Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Breaking news
MotoGP Austrian GP

Tardozzi: Bagnaia Buktikan Pantas Jadi Nomor 1 pada Pengritiknya

Manajer Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, menekankan performa sempurna Francesco Bagnaia merupakan jawaban untuk para pengritiknya.

Davide Tardozzi, Team Manager Ducati Team

Pecco menguasai persaingan di Red Bull Ring, menghasilkan akhir pekan yang penuh dominasi. Ia menegaskan memang pantas menyandang titel MotoGP 2022 dengan memimpin setiap lap antara Sprint Race dan balapan panjang, serta membuka jarak lebih dari 5 detik dari pengejar terdekatnya, Brad Binder.

Hasil maksimal itu diraih bukan hanya karena Desmosedici GP23 paling kencang, tapi juga kombinasi bakat dan kematangan rider Italia. Tidak ada orang lain yang memenangi 5 GP dan 4 Sprint sejauh ini.

Baca Juga:

"Pecco menjalani akhir pekan sebagai juara dunia. Dia menunjukkan bahwa dia memiliki pemikiran untuk membangun kesuksesan. Dia melakukannya mulai dari Jumat, di mana dia bekerja keras dan kemudian meraih kemenangan pada Sabtu dan akhirnya Minggu.

“Jelas akan ada balapan yang lebih sulit di akhir musim, di mana mungkin lebih baik tidak mengambil risiko untuk membawa pulang poin, tetapi itu akan menjadi keputusannya," kata Tardozzi dalam sebuah pernyataan kepada GPOne.

Manajer tersebut menekankan bagaimana nilai Pecco terlalu sering diremehkan di masa lalu.

"Saat ini, dia berlomba untuk menang dan membuktikan bahwa dia pantas mendapatkan nomor 1. Kemenangan ini adalah jawaban bagi mereka yang mengkritiknya tahun lalu, ketika ada yang mengatakan bahwa dia memenangkan gelar karena kekurangan orang lain. Hal ini tidak benar, karena Pecco memenangkan Kejuaraan Dunia dan hari ini ia membuktikannya,” ungkap Tardozzi.

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Francesco Bagnaia, Ducati Team

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

Pria 64 tahun itu mengagumi upaya Bagnaia untuk terus berkembang meski statusnya kini juara dunia.

"Ia makin matang setelah kecelakaan di Argentina dan Amerika. Setelah kesalahan-kesalahan itu, ia memiliki keberanian untuk berkembang, untuk percaya pada dirinya sendiri dan kualitasnya,” ucapnya.

“Episode-episode itu membuatnya mengambil langkah maju dalam hal kecerdasan dan tekad. Karena itu, Pecco memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh lagi dan itu cukup untuk melihat pertumbuhannya dalam kondisi basah.

“Kami yakin bahwa ia dapat berkembang lebih jauh lagi, menunjukkan bahwa ia dapat mendeskripsikan masalah dengan sempurna dan bekerja sama dengan baik dengan para insinyur.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Quartararo: Saya Tak Mau Karier Panjang, tapi Ingin Juara Lagi
Artikel berikutnya Motor Quartararo untuk MotoGP 2021 dan Lorenzo 2015 Sama

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia