Tech3 Perlu Jaga Mindset Positif meski Jalani Musim Rumit

Meski Grand Prix Belanda tidak mudah bagi Tech3 KTM, Herve Poncharal melihat sisi positif dan ingin percaya pada paruh kedua MotoGP 2022 nanti setelah hasil cukup bagus pada beberapa race.

Tech3 Perlu Jaga Mindset Positif meski Jalani Musim Rumit

Tech3 jelas tak menjalani paruh pertama musim ini dengan mudah mengingat KTM belum mengeluarkan potensi sebenarnya dan dua rookie mereka frustrasi karena belum bisa tampil secepat yang diharapkan.

Namun demikian, milestone tampaknya telah dicapai tim di Catalunya, di mana Remy Gardner dan Raul Fernandez membukukan hasil terbaik mereka pada 2022, masing-masing finis P11 serta ke-15.

Momentum positif berlanjut di Sachsenring (GP Jerman). Kali ini situasinya terbalik. Fernandez menutup balapan di depan rekan setimnya. Spaniard mengklaim posisi ke-12, sementara Gardner menghuni P15.

Raul Fernandez senang akhirnya mampu mendapatkan poin di kelas premier. Itu membuatnya antusias menatap GP Belanda di TT Circuit Assen. Tech3 datang tentu untuk memulai libur musim panas dengan catatan positif. Sayangnya, itu gagal terwujud pada race rumit bagi kedua pembalapnya.

Baca Juga:

Saat Remy Gardner berjuang menemukan ritmenya dan hanya mampu melewati garis finis di urutan 19, Fernandez harus retire akibat lengan kanan yang sakit mencegahnya berkendara dengan aman.

Prinsipal Tim Tech3 Herve Poncharal sangat menyayangkan hasil di Assen. Setelah dalam dua balapan sebelumnya selalu berhasil mencetak angka, mereka pulang dari Belanda dan memasuki jeda tanpa poin.

“Tim Tech3 mengharapkan menutup paruh pertama musim dengan catatan yang lebih tinggi, terutama usai dua balapan terakhir di Catalunya dan Sachsenring. Pengujian cukup bagus, baik untuk Remy Gardner dan Raul Fernandez, tetapi dalam balapan mereka melewatkan sesuatu, yang sangat disayangkan,” kata Poncharal.

Raul Fernandez, KTM Tech3, Remy Gardner, KTM Tech3

Raul Fernandez, KTM Tech3, Remy Gardner, KTM Tech3

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Terlepas dari itu, ia menolak untuk mengambil penilaian terlalu negatif karena performa on-track dari dua rider tim pabrikan KTM, Brad Binder dan Miguel Oliveira, membuktikan jika motor RC16 bekerja di Assen.

Mereka membuka pintu ke banyak ruang untuk perbaikan dalam kubu Tech3 dan memperlihatkan bahwa hasilnya bisa datang. Pada GP Belanda, Binder mampu finis di urutan kelima dan Oliveira menempati P9.

“Kami perlu menjaga mindset (pola pikir) positif karena saya terkesan dengan kecepatan dan kinerja Brad Binder (di Assen). Dia finis kelima setelah berjuang keras melawan Ducati dan Aprilia, yang saat ini adalah motor terbaik di grid dan Miguel Oliveira kesembilan,” tutur Poncharal.

“Seperti biasa, kami harus melihat gelasnya setengah penuh karena kami memiliki paket bagus dan kami akan terus bekerja keras. Sejak awal musim, tujuan kami adalah untuk menutup gap antara tim pabrikan KTM dan Tech3. Kami masih punya jalan panjang sehingga kami akan terus berusaha maksimal.”

Herve Poncharal, KTM Tech3, berbincang dengan Aki Ajo

Herve Poncharal, KTM Tech3, berbincang dengan Aki Ajo

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Jack Miller: Tak Ada Trek Menguntungkan, Semua Tergantung Pembalap
Artikel sebelumnya

Jack Miller: Tak Ada Trek Menguntungkan, Semua Tergantung Pembalap

Artikel berikutnya

Jorge Martin Buktikan Lebih Baik dari Bastianini

Jorge Martin Buktikan Lebih Baik dari Bastianini