Rossi: Opsi VR46 antara Ducati atau Yamaha

Valentino Rossi belum menentukan motor pabrikan mana yang akan digunakan tim miliknya, VR46, untuk MotoGP 2022. Namun, pilihan sudah mulai mengerucut ke dua merek.

Rossi: Opsi VR46 antara Ducati atau Yamaha

Juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi, masih melakukan negosiasi juga evaluasi yang akan mengarahkan VR46 memilih motor untuk digunakan bersaing di MotoGP mulai musim 2022.

Rossi telah mengungkapkan pilihannya sekarang adalah antara Ducati atau Yamaha. Kedua merek tersebut memiliki pro dan kontra, namun peluangnya sama-sama 50 persen.

Hal tersebut dikatakan Rossi di Le Mans pada Jumat (14/5/2021) kemarin, di sela-sela latihan bebas (FP) MotoGP Prancis bersama Petronas Yamaha SRT, tim yang diperkuatnya musim ini.

"Kami berada dalam momen yang bagus. Semuanya dikonfirmasi, dimulai dengan dukungan sponsor. Kami juga berbicara dengan Ducati dan Yamaha, kedua opsi memiliki pro dan kontra. Persentase (peluangnya) sama-sama 50 persen," ujar Rossi.

"Tetapi keputusan akhir tidak hanya berada di tangan kami (VR46) sendiri. Situasinya mungkin akan terbuka beberapa minggu lagi, saya pikir kita akan tahu semuanya usai race di Mugello (MotoGP Italia, 30 Mei 2021)," ia menambahkan.

Baca Juga:

Dari pernyataan The Doctor tersebut dapat disimpulkan bahwa opsi menggandeng Aprilia sebagai partner telah dicoret. Kini bola ada di kubu Yamaha yang tidak ingin menambah kuota motor.

Jadi, jika pabrikan Jepang itu ingin memasok prototipe M1 untuk VR46, mereka harus menyudahi kolaborasinya dengan Petronas SRT, partner Yamaha di MotoGP selama tiga tahun terakhir.

Sejauh ini semuanya mengindikasikan Yamaha dan Petronas SRT akan terus berjalan bersama, dan bila itu yang terjadi, maka Ducati memiliki peluang besar untuk memasok motor bagi VR46.

Meski memiliki pro dan kontra seperti yang dikatakan Rossi, ada sisi positif yang didapatkan jika merapat ke Ducati. Pabrikan Italia memastikan semua motor musim depan adalah spek 2022.

Ini sesuatu yang tak dapat dijamin oleh Yamaha tanpa pertimbangan finansial yang signifikan. Namun Ducati menginginkan Enea Bastianini mendapatkan salah satu tempat dalam skuad VR46.

Poin tersebut juga menjadi pertimbangan. Pasalnya, VR46 mengambil posisi Esponsorama Avintia Racing, tim yang didukung Ducati dan kini diperkuat Bastianini, pada MotoGP musim depan.

Motor pertama VR46 jelas akan diberikan kepada Luca Marini, adik Rossi. Sementara yang kedua rencananya disiapkan untuk Marco Bezzecchi, yang akan dipromosikan dari Moto2 musim depan.

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT

Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Walau situasi di Yamaha lebih rumit dibandingkan Ducati, peluang kerja sama dengan VR46 tak sepenuhnya tertutup. Sebab Rossi menyadari pengaruhnya begitu besar terhadap merek itu.

The Doctor mulai bekerja sama dengan Yamaha sejak 2003 silam. Rossi rela meninggalkan Honda setelah diyakinkan Davide Brivio, eks prinsipal Suzuki yang kini hijrah ke Formula 1 (F1).

Meski sempat mengalami pasang surut, seperti ketika Rossi bergabung ke Ducati pada 2011 atau tahun lalu, saat didepak dari tim pabrikan, hubungannya dengan Yamaha tetap solid, terutama di level komersial.

Keuntungan bila berkolaborasi dengan Yamaha, VR46 akan memiliki dua motor yang bebas. Mereka dapat mempromosikan Bezzecchi dan mempertahankan Franco Morbidelli atau digunakan sendiri oleh Rossi.

"Yamaha selalu ada di hati kami. Perjalanan kami bersama mereka telah berlangsung lebih dari 15 tahun. Jadi jika kondisinya tepat, mengapa tidak?" ujar asisten Rossi, Uccio Salucci, yang secara teori menjabat direktur VR46.

 

dibagikan
komentar
Hasil Tes Dovizioso Tak Berguna bagi Aleix Espargaro

Artikel sebelumnya

Hasil Tes Dovizioso Tak Berguna bagi Aleix Espargaro

Artikel berikutnya

Hasil FP3 MotoGP Prancis: Marquez Impresif, Mir dan Bagnaia ke Q1

Hasil FP3 MotoGP Prancis: Marquez Impresif, Mir dan Bagnaia ke Q1
Muat komentar