Kevin Schwantz Sempat Kira Sachsenring Jadi Titik Balik Marc Marquez

Kevin Schwantz terkejut melihat Marc Marquez mengalami kemunduran setelah kesuksesannya pada GP Jerman. Kini juara dunia 500cc 1993 tersebut percaya pemilik nomor 93 itu harus belajar lagi untuk membalap tanpa rasa takut.

Kevin Schwantz Sempat Kira Sachsenring Jadi Titik Balik Marc Marquez

Marc Marquez hanya butuh enam Grand Prix untuk mendapatkan kembali kemenangan setelah kembali dari masa pemulihan cedera lengan yang dialaminya sembilan bulan. Pembalap Repsol Honda tersebut berhasil meraih kemenangan di Sachsenring.

Selanjutnya, baru lima putaran kemudian, di MotorLand Aragon, ia bisa menyabet podium lagi dan harus menunggu dua Grand Prix berikutnya untuk mengklaim kemenangan lainnya di Austin, awal Oktober.

Kevin Schwantz mengharapkan keberhasilan di GP Jerman menjadi titik balik bagi Marc Marquez. Tetapi, akhirnya hanya di sirkuit yang mendukung kondisi fisiknya dan memberikan sedikit tekanan pada lengan kanannya yang membuat juara dunia enam kali.

"Saya melihat Sachsenring secara langsung. Saya kira ketika kita kembali setelah pemulihan yang begitu lama seperti yang dialami Marquez, itu mungkin menimbulkan tantangan fisik terbesar, dengan tikungan sempit, berliku, menuntut fisik, dan dia mendominasi semua orang," kata Schwantz via MotoGP.com.

“Saya pikir itu bakal menjadi titik balik yang besar di musim ini, namun dia tampaknya tidak percaya diri di semua trek. Senang melihat orang-orang bertarung (dengannya) seperti Pecco (Bagnaia) di Aragon," tambahnya.

Marquez membuat kemajuan di setiap balapan yang dijalaninya. Ia berjuang untuk posisi pertama di GP Austria, dibantu hujan, dan finis di tempat keempat di GP San Marino, di dua sirkuit di mana juara dunia enam kali MotoGP itu kurang diunggulkan.

Baca Juga:

Kevin Schwantz, yang kariernya kerap diwarnai cedera, tahu bahwa penting untuk berhasil melepaskan diri darinya untuk dapat lagi membalap secara efektif, sesuatu yang belum bisa sepenuhnya dilakukan Marquez karena masih bermasalah dengan lengannya.

"Anda selalu memikirkan cedera di benak Anda. Anda selalu berkata kepada diri sendiri 'jika saya jatuh di tikungan ini, jika saya melangkah terlalu jauh, saya kehilangan bagian depan. Saya harus tetap di atas motor dan bisa melakukan apa yang saya lakukan sebelum cedera',” ujarnya.  

"Dengan balapan, mendapatkan konsistensi dan makin dekat ke posisi terdepan setiap akhir pekan, Anda harus mencoba sedikit melupakan, itu tidak bisa terus berlanjut. Jika tidak, itu bisa bertahan sepanjang musim dan mungkin beberapa tahun.  

Schwantz, di sisi lain, tidak meragukan kemampuan Marquez dan Honda untuk mendapatkan kembali meraih kemenangan dan bersaing untuk gelar.

"Dia dihadapkan dengan kenyataan. Saya yakin itu sulit untuk dia tapi mengetahui Marquez dan orang-orang di Honda mereka tidak akan sulit meraihnya. Mereka tidak akan kehilangan semangat. Mereka akan terus bekerja, sampai akhir musim, mencoba memberinya motor yang lebih baik tahun depan untuk mendapatkan kembali kemenangan," kata Schwantz.

Sejauh ini, dengan meraih dua kemenangan dan tiga podium, Marquez telah mengumpulkan 117 poin. Dengan raihan tersebut, pembalap Spanyol berada di peringkat ketujuh klasemen sementara musim ini.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

*Artikel ini dibuat oleh M. Fadhil Pramudya P yang sedang menjalani magang.

dibagikan
komentar
Mick Doohan: Fabio Quartararo Jadi Pembeda Musim Ini
Artikel sebelumnya

Mick Doohan: Fabio Quartararo Jadi Pembeda Musim Ini

Artikel berikutnya

Scott Redding Kesal Tak Punya Peluang Balik ke MotoGP

Scott Redding Kesal Tak Punya Peluang Balik ke MotoGP
Muat komentar