Razgatlioglu: Tak Mudah Ubah Gaya Berkendara, tapi Harus Dilakukan
Toprak Razgatlioglu terus berusaha beradaptasi dengan MotoGP, dan pada Selasa (3/2/2026), ia menarik perhatian dengan menggunakan fairing belakang tanpa aerodinamika. Pembalap Turki itu finis di posisi ke-20 pada Hari Pertama tes pramusim di Sepang.
Toprak Razgatlioglu terus menambah jarak tempuh di sirkuit Sepang. Setelah mengikuti Shakedown yang menandai dimulainya musim dingin MotoGP sebagai rookie, juara World Superbike tiga kali ini menjalani hari keempat uji coba di Malaysia pada Selasa , yang merupakan hari pertama tes kolektif bersama seluruh grid.
Kali ini, pembalap Turki itu dikalahkan oleh rookie MotoGP 2026 lainnya, Diogo Moreira. Juara Moto2 asal Brasil tersebut, dengan kecelakaan pertamanya di kelas utama, finis di posisi ke-19 dengan waktu 1:58,682, Razgatlioglu berada tepat di belakangnya, di urutan ke-20 dengan waktu 1:58,887. Talenta muda asal Antalya ini terus berusaha menyempurnakan Yamaha M1 dengan mesin V4 miliknya. Bahkan, ia menarik perhatian dengan memasang jok belakang yang terhubung ke kursi tanpa aerodinamika.
Murid Kenan Sofuoglu menjelaskan bagaimana proses adaptasinya dengan motor yang sangat berbeda dari yang dia kendarai selama ini di WSBK. "Motor ini sedikit berbeda karena tingginya," kata Toprak, yang memiliki tinggi 1,85 meter," ujarnya.
"Pada akhirnya, saya menggunakan jok yang lebih tinggi, yang lama, dengan aerodinamika. Saya merasa lebih baik, karena motor ini lebih mudah direm, bagian belakangnya lebih mudah dikendalikan, dan saya juga merasa sedikit lebih baik di beberapa tikungan dengan akselerator.
"Tapi mungkin besok pagi, saya akan langsung menggunakan jok lama, karena sekarang, sayap sangat penting. Saya tidak yakin dengan setang, saya sangat senang dengan yang baru. Namun di beberapa tikungan, saya tidak mudah untuk membungkuk karena terlalu tinggi. Tapi kita lihat saja, karena saat ini, tidak terlalu buruk. Jika saya akan menurunkan setang, ini agak sulit untuk disesuaikan tetapi kita lihat saja besok," lanjutnya.
Toprak Razgatlioglu, Pramac Racing
Foto oleh: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images
Jadi, pembalap #07 memiliki motor dengan setang tinggi, dan mesinnya sendiri sudah tinggi. Ketika ditanya apakah ada banyak perbedaan dengan rekan-rekan Yamaha lainnya, ia mengutarakan, "Ya, tetapi mereka menggunakannya dengan gaya lama (setang), seperti motor tahun lalu, mereka menggunakannya seperti itu. Saya menggunakannya dengan cara yang sedikit berbeda, karena bagi saya memiliki jok yang lebih rendah sangat penting. Namun, bagaimanapun, saya hanya sedang mencoba."
Mengenai apa yang telah ia pelajari dalam pengereman, Razgatlioglu kembali menekankan harus mengubah gaya mengemudi. "Saya hanya belajar sedikit, terutama di beberapa tikungan, dan saya masih belum bisa mempertahankan kecepatan di tikungan, tetapi saya mencoba mengubah gaya mengemudi saya. Tidak mudah melakukannya, tetapi saya membutuhkannya, karena di beberapa tikungan harus mengendarai dengan gaya Moto2. Saat ini, tidak mudah bagi saya, sangat sulit," tutupnya.
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments