Retro: Tiga duel sengit di tikungan terakhir Jerez

Pada 12 Mei 1996 silam, fans disuguhkan duel sengit Mick Doohan dan Alex Criville di Tikungan 13 Sirkuit Jerez, Spanyol. Memori itupun mengingatkan akan pertarungan serupa di MotoGP 2005 dan 2013.

Retro: Tiga duel sengit di tikungan terakhir Jerez

Tikungan 13, atau juga dikenal dengan nama tikungan Jorge Lorenzo, kerap menyajikan sejumlah duel yang berujung pada hasil akhir balapan dramatis.

Kilas balik sejenak. Pertarungan memperebutkan podium pertama di tikungan terakhir Jerez ini, boleh dibilang berawal di Grand Prix 125cc pada 1996. Ketika itu, pembalap Jepang dan dua kali juara 125cc, Haruchika Aoki berhasil menyalip Emilio Alzamora di Tikungan 13.

“Pada 1996, saat bertarung melawan Alzamora, saya tidak bisa menghentikan motor dengan tepat dan saya menyenggolnya. Saya merasa bersalah kepadanya,” ucap Aoki dalam wawancara kepada MotoGP.com. 

“Faktanya, tikungan terakhir Jerez adalah titik terbaik untuk menyalip. Saya harus melakukannya (menyalip Alzamora di tikungan terakhir).”

Akhir pekan lalu, terjadi duel sengit nan epik di kelas Moto3. Aron Canet, berada di posisi ketiga, menyalip Romano Fenati dan Joan Mir di Tikungan 13. Pembalap Estrella Galicia 0,0 itupun berhasil merebut kemenangan perdana.

GP 500cc 1996: Doohan versus Criville

Duel klasik antara dua legenda balap di Grand Prix 500cc. Pembalap tuan rumah, Criville, start dari pole position, sementara Doohan di posisi ketiga. Selepas start, Criville langsung melesat ke depan untuk memimpin jalannya balapan. Sebaliknya, Doohan berjibaku dengan Luca Cadalora untuk memperebutkan posisi ketiga.

Lap 8, Doohan naik ke posisi kedua dan mulai mengejar Criville. Akan tetapi, pertarungan kedua pembalap baru dimulai pada Lap 14. Mantan pembalap Australia itu terus membayangi Criville hingga empat lap terakhir. Di sinilah duel semakin memanas.

Memasuki tikungan terakhir, Criville masih berada di depan Doohan. Para fans mulai menginvasi trek untuk menyambut kemenangan sang pembalap Spanyol. Namun, terjadi drama di luar dugaan.

Doohan menyerang dan masuk dari sisi dalam Tikungan 13. Criville, yang sedikit melebar, terpelanting dari motor Honda NSR500. Doohan pun tak terbendung menyentuh garis finis lebih dulu, sedangkan Criville harus dibuat kecewa karena tak dapat menyelesaikan balapan.

Valentino Rossi, Yamaha and Sete Gibernau, Suzuki
Valentino Rossi, Yamaha dan Sete Gibernau, Honda

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

MotoGP 2005: Valentino Rossi versus Sete Gibernau

Siapa yang tidak ingat pada duel sengit antara Rossi dan Gibernau pada 10 April 2005? Pertarungan panjang dan intens selama 27 lap ditutup dengan hasil yang begitu dramatis, yang mana memberi kenangan pahit untuk pembalap tuan rumah tersebut.

Begitu pahitnya, sampai-sampai terlihat amarah pada raut muka Gibernau. Mantan pembalap Spanyol ini bahkan juga memandang tajam ke arah Rossi saat keduanya berada di parc ferme. Dan tak hanya itu saja, Gibernau terkesan dan tampak enggan mengucapkan selamat kepada The Doctor, walaupun pada akhirnya ia mengulurkan tangan di atas podium.

Gibernau mengawali balapan sebagai polesitter dan Rossi start ketiga. Tanpa perlawanan berarti, Gibernau memimpin di depan, sebaliknya Rossi diapit Nicky Hayden dan Marco Melandri.

Dominasi Gibernau masih terus berlanjut saat pertengahan balapan. Rossi telah berhasil mengatasi perlawanan Hayden dan Melandri, tapi ia terpaut 0,2 detik. Gap yang sebenarnya cukup dekat. Kendati demikian, tak mudah menyalip Gibernau yang dengan rapi menutup setiap celah di tikungan.

Rossi sempat sedikit menjauh 0,374 detik di belakang Gibernau pada empat lap terakhir. Akan tetapi, The Doctor lalu mampu memangkas jarak dan menyalip rivalnya tersebut di tikungan terakhir. Rossi berbalik memimpin balapan ketika memasuki dua lap terakhir.

Seolah tak ingin mengecewakan para fans Negeri Matador, Gibernau mulai menyerang Rossi pada lap terakhir. Aksi saling overtaking antara kedua pembalap pun tak terelakkan. Puncaknya, memanfaatkan celah di Tikungan 13, The Doctor masuk dan bersenggolan dengan Gibernau. Pembalap Spanyol ini lalu melebar dan akhirnya harus puas finis kedua.

Marc Marquez, Repsol Hond and Jorge Lorenzo, Yamaha
Marc Marquez, Repsol Honda dan Jorge Lorenzo, Yamaha

Foto oleh: Gold and Goose / LAT Images

MotoGP 2013: Marc Marquez versus Jorge Lorenzo

Marquez menggebrak kelas premier pada 5 Mei 2013. Baru saja dinobatkan sebagai nama Tikungan 13, Lorenzo dipaksa menelan pil pahit oleh sang rookie. Apalagi kalau bukan duel sengit di tikungan terakhir, dan bahkan menyerupai pertarungan Rossi versus Gibernau delapan musim lalu.

Lorenzo pole position, dan Marquez start ketiga. Kehilangan posisi selepas start, Lorenzo lalu menyalip Pedrosa di Tikungan 2. Marquez mendapat perlawanan dari Rossi. Setelah Pedrosa kembali mengambil alih pimpinan balapan pada Lap 6, tema MotoGP Spanyol lalu berganti menjadi duel Marquez vs Lorenzo.

Gap 1,131 detik pada Lap 16, secara perlahan mulai dipangkas Marquez. Sembilan lap terakhir, pembalap Repsol Honda itu telah terpaut 0,424 detik di belakang Lorenzo. Namun, Marquez belum juga mampu menyalip rivalnya tersebut.

Memasuki lap terakhir, Marquez mulai agresif. Ia menyalip Lorenzo di Tikungan 6, tapi lalu kembali disalip oleh sang rival. Dan jelang Tikungan 13, Lorenzo membuka sedikit celah. Tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Marquez pun langsung memanfaatkan dengan masuk ke sisi dalam. 

Kedua pembalap bersenggolan. Marquez tetap bertahan di atas motor, sedangkan Lorenzo melebar dan akhirnya harus finis ketiga. Hawa panas lalu terasa ketika mereka berada di parc ferme. Masih mengenakan helm, Marquez menghampiri Lorenzo dan bermaksud meminta maaf.

Jelas terlihat masih kesal dengan aksi sang rookie, Lorenzo bahkan mengacungkan jari telunjuk kanan di hadapan Marquez. Isyarat yang dapat diterjemahkan, bahwa mantan pembalap Yamaha itu menolak permintaan maaf rivalnya tersebut.

dibagikan
komentar
Beralih ke mesin 'big bang', KTM jadi lebih jinak
Artikel sebelumnya

Beralih ke mesin 'big bang', KTM jadi lebih jinak

Artikel berikutnya

Crutchlow: Pembalap MotoGP itu sangat egois

Crutchlow: Pembalap MotoGP itu sangat egois
Muat komentar