Schwantz Sarankan Acosta untuk Pindah dari KTM jika Diperlukan

Kevin Schwantz, legenda MotoGP dan juara dunia 1993, memberi Pedro Acosta beberapa nasihat tentang masa depannya dan berbicara tentang momentum Marc Marquez dan Jorge Martin.

Pedro Acosta, Red Bull KTM Factory Racing

Selama kunjungan MotoGP ke Circuit of the Americas, banyak tokoh-tokoh terkenal dari sejarah kejuaraan mampir di lintasan. Salah satunya adalah Kevin Schwantz.

Pembalap legendaris asal Texas, legenda MotoGP dan juara 500 cc 1993 dengan motor Suzuki #34, merupakan salah satu bintang tamu terbesar di COTA. Ia bahkan ikut ambil bagian dalam siaran internasional akhir pekan. Selain itu, Schawantz juga memberikan wawancara yang menarik untuk DAZN Spanyol, di mana ia berbicara tentang beberapa hal menarik.

Salah satunya adalah masa depan Pedro Acosta. Setelah krisis keuangan di KTM dan penurunan performa, rumor berkembang bahwa 'Hiu Mazarron' mungkin akan pergi lebih awal dari yang diharapkan.

Spekulasi mencuat setelah pembalap Spanyol itu mengatakan bahwa tes di Jerez setelah GP Spanyol akan menjadi hari yang penting bagi merek tersebut. Dia juga tertangkap basah melakukan percakapan 'kompromi' di Austin. Ia terekam kamera sedang bersama bos Pramac Yamaha, Paolo Campinoti, dan meski tidak jelas apa yang mereka bicarakan, pembalap asal Spanyol ini menyarankan untuk berbicara dengan Albert Valera, manajernya.

Ditanya tentang masa depan Acosta dan keputusan yang mungkin harus dihadapi di masa depan, Schwantz sendiri memberikan nasihat kepada juara Moto3 2021 dan Moto2 2023 itu. Bagi pria asal Amerika Serikat itu, talenta muda asal Puerto de Mazarron tersebut harus melakukan perubahan merek jika memang dirasa perlu.

"Sebagai rider, Anda harus pergi ke tempat yang menurut naluri Anda harus pergi. Jika perubahan itu perlu, lakukanlah. Apabila Anda ingin mengendarai sesuatu yang berbeda, lakukanlah sesuatu yang berbeda dan, jika ada kesempatan, mungkin inilah saatnya untuk membalap untuk pihak lain yang melaju lebih cepat saat ini," Schwantz memulai di tengah rumor yang menyebutkan bahwa Acosta sedang mempertimbangkan kepindahannya ke Ducati, ke VR46, meskipun itu bukan satu-satunya merek yang disebutkan.

Pedro Acosta, Red Bull KTM Factory Racing

Lebih lanjut, pria 60 tahun ini menunjukkan keyakinannya pada kemampuan Pedro. "Dia akan terus berusaha. Yang pasti dia ingin berada di tiga besar atau empat besar. Ia ingin menang. Ia masih memiliki gairah itu, dalam suaranya, dalam hatinya. Kita akan melihat hal-hal besar darinya sebelum musim ini berakhir, pastinya," tuturnya.

Schwantz komentari Marquez dan Martin

Dalam wawancara tersebut, Schwantz juga berbicara tentang dua sosok hebat lainnya di dunia motor Spanyol. Yang pertama, Marc Marquez. Mantan pembalap asal Amerika Serikat ini melihat ada perubahan dalam diri sang juara dunia delapan kali itu sejak kepindahannya ke tim pabrikan Ducati.

"Saya pikir Anda bahkan melihat Marc yang lebih percaya diri. Saya pikir Anda selalu bisa melihatnya di Honda, di mana mungkin dia sedikit, Anda tahu... tidak terlalu percaya diri, harus memulihkan diri dari dorongan depan atau drift belakang. Sekarang, kita melihat seorang pembalap yang sangat nyaman dan tidak membuat banyak kesalahan. Jadi... Ia adalah pembalap yang mengendarai motornya dengan penuh percaya diri," tuturnya.

Kevin Schwantz

Kevin Schwantz

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Sosok kedua yang dia bicarakan adalah Jorge Martin. Schwantz juga harus mempertahankan gelar pada masanya. Ia memberikan beberapa saran kepada pembalap Spanyol itu, terutama mengingat situasi sulit yang dialaminya setelah mengalami cedera pada tes pramusim di Sepang dan sebelum GP Thailand, sehingga absen di tiga putaran pertama musim ini.

"Seseorang mengatakan kepada saya setelah memenangi gelar Kejuaraan Dunia bahwa bagian tersulit adalah mencoba mempertahankannya. Dan itu dimulai sejak pertama kali Anda naik ke atas motor. 

"Anda merasakan tekanan untuk menjadi nomor satu, untuk menjadi juara dunia. Anda harus membuktikan kepada semua orang bahwa Anda pantas, dan itu sulit. Mengalami kecelakaan di pramusim, mengalami cedera, lalu mengalami cedera lagi, dan absen di tiga Grand Prix pertama," ucapnya.

 Namun, mantan pembalap Suzuki ini tetap positif. "Ketika Anda kembali ke motor, bahkan jika Anda sudah 100 persen, Anda masih harus kembali ke kebugaran balapan. Kita lihat saja nanti. Mungkin dia dan Aprilia bisa menang sebelum akhir musim," terangnya.

Martin sendiri sempat membalas prediksi ini, juga dalam wawancara dengan DAZN. "Tuhan mendengarnya," kata pembalap Spanyol itu.

Baca Juga:
Artikel sebelumnya MotoGP Rayakan Pertunangan Fans dengan Undangan ke Austin
Artikel berikutnya KTM dan Aprilia Jalani Tes Privat di Misano

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Edisi

Indonesia Indonesia
Filter