Statistik Impresif di Assen Kembali Tantang Marquez

Setelah memenangi GP Jerman di Sachsenring, Minggu (20/6/2021) lalu, Marc Marquez akan kembali turun di Assen pada GP Belanda, akhir pekan ini.

Statistik Impresif di Assen Kembali Tantang Marquez

Sebelum memenangi GP Jerman 2021, akhir pekan lalu, Marc Marquez (Repsol Honda) memiliki catatan impresif di Sirkuit Sachsenring. Ia selalu memenangi lomba di sana sejak 2010 (termasuk di kelas 125cc dan Moto2).

Satu-satunya Marquez tidak mampu menang di Sachsenring adalah saat sirkuit tersebut tidak menggelar lomba MotoGP pada 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Kebetulan, tahun lalu Marquez juga tidak bisa turun penuh di MotoGP karena cedera.

Hal yang nyaris serupa dialami Marquez di Sirkuit Assen yang akan menggelar GP Belanda, akhir pekan ini. Sejak 2010, torehan terburuk Marquez di Assen hanyalah finis di podium ketiga!

Setelah tidak mampu melanjutkan lomba kelas 125cc di Assen pada 2008 dan hanya finis P10 pada 2009, Marquez akhirnya menang pada 2010.

Kemenangan tersebut berlanjut saat ia naik ke kelas Moto2. Sama seperti di Sachsenring, Marquez juga mampu memenangi balapan Moto2 di Assen pada 2011 dan 2012.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Foto oleh: Dorna

Di MotoGP, torehan Marquez di Assen agak berbeda dibanding Sachsenring, kendati tidak terlalu buruk. Marquez mampu naik podium utama MotoGP Belanda pada 2014 dan 2018. Selebihnya, ia finis P2 pada 2013, 2015, 2016, dan 2019 serta podium ketiga pada 2017.

Dengan kata lain, juara dunia balap motor delapan kali – 125cc 2010, Moto2 2012, MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019 – tersebut tidak pernah finis di luar tiga besar di Assen sejak 2010.

Kendati sedang dalam euforia dan motivasi tinggi seusai memenangi GP Jerman untuk kali ke-11 secara beruntun, Marquez mengaku kondisinya dalam menghadapi lomba di Assen kali ini tentu jauh berbeda dibanding musim-musim sebelumnya, saat belum cedera.

Selain itu, layout dan karakter Assen berbeda dengan Sachsenring. Assen memiliki panjang hanya 4,542 km dengan 18 tikungan (6 kiri dan 12 kanan). Dengan lebar hanya sekira 14 meter, trek lurus terpanjang Assen cuma 487 meter.  

“Kami memang menikmati momen kesuksesan di Sachsenring. Namun, kami kini harus fokus lagi dan siap untuk turun di Assen,” ucap Marc Marquez seperti dikutip laman resmi Honda Racing Corporation (HRC).

“Hasil kami di Assen dulu memang bagus. Tetapi, kondisi dan situasi kini tentu berbeda. Cuaca sepertinya akan sangat dingin dan basah, apalagi setelah melihat yang kami temui di Jerman lalu. Jadi, kami harus membenahi situasi dan melihat segala kemungkinan.”

Baca Juga:

Jika Marc Marquez diprediksi akan kembali cepat di Assen, rekan setimnya Pol Espargaro justru masih berkutat dengan penyesuaian motor. Pembalap yang baru musim ini bergabung ke Repsol Honda tersebut hanya mampu finis P10 di Sachsenring lalu.   

“Akhir pekan kami di Jerman memang tidak sempurna. Tetapi kami akan ke Assen dengan fokus baru dan siap untuk start lagi,” ucap Espargaro, 30 tahun.

“Cuaca sepertinya akan menambah kerumitan balapan. Tetapi, kami akan terus bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik. Tujuan kami di Assen adalah menjalani akhir pekan tanpa hambatan.”

Dari delapan balapan yang sudah digelar, hasil terbaik Pol Espargaro di atas Honda RC213V adalah P8 pada lomba pertama di Qatar dan saat balapan dalam kondisi flag-to-flag (berganti motor karena cuaca berubah) di Prancis.

Menjelang GP Belanda, Marc Marquez berada di P10 klasemen sementara dengan 41 poin, terpaut 90 angka dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) di puncak. Adapun Pol Espargaro di peringkat ke-12 dengan 35 poin.

 

 

dibagikan
komentar
Espargaro Sebut Aprilia Belum Pantas Podium

Artikel sebelumnya

Espargaro Sebut Aprilia Belum Pantas Podium

Artikel berikutnya

Cedera Lutut, Morbidelli Lewatkan MotoGP Belanda

Cedera Lutut, Morbidelli Lewatkan MotoGP Belanda
Muat komentar