Tardozzi: Tak Seorang pun di Ducati Ragukan Kualitas Bagnaia
Dalam MotoGP Austria, kekecewaan lain muncul musim 2025 yang harus dilupakan oleh Francesco Bagnaiai, tetapi manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, meyakinkan bahwa semua orang di dalam tim terus bekerja keras untuk mencoba membantunya menyelesaikan masalah. Yang jelas, dalam tim masih ada kepercayaan pada bakat dan potensi pembalap Ducati itu.
Grand Prix Austria adalah babak lain yang harus dilupakan Pecco di tahun 2025. Setelah dipaksa pensiun dalam Sprint, ketika bagian belakang Ducati-nya mulai berayun dengan keras, mungkin karena masalah ban. Segalanya tidak berjalan lebih baik bagi juara dunia tiga kali itu pada balapan hari Minggu.
Setelah berada di posisi ketiga selama lebih dari separuh balapan, tidak terlalu jauh dari tandem terdepan, pembalap asal Turin itu kehilangan kecepatan dan disalip bebeberapa pembalap. Alhasil, Bagnaia finis posisi kedelapan, terpaut lebih dari 12 detik di belakang rekan setimnya, Marc Marquez.
Itu adalah situasi yang membuat Pecco kehilangan ketenangan, terutama saat ia tampil di depan mikrofon DAZN. "Saya harap Ducati memberi saya penjelasan, karena saya kehilangan kesabaran," katanya.
Terlepas dari momen sulit dan kesenjangan dengan Marquez, yang saat ini tampak sangat buruk, di Ducati mereka terus percaya pada potensi pembalap yang telah membawa gelar kembali ke Borgo Panigale pada 2022, setelah penantian selama 15 tahun. Manajer tim Davide Tardozzi lah yang menegaskan hal ini sekali lagi di depan mikrofon Sky Sport MotoGP.
Francesco Bagnaia, Tim Ducati
"Sangat disayangkan tentang balapan ini, karena dia memiliki awal yang sangat baik dan memiliki potensi besar. Secara pribadi, saya mengharapkan podium. Mari kita analisis apa masalahnya di paruh kedua balapan, karena ia mengalami penurunan yang besar.
"Tapi, kami terus percaya dan tidak pernah menyerah. Saya telah mengatakan ini sejak awal tahun, tetapi karena kami percaya bahwa Pecco adalah juara sepanjang masa. Kami hanya perlu menemukan keseimbangan yang tepat untuk memberinya motor yang bisa membawanya kembali ke podium," lanjut Tardozzi.
"Seperti yang Anda lihat, di sesi Warm Up, motornya bekerja dengan baik. Dalam balapan, saya pikir motornya bekerja dengan baik, setidaknya di balapan pertama. Saya mengerti bahwa saya selalu mengatakan hal yang sama, tetapi saya bersikeras bahwa potensi itu ada dan kami harus memahami mengapa semua masalah ini terjadi pada Pecco dan mencoba menyelesaikannya.
"Ia menjalani hari Jumat dengan baik, ia menjalani kualifikasi dengan baik, karena ia berada di barisan terdepan, lalu apa yang terjadi pun terjadi. Meskipun saya tidak suka membicarakannya, jelas bahwa sedikit ketidakberuntungan juga terjadi, misalnya masalah pada dasbor di Brno pada Sprint, yang memberinya pesan yang salah ketika dia bisa saja naik podium atau bahkan menang. Serangkaian hal terjadi padanya yang sedikit sial, sedikit masalah, dan kami harus menemukan keseimbangan," tambahnya.
"Saya sudah mengatakan ini sejak awal kejuaraan, tapi saya tetap bersikeras bahwa kami percaya pada Pecco. Tak seorang pun di sini meragukan kualitas dan potensi Francesco Bagnaia, karena ia telah memenangi dua gelar juara dunia di MotoGP, dan juga satu titel Moto2.
"Dia menunjukkan kecepatannya di Austria pada paruh pertama balapan, ketika tidak ada masalah, dia berada di barisan depan dan bahkan di Brno dia meraih pole meskipun pagi itu sulit. Terserah kami untuk mencoba membantunya dan menemukan jalur yang tepat. Kami semua akan senang saat ia kembali naik podium, semoga juga di podium teratas," tutupnya.
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments