Rossi Tak Akan Ubah Pola Pikir meski Berganti Status

Direktur Tim Petronas Yamaha SRT Johan Stigefelt meyakini Valentino Rossi tidak akan mengubah mindset (pola pikir) dan menurunkan levelnya meski berstatus pembalap satelit pada MotoGP 2021.

Rossi Tak Akan Ubah Pola Pikir meski Berganti Status

Untuk kali pertama dalam kariernya di kelas premier, Valentino Rossi tak lagi balapan membela tim pabrikan Yamaha setelah sepakat untuk bergabung dengan Petronas SRT tahun ini.

Meskipun, juara dunia sembilan kali grand prix (GP) balap motor itu tetap mendapat dukungan dari Yamaha. Rossi bakal menggunakan motor YZR-M1 yang sama dengan tim utama.

The Doctor belum pernah lagi memenangi balapan MotoGP sejak GP Belanda 2017 dan hanya meraih satu podium pada 2020, ini pertama kali sejak musim debut di Ducati (2011).

Namun begitu, kubu Petronas SRT optimistis Rossi tidak akan mengubah pola pikirnya bahwa kemenangan selalu menjadi target serta mencoba meraih podium secara reguler.

"Saya pikir tekanannya tidak berkurang, dia (Rossi) sangat ingin tampil (maksimal) dan datang kemari dengan tujuan untuk mencoba naik podium dan memenangi balapan lagi dan lagi," ujar Johan Stigefelt, usai peluncuran tim, Senin (1/3/2021).

Baca Juga:

"Kami sadar itu sangat sulit, namun, menurut saya, terkadang baik bagi semua orang untuk mengubah lingkungan mereka. Dan masuk ke tim baru dengan beberapa staf yang ikut bersamanya, kombinasi mekanik kami dan krunya, akan membuat tim yang solid."

"Kepala krunya, David (Munoz) sangat mudah namun punya pendekatan yang sangat baik dan pemikiran terbuka. Saya kira semua itu membuat pembalap nyaman. Anda pun sudah lihat bagaimana Franco (Morbidelli) dan Fabio (Quartararo) beradaptasi di sini."

"Mereka senang bagaimana tim ini bekerja karena itu hal yang terpenting untuk saya sebagai direktur tim. Ketika kami memiliki mekanik yang antusias, pembalap yang bahagia, maka performa akan datang," Stigefelt menjelaskan panjang lebar.

Senada, Prinsipal Tim Petronas SRT Razlan Razali pun meyakini Valentino Rossi akan membawa stabilitas ke skuad musim 2021, yang masih dipengaruhi pandemi Covid-19.

"Nah, karena pandemi, memiliki Vale di dalam tim menjadi lebih baik. Opsi merekrut Valentino adalah pilihan menarik daripada rookie di tengah situasi saat ini. Kami ingin melanjutkan performa musim lalu," ujar Razali kepada Motorsport.com.

"Kami tahu tim telah memiliki pembalap muda hebat dalam diri Franco (Morbidelli), tetapi, kami juga yakin Valentino bisa menghadirkan stabilitas dan performa."

Pembalap anyar Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, bergaya di atas motor M1 dalam sesi peluncuran tim untuk MotoGP 2021.

Pembalap anyar Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, bergaya di atas motor M1 dalam sesi peluncuran tim untuk MotoGP 2021.

Foto oleh: Petronas Yamaha SRT

"Ketika dia santai dan nyaman dengan motor, dia bisa memberikan performa yang dibutuhkan. Jadi, ini lebih untuk menghadirkan stabilitas dan kami membuat sebuah pengecualian besar tahun ini hanya untuk Valentino," Razali menambahkan.

Razali pun mengungkapkan Rossi memiliki kriteria kinerja yang harus dipenuhi dalam kontrak mereka dengan Yamaha sebelum diskusi terkait musim 2022 dapat dilakukan.

Plus nanti pembalap 42 tahun itu punya waktu melakukan evaluasi untuk mempertimbangkan sekaligus memutuskan apa rencana masa depannya setelah MotoGP 2021.

"Kami harus melihatnya balapan demi balapan dengan Valentino. Tentu saja, seperti pembalap lain, saya pikir enam hingga tujuh balapan pertama sangat penting untuk mengetahui di mana dia berada," tutur Razali.

"Valentino sebagai rider berpengalaman, juga akan mengevaluasi sendiri performanya dalam sebelum memutuskan apa yang harus dia lakukan. Kami sadar kontraknya dengan Yamaha ada target tertentu yang harus dicapai sebelum diskusi tentang tahun depan."

dibagikan
komentar
Seluruh Pembalap Ducati Berangkat ke Qatar

Artikel sebelumnya

Seluruh Pembalap Ducati Berangkat ke Qatar

Artikel berikutnya

Morbidelli Harapkan Musim yang Bersahabat

Morbidelli Harapkan Musim yang Bersahabat
Muat komentar