MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
67 hari
Selengkapnya:

Rossi Diprediksi Takkan Mampu Naik Podium

Agen pembalap terkemuka, Carlo Pernat, memprediksi kegagalan di MotoGP 2020 akan memberikan dampak besar bagi Valentino Rossi pada musim ini.

Rossi Diprediksi Takkan Mampu Naik Podium

Valentino Rossi mengalami musim terburuk sepanjang kariernya di Kejuaraan Dunia Balap Motor pada 2020 lalu. Juara dunia sembilan kali itu hanya mampu finis di peringkat ke-15 (dengan 66 poin) di kelas MotoGP 2020.

Sejumlah faktor memang mengganggu performa kampiun kelas utama (500 cc dan MotoGP) tujuh kali (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009) tersebut pada musim lalu.

Kendala teknis pada Yamaha YZR-M1 hingga terjangkit Covid-19 yang membuatnya absen di Aragon dan Teruel disinyalir menjadi penyebab menurunnya performa Rossi.

Musim lalu, kampiun kelas 125 cc (kini Moto3) 1997 dan 250 cc (Moto2) 1999 tersebut hanya sekali naik podium saat finis P3 di GP Andalusia yang digelar di Jerez, Spanyol. Untuk kemenangan, Rossi kali terakhir merasakannya lebih lama lagi, GP Belanda 2017.

Usia yang genap 42 tahun pada 16 Februari lalu disinyalir juga sangat memengaruhi Rossi. Musim lalu, ia terlihat sangat kelelahan setelah lomba. Apalagi setelah pulih dari Covid-19.

Baca Juga:

Mengacu kondisi dan situasi itulah Carlo Pernat menilai Rossi tidak akan mampu bersaing memperebutkan kemenangan maupun finis podium di MotoGP 2021.

“Saya rasa, akan lebih baik jika ia berhenti lebih awal, dulu. Namun, Rossi mengaku masih ingin menikmati balap. Itu tidak masalah,” tutur Pernat.

Pria asal Italia, 72 tahun, itu juga tidak mengerti mengapa Rossi tetap melanjutkan karier di MotoGP karena ia menilai The Doctor kini bukan lagi pembalap top.

“Menurut saya, ia tidak akan mampu bersaing untuk gelar juara dunia. Mungkin ia bisa bagus di beberapa lomba. Tapi, waktu terus berjalan. Valentino Rossi tidak bagus musim lalu. Jika mengambil risiko, ia akan terjatuh,” kata Carlo Pernat.

“Saya melihat ia takkan mampu bertarung untuk finis podium. Saya bisa saja salah. Namun, pada usia 42 tahun, kepala (otak) yang mengontrol tangan memerintahkan untuk tidak menambah kecepatan.”

Setelah selalu memperkuat tim pabrikan di MotoGP sejak 2002, Valentino Rossi musim ini harus memperkuat skuad satelit. Musim ini, Rossi akan berseragam Petronas Yamaha SRT mendampingi Franco Morbidelli.

Valentino Rossi bertukar posisi dengan Fabio Quartararo yang pindah ke skuad pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP untuk menjadi rekan setim Maverick Vinales.   

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT
1/6

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
2/6

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Alex Rins, Team Suzuki MotoGP, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, Alex Rins, Team Suzuki MotoGP, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
3/6

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
4/6

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
5/6

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
6/6

Foto oleh: Dorna Sports

 

dibagikan
komentar
Jadi Pabrikan Tersukses, Mampukah Honda Pertahankan Masa Kejayaan?

Artikel sebelumnya

Jadi Pabrikan Tersukses, Mampukah Honda Pertahankan Masa Kejayaan?

Artikel berikutnya

Lima Tahun Lagi, Madrid Punya Sirkuit untuk F1 dan MotoGP

Lima Tahun Lagi, Madrid Punya Sirkuit untuk F1 dan MotoGP
Muat komentar