lalu. Beberapa ubahan diyakini membuat RS-GP 2021 bisa menggila.

Rahasia Kecepatan dan Kestabilan Aprilia RS-GP 2021

Aprilia menjadi pabrikan dengan performa paling mengejutkan sepanjang tes pramusim pertama MotoGP 2021 di Sirkuit Losail, Qatar. Aleix Espargaro mampu tercepat pada hari pertama, Sabtu (6/3/2021).

Pada hari kedua, Minggu (7/3/2021), pembalap Aprilia Racing Team Gresini tersebut mampu dominan dan stabil mencatat waktu tercepat. Namun, di akhir sesi, Aleix Espargaro harus puas finis P3 di bawah Fabio Quartararo (Yamaha) dan Jack Miler (Ducati).

Pabrikan asal Noale, Italia, tersebut dinilai berhasil melakukan lompatan besar pada Aprilia RS-GP 2021 dibanding motor tahun lalu. Performa saat tes paling tidak menunjukkan itu.

Lantas, apa saja yang ubahan teknis yang dilakukan para teknisi Aprilia sehingga RS-GP versi 2021 mampu begitu cepat dan stabil di Qatar?

Forografer Motorsport.com berhasil mengambil sejumlah gambar di paddock Aprilia yang memperlihatkan ubahan radikal di bagian bawah fairing yang didesain ulang mengacu hasil tes aerodinamika terakhir.

Aprilia RS-GP 2021 milik Aprilia Racing Team Gresini tanpa penutup bawah fairing saat tes di Losail, Qatar.

Aprilia RS-GP 2021 milik Aprilia Racing Team Gresini tanpa penutup bawah fairing saat tes di Losail, Qatar.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Hal paling mencolok di bagian bawah RS-GP 2021 adalah knalpot. Dua saluran buang dari mesin dibuat menyatu di bagian ujung seperti mesin inline-four milik Suzuki dan Yamaha.

Akrapovic selaku pemasok knalpot Aprilia diminta membuat desain mirip irisan daging asap pada lubang pembuangan. Model ini tidak lepas dari riset Aprilia di fasilitas terowongan angin (wind tunnel) milik Toyota di Cologne, Jerman.

Detail knalpot Aprilia RS-GP 2021 dengan model irisan daging asap pada lubang gas buang.

Detail knalpot Aprilia RS-GP 2021 dengan model irisan daging asap pada lubang gas buang.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di depan knalpot terlihat pendingin oli (oil cooler). Bagian bawah fairing menutupi komponen terakhir dari paket untuk mendinginkan sistem pelumasan. Bagian mulut oil cooler ini memiliki semacam kantung untuk mengalirkan cairan ke sejumlah area.

Radiator Aprilia RS-GP 2021 terlihat sangat besar saat tes resmi MotoGP di Qatar, akhir pekan lalu.

Radiator Aprilia RS-GP 2021 terlihat sangat besar saat tes resmi MotoGP di Qatar, akhir pekan lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di bagian depan-bawah bisa dilihat bagaimana para teknisi Aprilia menyiasati sistem pendinginan lewat dua radiator besar. Bagian atas untuk ekstraksi (pengeluaran) udara dari radiator air dan beberapa fungsi lain sedangkan yang bawah untuk pendinginan oli.

Di antara knalpot dan deflektor ban belakang terlihat batang pengikat (rocker-arm) yang setelannya dapat disesuaikan. Suspensi pull-rod, yang terhubung dari lengan ayun (swingarm) dan rocker-arm, inilah yang mengatur kerja per tunggal (monoshock) dari Ohlins.

Swingarm dari karbon dan rocker-arm berbahan aluminium ini membuat Aprilia RS-GP 2021 jauh lebih stabil meskipun bobot total motor berkurang signifikan.

Swingarm dari karbon dan rocker-arm berbahan aluminium ini membuat Aprilia RS-GP 2021 jauh lebih stabil meskipun bobot total motor berkurang signifikan.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Foto di atas menunjukkan segitiga rocker-arm dibuat dari pelat berbahan aluminium yang tidak hanya mampu mengurangi berat tetapi juga sesuai dengan kekuatan yang diinginkan Aprilia.

Di area ini juga ada area untuk penempatan holeshot – komponen untuk menekan suspensi agar motor lebih rendah – yang dipakai Aprilia sejak beberapa lomba akhir MotoGP 2020 lalu. Dalam foto di atas holeshot belum terpasang.

Desain deflektor ban belakang Aprilia RS-GP 2021 juga diubah total untuk meningkatkan gaya tekan (downforce) di area tersebut.

Baca Juga:

Kecepatan puncak (top speed) Aprilia RS-GP 2021 geberan Aleix Espargaro di trek lurus Sirkuit Losail memang masih 10-15 km/jam di bawah Ducati Desmosedici GP21 andalan Jack Miller yang mampu menembus 350,6 km/jam.

Namun, masalah Aprilia bukan pada aerodinamika melainkan mesin 4-tak 1.000 cc V4 90°. Meskipun telah mengalami peningkatan pesat, performa mesin Aprilia belum mampu menandingi dapur pacu Ducati Desmosedici GP21, utamanya di putaran (rpm) atas/tinggi.  

 

dibagikan
komentar
Petrucci: Mimpi Saya Bertarung di Reli Dakar

Artikel sebelumnya

Petrucci: Mimpi Saya Bertarung di Reli Dakar

Artikel berikutnya

Tugas Besar Jadikan Nakagami Makin Matang

Tugas Besar Jadikan Nakagami Makin Matang
Muat komentar