Rossi Belum Puas dengan Hasil Tes Hari Pertama

Valentino Rossi hanya mampu menempati urutan ke-14 di tes pramusim hari pertama dan tertinggal 0,410 detik dari rekan setim barunya di Petronas SRT, Franco Morbidelli, yang menempati posisi ketujuh.

Rossi Belum Puas dengan Hasil Tes Hari Pertama

Rossi melahap 54 lap pada tes hari pertama dan hanya mampu tampil lebih cepat dari Fabio Quartararo. Hasil ini tentu mengecewakan pria 42 tahun itu karena ia yakin YZR-M1 memiliki potensi lebih besar.

Tahun ini, Yamaha mencoba membenahi masalah utama M1 yang terjadi sepanjang 2020 agar membuat pembalap mereka lebih kompetitif.

Namun, Sirkuit Internasional Losail, Qatar, yang tak terlalu bersahabat dengan motor Yamaha, membuat para teknisi dan pembalap cukup kesulitan dalam menentukan setelan yang tepat.

Valentino Rossi berharap masalah bisa cepat diselesaikan dan dirinya bisa menghadapi balapan pertama musim ini dengan perasaan nyaman di atas motor.

“Sepanjang 2020, Yamaha mencoba membenahi beberapa masalah pada motor, tapi dalam prosesnya ada banyak hal baru yang diciptakan,” katanya.

“Orang-orang di pabrik telah bekerja keras sepanjang musim dingin dan kami memiliki banyak komponen yang bisa di coba di tes hari kedua.”

Para pembalap dan tim MotoGP masih memiliki empat hari tes sebelum balapan pertama musim ini di trek yang sama pada 28 Maret mendatang.

Aturan pembekuan mesin membuat rider veteran itu hanya fokus meningkatkan elektronik M1. Sama seperti pembalap tim pabrikan Yamaha lainnya, ia juga menjajal sasis baru. Tapi, ada komponen lain yang perlu di uji coba pada tes hari kedua.

“Hari pertama berjalan dengan baik, saya memiliki momen bagus bersama tim baru. Tidak banyak yang berubah karena motor yang saya gunakan masih sama, hanya warnanya saja yang berubah,” ujarnya.

“Hasil tes memang tidak terlalu fantastis, tapi kinerja kami di hari pertama cukup bagus.”

Baca Juga:

Meski berada di tim satelit, Rossi masih mendapat dukungan penuh dari Yamaha untuk membantunya meningkatkan kinerja dalam upaya kembali ke persaingan level atas.

“Saya mencoba sasis baru hanya beberapa lap, mungkin enam atau tujuh lap, dan kesan pertama saya terhadap itu tak terlalu buruk. Kami akan mengujinya kembali, tapi kami akan membagi apa yang paling penting untuk dikerjakan,” ucapnya.

“Ini bukan trek terbaik untuk bereksperimen dengan sasis baru, karena tidak memiliki tikungan sempit seperti di Portugal dan Valencia.”

Rossi akan memasuki tahun ke-26 di kejuaraan dunia balap motor, dan itu membuatnya semakin termotivasi. Meski pria 42 tahun itu menyadari situasi semakin sulit karena ada banyak pembalap muda yang tampil kuat.

“Ini tahun ke-26 saya di kejuaraan dunia. Itu bukan hanya sebuah karier, tapi suatu kehidupan. Itu tidak mudah karena ada banyak pembalap muda yang memiliki kecepatan sangat baik,” ia menandaskan.

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT.

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Nakagami: Karakter Mesin Sangat Berbeda

Artikel sebelumnya

Nakagami: Karakter Mesin Sangat Berbeda

Artikel berikutnya

Morbidelli Senang dengan Cara Kerja Rossi di Paddock

Morbidelli Senang dengan Cara Kerja Rossi di Paddock
Muat komentar