Suzuki siap korbankan keuntungan teknis demi podium

Suzuki akan terus tampil menekan demi meraih podium dalam tiga balapan tersisa MotoGP 2016, meskipun hal tersebut akan membuat tim kehilangan keuntungan teknis.

Baik Suzuki dan Aprilia mendapatkan keuntungan teknis, sebagai upaya memangkas jarak dengan pabrikan mapan MotoGP lainnya.

Keuntungan teknis itu meliputi kesempatan mengembangkan mesin dalam musim yang berjalan, jatah sembilan mesin dan kebebasan untuk melakukan tes bersama pembalap resmi. Sementara Honda, Yamaha dan Ducati hanya dibatasi lima hari tes.

Sistem yang memperbolehkan keuntungan teknis itu didukung oleh sistem poin; dengan tiga poin untuk kemenangan, dua untuk posisi kedua, dan satu untuk posisi ketiga. Begitu Suzuki atau Aprilia melewati enam poin, keuntungan teknis yang dimiliki mereka otomatis dicabut.

Suzuki kini sedikit lagi akan kehilangan keuntungan teknis tersebut; kemenangan Maverick Vinales di Silverstone dan finis podium di Le Mans dan Motegi. Pabrikan Jepang ini telah mengoleksi lima poin.

Dan meski jika kembali berhasil finis di podium, yang otomatis membuat keuntungan teknis dicabut, Team Manager Davide Brivio menegaskan timnya tidak akan mengendur.

Jika ada peluang untuk merebut podium, Suzuki akan mencoba sekuat tenaga demi mendapatkannya.

“Kami akan lebih memilih finis di podium daripada menjaga keuntungan teknis untuk musim depan, karena target kami adalah untuk mengukur kemampuan dalam melawan tim teratas pada level yang sama,” ucap Brivio kepada Motorsport.com.

“Keuntungan terbesar adalah tidak memiliki pengembangan mesin yang dibekukan. Mendapatkan jatah sembilan atau tujuh mesin itu sama, dan jumlah untuk melakukan tes juga tidak banyak berubah.”

Jadilah bagian dari sesuatu yang besar

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Aleix Espargaro , Maverick Viñales
Tim Team Suzuki MotoGP
Tipe artikel Breaking news