Randy Mamola: Mengapa banyak pembalap MotoGP terjatuh pada 2016?

dibagikan
komentar
Randy Mamola: Mengapa banyak pembalap MotoGP terjatuh pada 2016?
Randy Mamola
Oleh: Randy Mamola
30 Jun 2016 07.14

Setelah akhir pekan MotoGP yang diwarnai rekor pembalap terjatuh, kolumnis Motorsport.com, Randy Mamola, merefleksikan beberapa penyebab dari tingginya jumlah pembalap terjatuh pada tahun ini.

Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Jorge Lorenzo, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Terjatuh adalah bagian dari kehidupan para pembalap, karena mereka perlu untuk belajar bagaimana menghadapinya dan mencoba untuk membuat konsekuensi yang berdampak pada mental sedikit mungkin.

Satu hal yang paling mempengaruhimu adalah penyebab terjatuh tidak pernah ditemukan, tapi setiap pembalap mencoba untuk mengatasinya sebaik mungkin. Dalam kasus saya, kecelakaan jarang mempengaruhi balapan, terlepas fakta saya terjatuh beberapa kali.

Tahun ini kami melihat banyak kecelakaan lebih dari biasanya, di Assen, kami melihat yang belum pernah terjadi sebelumnya: semua pembalap di MotoGP terjatuh setidaknya satu kali sepanjang akhir pekan.

Mereka terjatuh dalam kondisi berbeda tapi semuanya punya kesamaan penyebab: ban.

Wilayah yang belum dipetakan

Dengan Michelin, kami sedang melihat skenario baru yang memaksa semua pembalap untuk beradaptasi. Beberapa, seperti Marc Marquez, melakukan dengan hebat. Lainnya, seperti Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, mengalami masa lebih sulit.

Di Belanda, mayoritas masalah muncul karena perbedaan grip [daya cengkeram] antara ban belakang dan kompon ban depan jika dibandingkan ban sebelumnya [Bridgestone]. Ban belakang yang lebih mencengkeram memberi tekanan kepada ban depan, yang dalam banyak kasus tidak dapat bertahan. 

Kami juga tidak boleh lupa bahwa Michelin baru saja kembali ke kejuaraan dan masih mempelajari banyak hal.

Jika ditambahkan fakta bahwa tidak ada yang melakukan uji coba ban basah saat tes pramusim, karena mereka tidak ingin mengambil risiko atau mengalami cedera jelang bergulirnya musim, itu normal bahwa pengembangan dari ban basah masih jauh. Ini adalah satu lagi masalah yang diciptakan dari kurangnya uji coba ban.

Kami berada di tahun bertahan hidup, dan itulah kenapa saya terkejut bahwa Rossi yang paling gagal. Kamu mungkin berpikir, mengingat pengalamannya, ia akan menjadi pembalap yang membaca dan menginterpretasikan lebih baik kapan untuk menekan dan tidak melakukannya.

Pada hari Minggu, ia terjatuh saat sedang memimpin balapan setelah melihat bagaimana Yonny Hernandez dan Andrea Dovizioso terjatuh. Itulah kenapa ia begitu sulit ketika menjelaskan sebuah kesalahan yang jarang dilakukan oleh seorang pembalap bagus seperti ia.

Lorenzo tersandung

Dalam kasus Lorenzo, akan tetapi, saya berpikir akhir pekannya yang buruk karena terbentur langsung dari pengalaman masa lalu ia di Assen.

Jorge terjatuh di sini tiga tahun lalu, juga di trek basah, dan melukai dirinya sendiri. Mungkin ia tidak melihat secara jelas, tapi saya yakin bahwa itu masih di alam sadarnya dan menjadi bukti situasi sulit seperti balapan hari Minggu lalu.

Tidak normal untuk melihat ia begitu kaku di atas motor, tidak mengalir atau melakukan pergerakan atau sliding saat balapan di Cathedral.

Jika ia kencang pada hari Jumat, ia mungkin tidak terlalu terbebani ketika tiba di trek. Tapi bukan itu masalahnya: ia tidak cukup kencang untuk berada di barisan depan saat dua sesi latihan bebas pertama, dan ia terjatuh pada hari Sabtu ketika sedang mengendarai motor cukup kencang.

Saya percaya bahwa dalam kasus Jorge, keberanian ia menjadi hambatan terbesar dalam situasi yang sulit. Gaya balapnya yang unik, yang membuat ia lebih kencang dari pembalap lain di tikungan, telah menolongnya meraih banyak kesuksesan.

Tapi pada saat yang sama, dan ia sendiri mengakui, sulit untuk mengatasi dengan rencana alternatif ketika hal berjalan tidak semestinya.

Artikel MotoGP berikutnya
Aleix Espargaro jadi pembalap kedua Aprilia pada 2017

Artikel sebelumnya

Aleix Espargaro jadi pembalap kedua Aprilia pada 2017

Next article

Johann Zarco resmi hijrah ke Yamaha Tech 3

 Johann Zarco resmi hijrah ke Yamaha Tech 3
Muat komentar