Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
MotoGP MotoGP Italia

Setelah 8 Balapan, Aleix Espargaro Paling Banyak Raih Podium

Aleix Espargaro dan Aprilia telah menjadi kombinasi luar biasa pada MotoGP 2022. Ini dibuktikan dengan konsisten bersaing di baris depan. Setelah delapan balapan, rider Spanyol itu yang paling sering naik podium.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Musim ini Aleix Espargaro memperlihatkan progres fantastis bersama Aprilia Racing. Sekarang bertarung untuk podium MotoGP bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Dan itu terlihat selama delapan race 2022.

Espargaro kini diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara dunia. Pasalnya, ia bisa dibilang adalah rider paling konsisten. Ini diperkuat dengan fakta bahwa Spaniard secara reguler mampu finis di podium.   

Setelah delapan grand prix musim ini, pria 32 tahun tersebut telah membukukan lima podium. Bahkan, empat yang terakhir diraih secara beruntun. Tak ada pembalap yang mampu menyamai pencapaiannya.

Podium MotoGP 2022 perdana Aleix Espargaro datang di Grand Prix Argentina. Ketika itu, ia mencetak sejarah dengan merengkuh kemenangan pertamanya dan Aprilia di kelas premier. Setelahnya, ia selalu finis P3 dalam empat race terakhir: GP Portugal, Spanyol, Prancis dan Italia.    

Baca Juga:

Ini menjadikan Espargaro adalah pembalap yang paling konsisten naik podium sejauh ini. Bahkan jumlah koleksinya melampaui pemuncak klasemen sementara sekaligus juara dunia bertahan Fabio Quartararo.

El Diablo, yang juga salah satu pembalap dengan performa konsisten sejauh ini, mencetak total empat podium. Rinciannya, yakni kemenangan dalam GP Portugal serta P2 di GP Indonesia, Spanyol dan Italia.    

Di belakang Quartararo ada bintang Gresini Racing-Ducati Enea Bastianini, yang telah mengoleksi total tiga podium. Hebatnya, semua raihan La Bestia itu berupa kemenangan (GP Qatar, Amerika dan Prancis).

Seperti Bastianini, seluruh podium Francesco Bagnaia juga berbentuk kemenangan. Tetapi pembalap tim pabrikan Ducati tersebut baru meraihnya dua kali, yakni dalam GP Spanyol dan akhir pekan lalu di Italia.

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pembalap lain yang juga sudah berhasil mengantongi podium musim ini adalah Johann Zarco, Alex Rins dan Jack Miller (masing-masing 2) serta Miguel Oliveira, Brad Binder, Jorge Martin dan Pol Espargaro (1).   

Konsistensi finis di podium telah membuat Aleix Espargaro percaya diri. Ia merasa dirinya adalah pesaing kuat untuk memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2022. Saat ini ia berada di peringkat kedua dalam klasemen sementara dan hanya tertinggal delapan angka dari Quartararo.

“Masih sulit mengetahuinya. Yang jelas adalah Fabio (Quartararo) dan saya terus bertarung di depan. Pecco (Bagnaia) membuat lebih banyak kesalahan, tetapi saat semua berjalan baik untuknya, tak mudah mengalahkannya,” ujar Espargaro menganalisis kans juara dilansir Marca.

“Tetapi Enea (Bastianini) juga eksplosif. Menjadi konsisten sangat bagus, namun Anda juga harus cepat sebab selama Anda cuma finis ketiga, akan sulit. Anda harus lebih kencang lagi. Sejauh ini, kami terbukti lebih reguler di depan, jadi saya pikir kami mampu bermain (untuk gelar).

Francesco Bagnaia, Ducati Team, Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team podium

Francesco Bagnaia, Ducati Team, Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Aleix Espargaro, Aprilia Racing Team podium

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Pecco, Fabio dan saya adalah pesaing gelar. Semuanya bekerja dengan baik di garasi kami. Kini kami hanya tertinggal delapan poin. Sungguh, saya pikir akan berjuang sampai Valencia (race final),” tambah sang rider, yang tampaknya melupakan Bastianini sebagai salah satu rival.  

Salah satu yang tidak meragukan kapasitas Aleix Espargaro untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini adalah pembalap Repsol Honda sekaligus adiknya, Pol Espargaro. Menurutnya, sang kakak sangat brilian.

“Apa yang dia lakukan benar-benar spektakuler. Aprilia bekerja sangat baik, namun itu menjadi lebih efektif bersama Aleix. Dia kini berada dalam mode yang luar biasa dengan motornya,” Pol menuturkan.  

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Jorge Martin: Rasanya Gila Bisa Melaju 363,6 Km/Jam
Artikel berikutnya Melenceng ke Area Rumput, Miller Mengaku Kepepet

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia