Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Rivola Tak Merasa Dikhianati Vinales yang Memilih Pindah ke KTM

Setelah meresmikan komitmen dengan Jorge Martín dan Marco Bezzecchi, CEO Aprilia, Massimo Rivola, tak menampik bahwa ide awalnya untuk melanjutkan MotoGP 2025 dengan Maverick Vinales. Tapi, dia tidak merasa bahwa kepergian pembalap Spanyol itu adalah pengkhianatan.

Massimo Rivola, Aprilia Racing CEO, Maverick Vinales, Aprilia Racing Team

Massimo Rivola, CEO de Aprilia Racing, Maverick Viñales, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Hanya tiga hari setelah Aleix Espargaro mengumumkan keputusan untuk pensiun di akhir musim, Rivola mengutarakan keyakinannya bahwa Vinales akan loyal dan ia juga mencari seorang pembalap Italia untuk menjadi rekannya.

Motorsport.com berbicara dengan Maverick pada hari yang sama dan dia mengutarakan keraguan untuk lanjut bekerja di Aprilia.

"Tidak, tidak, saya belum dikonfirmasi. Saya tidak memiliki kontrak untuk tahun depan," katanya. "Jelas ada banyak ketertarikan untuk melanjutkan (...) tetapi kami harus menunggu.

"Ada pintu yang terbuka dan kami harus menunggu sebentar dan memutuskan apa yang terbaik bagi saya dalam hal performa," ia memperingatkan pada 26 Mei. Kurang dari tiga pekan kemudian, pada 13 Juni, kepindahan Maverick ke KTM-Tech3 diumumkan.

Dalam perjalanannya, Aprilia membuat kesepakatan semalam untuk mengontrak Jorge Martin sebagai pembalap bintang baru mereka, sebuah langkah yang dilakukan tanpa sepengetahuan pembalap asal Catalunya, yang tidak terima karena tidak diberitahu, meskipun semuanya dilakukan hanya dalam waktu beberapa jam saja, antara hari Minggu di GP Italia dan keesokan harinya (3 Juni), saat penandatanganan kontrak diumumkan.

Baca Juga:

Pada Senin, setelah pengumuman Marco Bezzecchi sebagai rekan setim Martin mulai MotoGP 2025, dan oleh karena itu sebagai pengganti Maverick, Massimo Rivola mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan manuvernya di pasar.

Dalam pertemuannya dengan media, ia diingatkan bahwa pada saat terburuk dalam kariernya, ketika Yamaha mendepaknya dari garasi mereka, Aprilia telah menghubunginya. Oleh karena itu, ia 'merasa dikhianati' oleh pembalap Spanyol tersebut, setelah mengambil keputusan untuk pindah ke KTM, tanpa memberikan pilihan kepada Noale untuk memberikan penawaran.

"Para rider memang seperti itu dan wajar jika mereka melakukan hal mereka sendiri," ujar Rivoa. "Terserah kepada kami untuk menjaga kepentingan mereka dalam pekerjaan kami.

Pria asal Italia yang juga mantan staf F1 di Ferrari ini memahami bahwa tindakan Vinales masih dalam batas kewajaran.

"Saya tidak merasa dikhianati, sama seperti saya tidak berpikir dia merasa dikhianati ketika kami mengumumkan Jorge Martin," ia melanjutkan.

"Pada saat yang sama, setiap pembalap mungkin perlu mengikuti nalurinya sendiri, godaannya sendiri, terutama seseorang seperti Maverick. Kami merasa sangat nyaman dengannya. Kami tahu dia adalah pembalap yang bisa mencapai puncak, dan Austin (dia memenangkan kedua balapan) adalah buktinya.”

Vinales mengenang, pada saat itu, di Qatar, Maret lalu, ia telah bertemu dengan Rivola dan menawarkan untuk menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2025, namun pria Italia itu meminta waktu. Pembalap asal Spanyol itu memahaminya sebagai pintu yang terbuka untuk melihat masa depannya.

"Mungkin dia merasa sudah waktunya untuk berubah. Mungkin tujuan besarnya saat ini adalah menang dengan empat pabrikan berbeda," tutur Rivola, mengacu pada fakta bahwa ia adalah satu-satunya yang pernah menang dengan tiga pabrikan(Suzuki, Yamaha, dan Aprilia).

Sebuah keputusan prematur yang harus mereka hadapi hingga akhir musim.

"Kami menghormati pilihannya dan kami akan berusaha memaksimalkan hasil di Grand Prix berikutnya, karena musim yang menanti kami masih sangat panjang," pria berusia 52 tahun itu menegaskan.

 

Mira: 'POR OREJAS' #105: "Si sigue igual, David Alonso subirá a Moto2 en 2025"

 

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Cecchinello: Ducati Ingin Buka Pasar Asia dengan Marquez
Artikel berikutnya Jadwal MotoGP Belanda: The Katedral Tak Ampuni Kesalahan Kecil

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia