Rossi: Saya tidak pernah kuat dan selalu lambat

Valentino Rossi mengaku kesulitan saat menjalani sesi kualifikasi MotoGP Australia. Ia tak mendapatkan feeling dari ban depan ketika melibas trek basah dan kering di Phillip Island.

The Doctor akan start dari posisi ke-15 pada balapan Minggu (23/10) besok. Tentu, ini bukan hasil yang memuaskan. Pada musim 2011 – berstatus pembalap Ducati – Rossi juga pernah meraih hasil kualifikasi posisi start yang buruk.

Saat itu, ia start ke-12 (Jerez) dan ke-16 (Sachsenring). Lalu, di Aragon 2011, Rossi harus start dari pit lane karena melakukan pelanggaran terkait regulasi daya tahan mesin.

Dan pada seri pamungkas Valencia 2015, Rossi start dari posisi paling belakang, setelah dikenai penalti atas insiden dengan Marc Marquez saat balapan di Sepang.

“Hari ini sangat sulit, dan kami sangat kesulitan. Saya tidak pernah kuat,” keluh Rossi usai kualifikasi.

“Saya tidak menyangkanya. Apalagi kemarin saya tidak begitu buruk di kondisi basah. Saya pikir telah melakukan lap yang cukup baik. Tapi, hari ini kondisinya berbeda. Segalanya salah.

“Kami juga melakukan beberapa kesalahan, ban dan lainnya. Tapi masalah terbesar adalah bahwa saya selalu lambat. Tidak mendapatkan feeling. Sepertinya kami sangat kesulitan dalam kondisi ini (basah).

“Kondisi ini sangat berisiko. Tapi Anda harus mengerti, jika Anda mengambil banyak risiko, Anda melaju sangat lambat. Ini sangat membuat frustrasi, karena saya tidak mampu mengendarai motor hingga limit. Pastinya, situasi yang sulit,” paparnya.

Rossi pun tak memungkiri start dari baris keempat bakal menyulitkannya, terutama dalam upaya meraih hasil finis di podium. Namun, ia lebih mengkhawatirkan performa YZR-M1, yang boleh dibilang tak maksimal.

“Kami tidak tahu potensi dan kecepatan (motor). Kami tidak tahu apakah kami mampu tampil kuat dan lebih cepat,” tandasnya.

“Jadi, kami harus menunggu. Kami harus memahami apa yang harus kami lakukan dengan motor. Saya juga berharap semoga besok kondisinya sedikit lebih baik. 

Pujian untuk Pol Espargaro

Toh, Rossi tak sendirian. Rekan setimnya, Jorge Lorenzo, juga mengalami kesulitan yang sama. Meski mampu melaju ke Q2, pembalap Spanyol itu hanya mampu menempati posisi start ke-12.

“Pada akhirnya, kami sangat kesulitan dengan ban depan. Kami tidak mampu membuat ban panas. Saya dan Lorenzo, saya tidak tahu secara pasti, tapi melihat dia di Q2, tampaknya dia tidak mendapatkan feeling seperti saya,” papar Rossi.

“Di sisi lain. Pol Espargaro tampil baik. Dia akan start dari baris depan untuk Yamaha. Dia juga mencetak catatan waktu yang cukup bagus. Dari catatan waktunya, kami harus memahami dan mencoba untuk meningkatkan performa.”

Trek mengering

Di Q1, Rossi tampak menghabiskan waktu cukup lama di pit, sebelum kemudian turun ke trek pada tiga menit terakhir. Ketika ditanya apakah melakukan strategi tertentu, ia pun menjawab: “Pertama, di FP4, saya berharap tampil cepat, karena kemarin saya baik. Saya sangat kesulitan dengan ban depan dan belakang.

“Ketika saya mengawali Q1, suhu 8 derajat Celcius dan banyak genangan air. Saya harus tetap di atas motor dan mencoba untuk melakukan yang terbaik. Sayangnya, trek sangat cepat mengering.

“Saya berhenti (masuk ke pit) dan berharap motor kedua dengan ban intermediate, tapi rupanya belum siap.

“Mungkin dengan dua ban intermediate, saya bisa meningkatkan catatan waktu. Tapi sayangnya, hasilnya seperti ini.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Australia
Trek Phillip Island Grand Prix Circuit
Pembalap Valentino Rossi
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Breaking news