Rossi bela strateginya saat kualifikasi

dibagikan
komentar
Rossi bela strateginya saat kualifikasi
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
30 Okt 2016 03.38

Valentino Rossi membela strategi dan keputusannya untuk tidak masuk pit saat sesi Q2 MotoGP Malaysia di Sepang.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing pitboard
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Polesitter Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
andrea Dovizioso, Ducati Team bike with rain cover
Polesitter Andrea Dovizioso, Ducati Team

Rossi membawa Yamaha satu-dua di Q2, yang berlangsung di kondisi basah. Namun, ia tak mampu menandingi laju kencang Andrea Dovizioso dan lebih lambat 0,246 detik.

Sementara Dovizioso menggunakan ban basah belakang kompon soft dan lalu berganti ke kompon hard pada pertengahan sesi, Rossi memutuskan tetap berada di trek dan tidak masuk ke pit.

Usai kualifikasi, Rossi mengungkapkan bahwa krunya sempat mempertimbangkan untuk mengganti ban. Tapi ia merasa bahwa lebih baik bertahan dan memaksimalkan set ban yang digunakan.

“Biasanya di kualifikasi, Anda memberikan 100 persen pada ban baru. Lalu Anda masuk (ke pit) dengan ban baru dan memberikan 100 persen,” ucapnya dalam konferensi pers, Sabtu (29/10) kemarin.

“Kami banyak berbicara tentang mana cara yang baik untuk dilakukan. Tapi biasanya dalam 15 menit itu sulit untuk mencapai limit pada ban basah. Jadi kami memutuskan untuk tidak masuk pit.

“Pada lap terakhir, saya meningkatkan sedikit untuk merebut posisi kedua. Menurut saya, ini strategi yang bagus bagi kami.”

Dovizioso mengubah strateginya

Masih terkait soal strategi saat kualifikasi, Dovizioso mengakui bahwa ia awalnya berencana untuk menjalani keseluruhan sesi tanpa mengganti ban.

Tapi pada akhirnya, ia masuk ke pit dan mengganti dengan ban kompon hard. Keputusannya terbukti jitu, di mana Dovizioso berhasil merebut pole position untuk Ducati.

“Strategi saya adalah untuk tidak masuk pit, dan menjalani kualifikasi dengan ban belakang soft,” tuturnya. “Tapi saya tahu hampir semua pembalap memakai ban hard. Jadi saya pikir mungkin strategi saya salah.

“Saya mampu mencetak catatan waktu yang sangat baik pada lap pertama. Saya tidak menekan 100 persen, tapi saya merasa ketika masuk ke tikungan itu terlalu banyak pergerakan. Jadi saya tidak bisa melakukan dua atau tiga lap.

“Saya memutuskan masuk ke pit, dan itu memberikan saya kemungkinan untuk melakukan dua lap tercepat dengan ban hard.

“Tentu, saya seharusnya bisa meningkatkan pada lap ketiga. Tapi lap kedua rupanya sudah cukup untuk pole position.”

Artikel MotoGP berikutnya
MotoGP Malaysia: Vinales tercepat di WUP, Rossi ke-16

Artikel sebelumnya

MotoGP Malaysia: Vinales tercepat di WUP, Rossi ke-16

Next article

MotoGP Malaysia: Dovizioso jadi pembalap kesembilan yang memenangi balapan

MotoGP Malaysia: Dovizioso jadi pembalap kesembilan yang memenangi balapan
Muat komentar