Target Iker Lecuona, Tebar Pesona kepada Petronas SRT

Setelah mengalami jungkir balik dalam dua pekan di Austria, Iker Lecuona berhasil mendapatkan lagi ketenangannya. Pembalap Tech3 KTM itu pun tebar pesona di hadapan tim-tim MotoGP yang buka lowongan.

Target Iker Lecuona, Tebar Pesona kepada Petronas SRT

Red Bull Ring seolah jadi panggung Lecuona. Pembalap asal Valencia itu berada di bawah lampu sorot seiring dengan kabar negatif dan positif berseliweran di sekitarnya.

Bak disambar petir, Lecuona mengetahui bahwa dirinya dibuang Tech3 akhir musim nanti. Pasalnya, ia baru dapat kabar bakal diganti oleh Raul Fernandez, rookie Moto2 2021, di tengah Q1 MotoGP Styria.

Perlu waktu mencerna situasi yang ada dan mengubahnya jadi sumber motivasi. “Sejak pekan lalu, ketika mengetahui bahwa tak akan balapan untuk tim ini tahun depan, situasinya menjadi sulit dikendalikan. Tapi saya juga harus mengatakan bahwa saya harap lebih sulit menjaga pola pikir dan fokus. Saya punya tim hebat di sekitar saya,” katanya.

Enam hari setelah kabar buruk tersebut, pemuda 21 tahun tersebut berhasil bangkit. Tak tanggung-tanggung, ia memimpin latihan bebas kedua MotoGP Austria yang digelar dalam kondisi hujan. Untuk mencapai prestasi tersebut, Lecuona nekat ambil risiko mengabaikan larangan Tech3.

Dalam balapan, penampilannya tak kalah memukau. Saat hujan turun dan beberapa lawan melakukan flag to flag, ia bertahan dengan ban slick. Berkurangnya jumlah pembalap yang melaju, membuatnya sempat berada di zona podium.

Baca Juga:

Namun, asa tersebut kandas ketika Francesco Bagnaia, Jorge Martin dan Joan Mir keluar dari pitlane dengan ban basah. Pembalap nomor 27 itu harus finis di urutan keenam, yang merupakan prestasi terbaik dalam karier di MotoGP.

Tampaknya, Lecuona sudah menggeser target. Ia tak mau menyia-nyiakan sisa musim untuk menarik minat pemilik tim yang punya kursi kosong untuk MotoGP 2022.

“Pada dua lap terakhir, mustahil berkendara dengan ban halus. Saya lihat kehilangan posisi kedua, tapi saya mencoba tetap tenang. Pada dua tikungan terakhir, pembalap yang menggunakan ban basah melewati saya, saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ia mengisahkan.

“Saya kehilangan podium ketika bertarung dengan Takaaki Nakagami. Itu sekitar tiga detik. Hasil ini sangat penting karena itu yang terbaik dari karier saya di MotoGP. Sebelumnya, saya punya kesempatan lebih baik, tapi saya tidak bisa menyelesaikan balapan.”

Lecuona memperhatikan tim yang mungkin mau menampungnya. Petronas Yamaha SRT bisa dituju karena punya dua slot kosong yang ditinggalkan Valentino Rossi serta Franco Morbidelli.

“Kemungkinan ini ada. Petronas Yamaha belum merekrut dua pembalap untuk 2022. Jadi saya punya kesempatan di sana. Tapi dalam dunia ini, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi,” ucapnya.

“Itu bukan akhir pekan yang mudah. Saya tahu tidak akan ada di Tech3 tahun depan. Meski begitu, saya berusaha tidak kehilangan fokus dan tetap bekerja dengan tim di jalur yang tepat. Saya kira, saya menangani situasi dengan baik. Masih ada tujuh lomba, untuk menunjukkan kepada semua, apa yang bisa saya lakukan di atas motor MotoGP.”

dibagikan
komentar
Aleix Espargaro Ajak Vinales Catatkan Sejarah bersama Aprilia
Artikel sebelumnya

Aleix Espargaro Ajak Vinales Catatkan Sejarah bersama Aprilia

Artikel berikutnya

Pol Espargaro Frustrasi Gaya Balapnya Tak Cocok dengan RC213V

Pol Espargaro Frustrasi Gaya Balapnya Tak Cocok dengan RC213V
Muat komentar