Sakit sebelum balapan, Dovi sempat khawatir kehabisan energi

dibagikan
komentar
Sakit sebelum balapan, Dovi sempat khawatir kehabisan energi
Valentin Khorounzhiy
Oleh: Valentin Khorounzhiy
5 Jun 2017 09.25

Andrea Dovizioso sempat mengaku khawatir bakal kehabisan energi saat tampil di Mugello. Pasalnya, malam sebelum balapan, ia mengalami sakit karena keracunan makanan.

Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team, Danilo Petrucci, Pramac Racing
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Andrea Dovizioso, Ducati Team
Podium: Race winner Andrea Dovizioso, Ducati Team

Meraih hasil kualifikasi start ketiga, Dovizioso menghadapi balapan dalam kondisi fisik tak fit. Ia dilaporkan keracunan malam pada Sabtu (3/6) malam. Bahkan, hanya menempuh satu lap saat sesi Warm Up Practice (WUP, Minggu (4/6) pagi.

Kendati didera rasa sakit, nyatanya Dovizioso mampu menunjukkan penampilan kompetitif. Ia merebut posisi pertama usai menyalip Maverick Vinales di trek lurus saat memasuki Lap 14. Pembalap Ducati itupun keluar sebagai juara di Mugello.

“Hari yang sangat aneh bagi saya. Bagian teranehnya adalah kemenangan,” ucap Dovizioso usai balapan.

“Saya tidak punya energi. Kami tidak menjalani warm-up. Tapi untungnya kami tidak punya sesuatu untuk dicoba, karena situasi kami (dengan motor) sangat bagus.

“Dan saya juga tidak punya energi sebelum balapan. Saya ketakutan. Saya takut akan kehabisan energi selama balapan. Tapi kenyataannya, saya mampu melaju cepat dalam cara yang halus. Bagi saya itu perbedaan besar sepanjang balapan, untuk berada di belakang Maverick.

“Pada 10 lap terakhir, saya memutuskan untuk menyalip dia tanpa menggunakan strategi. Dan setelah itu, saya menyadari pembalap lain tidak punya kecepatan untuk lebih cepat. Jadi, saya fokus pada ritme dan kecepatan diri sendiri.”

Tak yakin raih kemenangan

Dovizioso mengatakan ia tak menargetkan kemenangan jelang MotoGP Italia. Namun, kecepatan saat sesi latihan membuat ia menyadari, bahwa kemenangan itu mungkin dicapai.

“Tentu kami tahu mampu lebih dekat di sini. Dan ketika Anda mampu lebih dekat, segalanya bisa terjadi selama akhir pekan. Tapi tentunya, target saya bukan untuk menang,” ungkapnya.

“Tapi dari latihan pertama, kami menunjukkan kecepatan bagus. Kapan saya menyadari kami punya peluang untuk bertarung? Itu saat latihan keempat.”

Usai menyalip Vinales, Dovizioso secara perlahan membuat gap dari para rivalnya, termasuk Danilo Petrucci dan Valentino Rossi.

Kendati demikian, ia tak yakin bisa memenangi balapan, setidaknya hingga memasuki tikungan terakhir.

“Selama balapan, saya punya feeling yang aneh. Sulit bagi saya untuk memahami. Valentino punya sesuatu pada akhir balapan, dan di sini dia sangat kuat. Jadi, saya punya pertanyaan,” jelas Dovizioso.

“Maverick sangat, sangat kuat. Dan ketika saya melihat dia pada dua lap terakhir, terpaut 1,2 detik (di belakang), saya berkata, ‘Ah, sial’.

“Danilo memangkas jarak dengan saya dan lebih lambat satu detik. Dan dalam pertarungan melawan Danilo, dia benar-benar kuat. Jadi, saya menyadari mampu menang justru di tikungan terakhir.

“Pada lap terakhir, saya unggul 0,8 detik (atas Vinales). Tapi saya tidak tahu apakah dia bisa memangkas jarak, dan apakah dia mampu menyalip saya di tikungan terakhir. Saya tidak tahu. Saya tidak merasakannya. Saya tidak mendengarnya.”

Artikel MotoGP berikutnya
Klasemen pembalap setelah MotoGP Italia

Artikel sebelumnya

Klasemen pembalap setelah MotoGP Italia

Next article

Lorenzo mengaku tidak cepat di Mugello

Lorenzo mengaku tidak cepat di Mugello
Load comments