Tak Bertahan di MotoGP, Binder Korban Kontrak dengan Yamaha

Bos RNF Racing, Razlan Razali, mengakui bahwa Darryn Binder adalah korban perpecahan tim dengan Yamaha untuk MotoGP 2023.

Tak Bertahan di MotoGP, Binder Korban Kontrak dengan Yamaha

Bungsu Binder bersaudara ini melompat dari Moto3 ke MotoGP secara langsung setelah direkrut tim satelit Yamaha tersebut.

Skuad, yang sebelumnya bernama Petronas SRT, memutuskan untuk berpisah dengan Yamaha untuk 2023 karena tidak dapat mengamankan kesepakatan jangka panjang dengan mereka.

Dalam situasi ini, tawaran menjadi tim satelit Aprilia tahun depan pun sulit ditolak. Pindah pabrikan, tentu saja ada persyaratan yang mesti dipenuhi.

Binder yang menyelesaikan tahun debutnya di urutan ke-24 (dari 26 pembalap yang mendapatkan poin), merupakan pertaruhan gagal RNF dan Yamaha. Namun, silly season berakhir dengan pembalap Afrika Selatan teken kontrak dengan tim Moto2.

Dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com, Razali mengklaim bahwa Binder kehilangan kursinya untuk 2023 karena kontraknya dengan Yamaha, bukan RNF.

"Kepindahan Darryn ke MotoGP adalah pertaruhan, risiko bagi kami dan dia," kata Razali.

"Rencananya adalah program jangka panjang. Ini bukan tentang dia tiba tahun ini dan menjadi Fabio [Quartararo], jauh dari itu, itu tidak mungkin.

Baca Juga:

"Tapi, kami pikir dia memiliki apa yang diperlukan. Sampai batas tertentu, ia menunjukkan punya kemampuan mengendarai motor MotoGP, hanya saja ia masih belajar.

"Jelas bahwa Anda tak bisa melakukan banyak hal dalam satu tahun. Jadi rencananya adalah terus bersama Yamaha dan tetap bersamanya selama beberapa tahun lagi.

"Sayangnya, ia memiliki kontrak dengan Yamaha. Seandainya ia punya kontrak dengan kami dan kami beralih ke Aprilia, kami akan menghormati perjanjian itu. Tapi sayangnya, situasi dengan Yamaha tidak berlanjut. Darryn korban dalam hal itu.

"Apa yang telah dia lakukan benar-benar bagus, tapi sekali lagi, apa yang bisa Anda harapkan darinya setelah datang langsung dari Moto3?”

Darryn Binder, RNF MotoGP Racing

Darryn Binder, RNF MotoGP Racing

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

Tak dipungkiri, Binder memang memberikan beberapa kilasan kualitas. Salah satunya terjadi di Indonesia, balapan keduanya di kelas utama. Pemuda 24 tahun itu mampu mengatasi balapan di tengah hujan untuk memperebutkan P4 (meskipun akhirnya melewati garis finis di tempat kesepuluh).

Razali mencatat bahwa Binder gagal mendapatkan ‘pengembangan nyata’ dengan YZR-M1 spek 2021. Meski begitu, dia yakin untuk debutan, motornya sudah cukup bagus.

RNF mengalami turbulensi pada tahun pertamanya setelah didirikan kembali. Andrea Dovizioso mundur di tengah musim, disusul kepergian WithU, sponsor utama.

Tim Malaysia segera mendapatkan dukungan dari CryptoDATA , yang mensponsori Grand Prix Austria tahun ini.

dibagikan
komentar

Tangkis Komentar Viegas, Direktur VR46 Pastikan Rukun dengan Ducati

Bagnaia Terima Kritik Sepanjang MotoGP 2022 dengan Lapang Dada