Randy Mamola: Apakah winglet MotoGP terlalu berbahaya?

dibagikan
komentar
 Randy Mamola: Apakah winglet MotoGP terlalu berbahaya?
Randy Mamola
Oleh: Randy Mamola
13 Apr 2016 07.01

Winglet telah menjadi topik panas di paddock MotoGP, setelah terus meningkat dalam ukuran dan kuantitas balapan demi balapan. Randy Mamola mengatakan ini waktunya untuk analisis mendalam akan bahaya winglet.

Dani Pedrosa, Repsol Honda Team
Dani Pedrosa, Repsol Honda Team
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team

Perdebatan tentang winglet di MotoGP telah menyebabkan musim ini memanas setiap kali balapan. Di Austin, Dani Pedrosa menjadi pembalap terbaru yang memperingatkan akan konsekuensi dari insiden winglet.

Saya mengira Dani takut ketika ia membayangkan apa yang dapat terjadi jika, insiden kecelakaannya dengan Dovizioso, winglet di motor Ducati mengenai tubuhnya.

Lewat kata-katanya sendiri, Dani meminta untuk melarang winglet dengan menunjuk beberapa tim – terutama Ducati dan Yamaha – yang memakai dalam ukuran lebih besar pada motor mereka.

Solusi untuk masalah bahaya winglet, bagaimanapun, adalah kompleks.

Sebagai permulaan, Anda harus ingat bahwa regulasi teknis di MotoGP memungkinkan jenis perangkat, meskipun dalam kategori rendah itu akan segera dilarang.

Jika diperbolehkan dalam kelas atas, itu karena pabrikan memiliki suara besar dalam kejuaraan ini. Dan melarang winglet atau tidak adalah sesuatu yang harus disuarakan di MSMA (Asosiasi Pabrikan Motor).

Dan di sini kita akan menemukan rintangan kedua: sangat tidak mungkin bahwa akan ada kebulatan suara, karena ada pabrikan yang memakai winglet dan ada yang tidak. Semua pihak harus membahas masalah ini dalam Komisi Keselamatan dan mencoba untuk mencapai kesepakatan.

Dovizioso mungkin pembalap yang lebih dekat dengan bahaya besar winget. Di Austin, dia kecelakaan dengan Pedrosa. Dan di Argentina, Iannone menabraknya pada lap terakhir.

Tapi dalam kasus kedua ini, kita harus ingat: bahwa aksi yang dilakukan Iannone berbahaya, dan tidak ada hubungannya dengan profil motor.

Dan juga, Dovi tidak mengatakan apapun tentang winglet, baik saat di Termas de Rio Hondo dan Austin.

Sangatlah normal bahwa Ducati ingin mempertahankan winglet, karena Desmosedici telah didesain dengan keuntungan yang dibawa winglet. Dan hal ini telah dicapai dalam tes berjam-jam di terowongan angin.

Pengalaman saya dengan Ducati two-seater hanya beberapa lap di Argentina, trek yang saya tidak begitu tahu. Dan tentang dampak winglet, saya harus menunggu melaju di trek seperti Mugello.

Dalam hal apapun, setelah beberapa lap, saya sudah bisa melihat keuntungan besar yang mereka berikan, terutama dengan motor paling bertenaga, yang cenderung membuat bagian depan terangkat dalam berakselerasi ketika keluar dari tikungan.

Ketika saya membonceng seorang penumpang, bagian terbesar dari berat badan adalah di bagian belakang, sesuatu yang sangat mudah untuk membuat ban depan terangkat.

MotoGP harus memperhatikan pentingnya sistem ­anti-wheelie. Dan fakta jika unit kontrol tidak memotong gas dan Anda dapat mentransfer semua tenaga untuk berpijak di trek tanpa ban depan terangkat, maka kita akan mendapatkan di bawah akselerasi, meskipun kita mungkin akan kehilangan beberapa kecepatan tertinggi.

Dan bahwa, hari ini, dapat membuat perbedaan besar tergantung pada sirkuit.

Saya tidak mengatakan winglet tidak berbahaya, kita hanya belum tahu bagaimana berbahayanya perangkat itu. Tapi saya pikir opsi terbaik adalah membuka periode analisis untuk menilai apakah perangkat jenis ini lebih berbahaya dari, sebagai contoh, pedal pijakan kaki yang selalu ada di motor.

Dan yang saya maksud adalah analisis menyeluruh, dengan data yang membuktikan bahwa jika winglet mengenai kaki atau lengan akan membuat pembalap terluka (seperti yang terjadi dengan Marquez di tikungan pertama di Argentina), dan apa pun yang ada di bawahnya.

Artikel MotoGP berikutnya
MotoGP Austin: Marquez mendominasi lagi, Rossi terjatuh

Artikel sebelumnya

MotoGP Austin: Marquez mendominasi lagi, Rossi terjatuh

Next article

Lorenzo tinggalkan Yamaha demi Ducati pada 2017

Lorenzo tinggalkan Yamaha demi Ducati pada 2017
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan MotoGP
Penulis Randy Mamola
Tipe artikel Komentar