Takaaki Nakagami Sebut Honda dalam Masalah Besar

Pembalap LCR Takaaki Nakagami mengatakan Honda sedang berada dalam masalah besar usai kesulitan kembangkan RC213V.

Takaaki Nakagami Sebut Honda dalam Masalah Besar

Nakagami gagal finis di Grand Prix Jerman, bersamaan rekan setimnya Alex Marquez dan pembalap Repsol Honda Pol Espargaro yang alami masalah teknis.

Sedangkan Stefan Bradl yang menggantikan Marc Marquez hanya mampu menyelesaikan balapan di urutan ke-16. Pembalap tuan rumah itu mengaku memiliki masalah dengan suhu panas yang menerpa tangan dan tuas rem.

Ini merupakan pertama kalinya Honda gagal meraih poin konstruktor dalam 40 tahun terakhir.Kala itu, pabrikan Jepang tersebut tak mendapatkan angka karena tiga pembalap mereka Fredie Spencer, Takazumi Katayama dan Marco Lucchinelli melakukan boikot.

Mereka menganggap Sirkuit Nogaro yang menjadi tuan rumah GP Prancis dianggap tak layak untuk menggelar balapan.

Nakagami menjelaskan ada masalah besar dalam kubu Honda dalam mengembangkan RC213V. Pembalap asal Jepang itu mengatakan para insinyur tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan performa motor yang hilang.

“Akhir pekan lalu adalah bencana bagi Honda. Saya terjatuh dan dua masalah teknis menyebabkan kami harus terpaksa menghentikan balapan,” kata Nakagami seperti dilansir Speedweek.

“Tidak menyenangkan melihat Honda menjadi yang terakhir di klasemen. Saya pikir Honda mengerti bahwa kami harus mencoba sesuatu atau mengubah sesuatu. Kami kehilangan arah.

“Kami jelas memiliki masalah, tetapi tidak ada yang tahu apa yang perlu kami ubah. Kami tidak akan bisa mengubahnya akhir pekan ini. Tapi, Honda punya lima pekan di jeda musim panas untuk memperbaikinya.”

Baca Juga:

Takaaki Nakagami mengungkapkan dari apa yang dirasakannya di atas RC213V, saat ini motor tidak memiliki daya cengkeram bagus dan sangat sulit dikendalikan.

Nakagami juga tak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di atas motor dan harus mengubah sedikit gaya balapnya agar bisa melaju lebih cepat.

“Mesinnya bagus. Sasis dan aerodinamika menjadi sumber masalah kami. Seluruh pabrikan berkembang, tapi kami tidak membuat langkah maju sedikit pun sejak musim dingin,” ujarnya.

“Jaraknya semakin besar, jadi tidak mudah untuk selesai di posisi 10 besar. Kami kehilangan keseimbangan.

“Menikung dan saat keluar dari tikungan juga menjadi masalah lainnya. Kami harus menggunakan rem belakang di tengah tikungan untuk mengatasinya. Jadi, sangat mudah sekali terjatuh karena kehilangan daya cengkeram ban depan.

“Dalam beberapa balapan terakhir, saya harus selalu mengendarai motor hingga batasannya.”

Takaaki Nakagami, Team LCR Honda, Team LCR Honda

Takaaki Nakagami, Team LCR Honda, Team LCR Honda

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Trans7 Perpanjang Hak Siar MotoGP hingga 2026
Artikel sebelumnya

Trans7 Perpanjang Hak Siar MotoGP hingga 2026

Artikel berikutnya

Hasil FP1 MotoGP Belanda: Miller Unggul, Quartararo-Bagnaia Tercecer

Hasil FP1 MotoGP Belanda: Miller Unggul, Quartararo-Bagnaia Tercecer