Suzuki Belum Lihat Urgensi Temukan Pengganti Brivio

Rencana Suzuki mengosongkan kursi manajer yang ditinggalkan Davide Brivio masih berjalan hingga pertengahan musim ini. Tim juara MotoGP 2020 itu belum melihat urgensi mendatangkan pemimpin tim yang baru.

Suzuki Belum Lihat Urgensi Temukan Pengganti Brivio

Kepindahan Brivio ke Alpine F1 menjadi pukulan besar bagi pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu. Pria Italia tersebut turut memprakarsai comeback Suzuki ke MotoGP. Ia juga berjasa mengawinkan titel juara pembalap dan tim musim lalu.

Itu adalah hadiah perpisahan yang sangat indah dari Brivio. Sayangnya, warisannya kurang dikelola dengan baik, ditambah lagi faktor eksternal seperti pengembangan masif Yamaha dan Ducati.

Di bawah kepemimpinan Shinichi Sahara, sang juara bertahan, Joan Mir, terancam kehilangan gelar. Ia kini bertengger di peringkat keempat dengan raihan poin terpaut 51 dari Fabio Quartararo. Sedangkan, Alex Rins terjun bebas dari tiga besar musim lalu menjadi posisi ke-14. Dalam klasemen tim, mereka ranking kelima.

Timbul pertanyaan, apakah seharusnya Suzuki mencari profil yang khusus menjadi manajer. Sebab saat ini, tugas Brivio dibagi antara Sahara dan enam koleganya.

Namun, pemimpin proyek MotoGP untuk Suzuki itu menepis ide tersebut. “Peran manajer tim, seperti David Brivio atau orang lain, dapat memiliki dampak kuat untuk tim kecil seperti kami. Pada saat yang sama, kami harus sadar bahwa keseluruhan operasi ini berdasar pada kerja sama tim, dengan banyak sosok kunci yang melakukan perannya dengan baik,” tutur Sahara kepada Motorsport.com.

“Saya tidak membantah bahwa Davide, sebagai manusia dan manajer tim, punya peranan penting dalam membangun siapa kami sekarang. Kami selalu berada di kapal yang sama. Kepergiannya yang tiba-tiba memaksa kami beradaptasi dan mengevaluasi kembali cara kerja. Ini membantu kami mendapat yang terbaik dari diri sendiri.

“Jelas bahwa kami tidak akan punya seseorang yang baru musim ini. (Keputusan) itu adalah sesuatu yang membutuhkan banyak pemikiran dan rencana. Kami sudah melewati keputusan di menit akhir dan terburu-buru beberapa bulan lalu, ketika Davide mengumumkan kepergiannya. Kali ini, kami memilih mengambil keputusan dengan lebih tenang.”

Baca Juga:

Engineer Jepang itu mengaku tidak keberatan menanggung tambahan tanggung jawab. Ia justru menjadi lebih dekat dengan tim karena harus memonitor semua dari dekat.

“Kami mengelola grup kuat yang merupakan gabungan orang-orang yang bekerja sama dengan sangat baik, berbagi target dan visi sama.

“Secara pribadi, ada asumsi peran manajer tim dan pemimpin proyek membebani saya. Tapi, semakin sering hadir di sirkuit justru menawarkan kepada saya peluang tak ternilai untuk lebih banyak kontak dengan anggota tim. Saya melihat dengan mata sendiri banyak hal yang dulu tertutup bagi saya.”

Jeda kompetisi dimanfaatkan tim tersebut untuk melakukan evaluasi kinerja termasuk menyusun strategi agar lebih tangguh di paruh kedua.

“Saya perlu waktu untuk memahami dinamika tim dengan lebih baik. Ketika perubahan teknik terjadi pada motor, lebih cepat dan mudah melihat apakah itu baik atau buruk. Tapi ketika terjadi perubahan dalam manajemen, ceritanya berbeda. Butuh waktu lebih lama untuk mengetahui efek dan mengevaluasi situasi,” ia menjelaskan.

“Saya akan mengambil kesempatan liburan musim panas untuk melakukan evaluasi bagian pertama musim, di mana ada banyak kesempatan mengombinasikan manajemen dan menelaah. Mengambil libur akan membantu saya mempertimbangkan dengan lebih baik apakah kami butuh mengubah sesuatu untuk tahun depan dan bagaimana menyelesaikannya.”

Davide Brivio, Joan Mir, Tim Suzuki MotoGP
Davide Brivio, Joan Mir, Tim Suzuki MotoGP
1/3

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Davide Brivio, Manajer Tim Suzuki MotoGP
Davide Brivio, Manajer Tim Suzuki MotoGP
2/3

Foto oleh: Suzuki MotoGP

Shinichi Sahara, Pemimpin Proyek Suzuki MotoGP
Shinichi Sahara, Pemimpin Proyek Suzuki MotoGP
3/3

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Tak Lagi Muda dan Sering Cedera, KTM Belum Berniat Ganti Kallio

Artikel sebelumnya

Tak Lagi Muda dan Sering Cedera, KTM Belum Berniat Ganti Kallio

Artikel berikutnya

Insiden Bikin Zarco Bisa Bicara dengan Rossi

Insiden Bikin Zarco Bisa Bicara dengan Rossi
Muat komentar