Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Reactions
MotoGP MotoGP Jerman

Ride Height Device Rusak, Maverick Vinales Berhenti karena Berbahaya

Maverick Vinales terpaksa gigit jari dalam MotoGP Jerman, di Sirkuit Sachsenring, Minggu (19/6/2022). Penampilan apiknya terhenti oleh problem teknis.

Pembalap Aprilia Racing tersebut akhirnya menunjukkan mulai menguasai RS-GP. Ia bahkan mampu sampai ke posisi keempat dalam MotoGP Jerman, berada di belakang rekan setimnya, Aleix Espargaro.

Duel perebutan podium yang membuat seisi garasi Aprilia antusias berakhir di 11 putaran pamungkas. Vinales mesti melupakan asa tembus tiga besar untuk pertama kalinya musim ini karena motor bermasalah.

Kecewa pasti ada. Namun, rider Spanyol tersebut lebih suka melihat gambaran besar bahwa RS-GP kini lebih menjanjikan baginya.

“Saya gembira terlepas dari hasil yang mengecewakan. Ride height device bagian belakang rusak. Saya mencoba menonaktifkan, tapi tidak bisa. Menurut saya, akan berbahaya kalau terus berada di trek,” ia menjelaskan.

Baca Juga:

“Saya tergelincir di ban depan pada Tikungan 8. Itu sangat berbahaya. Pertama, saya berguncang. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya kira ban kempis, ternyata baik-baik saja ketika saya periksa.

“Meski saya belum tampil terbaik dengan motor, sudah lumayan. Ketika saya akan mengambil langkah kecil, saya pasti bisa berada di antara yang terdepan.”

Selama beberapa putaran, Vinales terus membuntuti mentornya di Aprilia. Ia mempelajari manuver Espargaro sembari mencari celah untuk merebut posisi ketiga.

“Sebelum mengalami problem tersebut, saya bernapas untuk mencari cara menyalip Aleix. Saya belajar banyak darinya sepanjang putaran tersebut,” tuturnya.

“Saya memulai balapan dengan baik. Ada banyak tanda hitam pada helm dari tikungan pertama.

“Saya tahu dalam 10 putaran terakhir merupakan yang terbaik. Balapan ini menjadi balas dendam saya. Aprilia dan grup Piaggio memberi banyak hal yang saya butuhkan.”

Performa Vinales fluktuatif musim ini. Namun, tren berbalik positif sejak MotoGP Catalunya, di mana ia mampu melintasi garis finis pada urutan ketujuh.

“Saya merasa setiap akhir pekan, kami kian dekat. Tahun lalu, merupakan tahun paling rumit dalam karier, ketika saya menemukan situasi yang bertolak belakang,” katanya.

“Sudah cukup lama saya tidak bersenang-senang dalam berkendara. Kami membawa hal positif akhir pekan ini. Meski saya merasa tidak berada dalam batas dengan motor. Masih ada ruang pengembangan. Kami mesti bekerja untuk kualifikasi. Saya memang belum start jauh, saya akan berada di sana.”

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team, Aprilia Racing Team

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Getaran Aneh pada Bagian Depan Motor Aleix Espargaro
Artikel berikutnya Enea Bastianini Kerepotan dengan Absennya Kepala Kru

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia