Topik

MotoGP 2017

Rossi: Setelah lap 12, ban belakang habis

dibagikan
komentar
Rossi: Setelah lap 12, ban belakang habis
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
13 Agt 2017 18.19

Untuk kali kedua, masalah ban menjadi penyebab utama mengapa Valentino Rossi hanya finis ketujuh di MotoGP Austria. Ban belakang habis setelah Lap 12.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3, Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing,Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Pembalap Yamaha itu memakai ban belakang kompon soft pada kualifikasi, Sabtu [12/8]. Akan tetapi, hasilnya tak memuaskan. Rossi harus start dari posisi ketujuh. Berkaca dari pengalaman ini, ia pun memilih ban belakang kompon hard saat balapan Minggu [13/8].

Sayangnya, ban yang dipilih Rossi juga tak memberikan hasil maksimal. Alih-alih juara atau naik podium, ia justru diterpa kesulitan besar pada paruh kedua balapan. Bahkan, pembalap Italia itu melebar di Tikungan 1 pada Lap 15. Turun pada posisi ketujuh, ia tak beranjak dan finis di tempat yang sama.

“Tentunya, balapan yang sulit bagi saya, juga untuk Maverick [Vinales] dan seluruh tim. Kami berharap lebih cepat dan lebih kuat... tapi... Saya pikir kami telah maksimal. Kami tidak menyesal pada set-up dan pemilihan ban, karena saya kuat di lap pertama,” paparnya.

“Saya juga berpikir, [kompon] hard adalah pilihan tepat. Kami banyak bekerja untuk mencoba tidak menghancurkan ban belakang. Dan faktanya saat FP4, saya cepat selama 10 lap, seperti [balapan] hari ini. 

“Tapi setelah 12 lap, ban belakang mengalami penurunan besar. Saya harus banyak melambat dan motor menjadi sangat sulit dikendarai. Setelah saya melakukan satu kesalahan dalam pengereman. Bagaimanapun, saya lambat.

“Jadi menurut saya, kami harus memperbaikinya, karena kami terlalu menekan ban belakang. Honda dan Ducati menemukan sesuatu untuk [melaju] kencang tanpa terlalu menekan ban belakang.

“Dan jika Anda melihat lap dan sektor tercepat, kami sangat dekat. Tapi setelah kami harus melambat, kami kehilangan pertarungan dan finis di belakang. Banyak hal terjadi tahun ini. Kami [telah] bekerja keras dan mencoba.

“Sepertinya di beberapa balapan dan trek, kami sedikit menderita. Tapi ketika kami menderita seperti ini, sangat sulit, karena kami tidak cukup kuat pada paruh kedua balapan. Kami harus mencoba memperbaikinya dan terus bekerja agar lebih kuat di balapan berikutnya.”

Jika duo pabrikan Yamaha kesulitan di Red Bull Ring, maka berbanding terbalik dengan rookie satelit Tech 3 yang berhasil finis kelima, mengungguli Vinales dan Rossi. Zarco sendiri menggunakan ban belakang kompon hard, sama seperti Andrea Dovizioso.

Ketika ditanya mengapa kedua pembalap mampu meraih hasil lebih baik, Rossi pun menjawab: “Itu cerita berbeda. Zarco bisa memakai [ban] soft, karena dia lebih ringan dan pendek. Gaya balapnya juga sangat, sangat halus. Banyak kesempatan dia lebih baik dengan [kompon] soft.

“Sedangkan saya, juga Maverick, gaya balap kami lebih kuat dan lebih agresif. Saya juga mencoba [kompon] soft pada pagi hari, tapi pilihan ban untuk balapan adalah yang tepat. Jika saya balapan dengan [kompon] soft, hasilnya bisa lebih buruk.

“Dalam kasus Dovi, itu karena motornya [Ducati] lebih mampu mengelola ban soft. Dovi salah satu pembalap yang agresif, lebih mirip saya dan Maverick dibandingkan Zarco. Tapi sepertinya, motor dia sedikit menggunakan ban belakang.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Artikel MotoGP berikutnya
GALERI: Aksi pembalap pada MotoGP Austria

Artikel sebelumnya

GALERI: Aksi pembalap pada MotoGP Austria

Next article

Lorenzo sebut masalah bahan bakar buatnya tidak optimal

Lorenzo sebut masalah bahan bakar buatnya tidak optimal
Load comments