Rossi Minta Yamaha Tiru Cara Kerja Suzuki

Valentino Rossi masih akan melanjutkan kerja sama dengan Yamaha tahun ini. Namun dengan tim berbeda karena mulai MotoGP 2021 akan memperkuat Petronas SRT. The Doctor ingin pabrikan Jepang itu belajar dari Suzuki.

Rossi Minta Yamaha Tiru Cara Kerja Suzuki

Yamaha dan Suzuki menjadi tim yang menggunakan desain mesin empat silinder segaris. Di mana tenaga yang dihasilkan tak sebesar mesin V4 yang digunakan pabrikan lainnya.

Namun, Yamaha menjadi tim yang paling kesulitan pada saat ini dengan desain mesin inline 4. Bahkan sempat muncul kabar mereka akan mengubah konfigurasi mesin menjadi V4, namun langsung dibantah Direktur Balap Yamaha Lin Jarvis karena dinilai bukan solusi terbaik.

Seperti diketahui, mesin empat silinder segaris memiliki karakter yang lebih halus sehingga membuat pembalap nyaman saat mengendarai motor.

Mesin tersebut juga dapat memberikan kecepatan yang baik di tikungan, dan saat di trek lurus, tenaga yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan mesin V4.

Tahun ini, Valentino Rossi berharap Yamaha bisa bekerja lebih baik untuk meningkatkan kinerja YZR-M1 dengan meniru cara kerja Suzuki.

“Saya selalu mengatakan mesin menjadi masalah utama kami, karena kami menjadi yang paling lambat di sektor trek lurus. Tapi pada saat bersamaan, kami juga memiliki masalah pada ketahanan dan benar-benar sulit ketika hanya memiliki jatah lima mesin,” kata Rossi.

“Kami sulit mengeluarkan tenaga besar dan tak memiliki mesin yang kuat dalam waktu bersamaan. Selain itu, karakter mesin sudah lama menjadi kekuatan Yamaha. Tapi, saat ini pabrikan lainnya juga terlihat memiliki mesin yang mulus dalam hal akselerasi.”

Baca Juga:

Tahun ini, setiap tim akan menggunakan mesin yang sama dengan musim lalu. Bagi Rossi, itu bukan alasan untuk tidak membuat motor memiliki kinerja lebih baik.

Menurutnya, ada banyak hal yang bisa ditingkatkan untuk mengeluarkan potensi M1 sepenuhnya. Misalnya, pada bagian elektronik yang juga menjadi masalah Yamaha selama bertahun-tahun.

“Ada banyak hal yang dapat Anda kerjakan selain mesin untuk meningkatkan performa, mulai dari elektronik hingga knalpot,” ujar Rossi.

“Ada banyak hal berbeda yang bisa ditingkatkan tanpa menyentuh mesin. Jika Yamaha berada di jalur yang tepat, maka kami bisa membuat langkah maju.”

Valentino Rossi juga merasa Yamaha tak perlu melakukan perubahan besar hingga mengubah konfigurasi mesin menjadi V4 di masa depan. Ia hanya ingin tim berlogo garpu tala itu memiliki struktur yang lebih baik dalam mengembangkan M1.

“Saya tidak merasa mesin empat silinder segaris menjadi penyebab masalah. Kami harus belajar dari Suzuki,” kata Rossi.

“Selama bertahun-tahun, orang-ornag mengatakan masalah Yamaha karena masih menggunakan desain empat silinder segaris. Itu konstruksi mesin yang sudah tua jika dibandingkan mesin V4. Tapi Suzuki memiliki desain mesin yang sama seperti kami dan mereka sangat cepat.”

Cal Crutchlow, Team LCR Honda

Cal Crutchlow, Team LCR Honda

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tahun ini, Yamaha mengklaim mesin mereka bakal jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Mereka juga optimistis M1 bakal lebih kuat dengan pengembangan yang akan dilakukan bersama Cal Crutchlow sebagai pembalap penguji.

“Masalah kami ada di tingkat ketahanan dan performa. Biasanya, setiap pabrikan hanya memiliki satu masalah, tapi kami memiliki keduanya,” kata Rossi.

“Untuk pembalap, saya pikir Yamaha memiliki yang terbaik. Jangan masukkan saya, kita berbicara tentang Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli. Mereka dapat tampil kompetitif dengan motor ini dan memperjuangkan gelar.

“Dari sudut pandang saya, tidak ada masalah dengan pembalap, dan saya merasa mesin empat silinder segaris Yamaha akan jauh lebih kuat pada musim ini.”

dibagikan
komentar
Karel Abraham Terkejut Mir Juara Dunia MotoGP

Artikel sebelumnya

Karel Abraham Terkejut Mir Juara Dunia MotoGP

Artikel berikutnya

Petrucci: Saya Mengamati Motor KTM Sepanjang 2020

Petrucci: Saya Mengamati Motor KTM Sepanjang 2020
Muat komentar