MotoGP
12 Mei
Event berikutnya
72 hari
Selengkapnya:

Sempat Kesal, Bos Tech3 Kini Total Bantu Bisnis KTM

Kekecewaan bos Tech3, Herve Poncharal, kepada KTM telah pudar. Kini pria berkebangsaan Prancis tersebut berbalik mendukung pabrikan Austria di dalam dan luar lintasan.

dibagikan
komentar
Sempat Kesal, Bos Tech3 Kini Total Bantu Bisnis KTM

Tech3 berpartisipasi di tiga ajang balap motor, yakni Moto3. MotoGP dan MotoE. Tim yang didirikan pada 1990 tersebut sempat bertarung di Moto2 ketika masih menggandeng Yamaha, selama 18 tahun.

Namun, usai berganti partner, KTM malah mundur dari pembuat sasis Moto2. Akibatnya, Tech3 juga terpaksa turun kasta ke Moto3 untuk pertama kali sejak satu dekade terakhir.

Awalnya, pria 63 tahun itu kesal dengan kenyataan pahit tersebut. Tapi setelah mencerna keputusan tersebut, Poncharal bisa menerima dan mulai menikmati dinamika balapan level ketiga.

Di musim debutnya, mereka menurunkan Deniz Oncu dan Ayamu Sasaki, yang mengakhiri lomba di peringkat ke-17 dan 16. Tim satelit berkontribusi pada raihan runner-up konstruktor KTM.

“Di GP Austria 2019, ketika Stefan Pierer (CEO KTM) mengatakan harus ke kelas Moto3. Akhirnya, saya memahami argumennya,” ujarnya dalam wawancara dengan Speedweek.

“Jelas bahwa hal itu membuat kami boleh menggunakan sumber daya lebih banyak di MotoGP dan Moto3. Perkembangan hasil signifikan untuk 2020, telah mengonfirmasi tepatnya keputusan tersebut.

“Ya, bagi saya sebagai pemilik tim, pergantian ke Moto3 sangat mengejutkan, awalnya. Namun, sebagai partner KTM, saya tidak mau fokus kepada ketertarikan pribadi. Saya merasa sebagai bagian dari keluarga KTM dan proyek ini. Itu kenapa saya membagi pandangan Stefan Pierer, Hubert Trunkenpolz dan Pit Beirer.”

Baca Juga:

Ia bahkan kini lebih loyal kepada KTM dan lebih peduli kepada jalannya roda bisnis perusahaan tersebut. Produsen motor tersebut memerlukan dana besar untuk membiayai operasional di dunia balap.

KTM Factory Racing mempekerjakan ratusan orang. Di bawah tim pabrikan, ada 70 pembalap terikat kontrak. Di Munderfing, 150 staf bekerja untuk kesuksesan skuad di ajang Red Bull Rookies Cup, Moto3 dan MotoGP.

Sementara di Innviertel, ada 140 pekerja yang mengurus logistik, komunikasi dan pemasaran serta off-road. KTM juga memiliki merek Husqvarna (25 pembalap) dan GASGAS (20). Beier mengatur 460 kru yang berkecimpung di berbagai tipe balapan, di antaranya ketahanan, reli, motocross serta grand prix motor.

“KTM melakukan hal-hal luar biasa, di satu sisi itu merupakan inti bisnis dalam pasar motor dan di sisi lain, dalam balap motor. Saya gembira ketika KTM melakukan hal-hal hebat dalam bisnis dan merayakan keberhasilan saat balapan,” tutur Poncharal.

“Dengan senang hati, saya membantu KTM. Saya mendukung KTM Prancis dengan beberapa promosi, secara rutin saya mengunjungi beberapa dealer KTM di area saya. Kalau ada teman saya mau beli motor baru dan belum yakin dengan pembuatannya, saya membimbingnya ke dealer KTM.”

Totalitas Poncharal ditambah performa mengesankan Iker Lecuona dan Miguel Oliveira, membuat KTM yakin untuk memperpanjang kontrak dengan Tech3 untuk lima tahun ke depan. Mereka bahkan mempromosikan rider Portugal ke tim utama dan menggantinya dengan Danilo Petrucci. 

“Saat balapan penutup di Portugal, Stefan Pierer berkata kepada saya, ‘Kita harus mempersiapkan kontrak baru MotoGP’. Saya menjawab, ‘Tentu, Stefan’, Poncharal mengisahkan.

“Stefan melanjutkan, ‘Bagaimana dengan kontrak jangka panjang?’ Lalu saya berkata, ‘Stefan, saya tidak menolak kontrak jangka panjang. Lima tahun akan luar biasa. Saya siap untuk itu’. Dia tampak puas dan kemudian berpaling kepada Pit Beirer, ‘Anda mendengar itu? Mari persiapan kontrak lima tahun.’”

Rins: Marquez Tetap Jadi Pembeda

Artikel sebelumnya

Rins: Marquez Tetap Jadi Pembeda

Artikel berikutnya

Galeri Foto: Wajah Baru Tikungan 10 Sirkuit Catalunya

Galeri Foto: Wajah Baru Tikungan 10 Sirkuit Catalunya
Muat komentar