Tempati runner-up, Rossi tak sepenuhnya puas

dibagikan
komentar
Tempati runner-up, Rossi tak sepenuhnya puas
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
31 Okt 2016 09.11

Keberhasilan finis kedua di MotoGP Malaysia, sekaligus memastikan posisi runner-up di klasemen menjadi milik Valentino Rossi. Namun, The Doctor tak sepenuhnya merasa puas.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Podium: second place Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing

Rossi kini mengoleksi 236 poin, atau unggul 28 poin atas Jorge Lorenzo yang berada di peringkat ketiga. Andai sang rekan setim mampu menang di seri pamungkas Valencia, perolehan poinnya tetap tak akan menyamai milik pembalap Italia itu.

Inilah kali ketiga Rossi menempati posisi runner-up di klasemen, sebelumnya pada musim 2014 (295 poin) dan 2015 (325 poin). Lalu, bagaimana tanggapan Rossi?

“Pada akhirnya, saya tidak sepenuhnya puas, karena saya tidak pernah memimpin klasemen. Saya melakukan terlalu banyak kesalahan. Saya kehilangan banyak poin di Mugello,” keluhnya dalam konferensi pers usai balapan, Minggu (30/10).

“Saya ingin memenangi kejuaraan. Tapi melawan (Marc) Marquez, dia terlalu memiliki banyak keunggulan dalam hal poin,” imbuh Rossi.

Pembalap Yamaha itu lalu menambahkan, bahwa penting bagi dirinya untuk finis di depan Lorenzo dalam klasemen akhir.

Pasalnya, Rossi menganggap rekan setimnya itu selalu sulit dikalahkan di Valencia, ditambah The Doctor juga tak memiliki rekor apik di sana.

“Saya cukup senang (finis kedua di Sepang). Ketika saya punya kesempatan untuk mendekat, saya harus mencobanya. Karena jika saya membuat kesalahan, Jorge akan finis di posisi kedua dan meraup 20 poin,” papar Rossi.

“Lalu, kami akan tiba di Valencia dengan selisih hanya empat poin, dan Jorge selalu sangat cepat di Valencia. Jadi, tidak apa-apa hasilnya seperti ini.

“Dan juga penting (untuk finis kedua) karena bertarung dengan Jorge selalu sangat tinggi. Ketika Anda mengalahkan pembalap yang sangat kuat seperti Jorge, maka itu hebat.

“Ini musim yang baik. Saya ingin mencoba (untuk memenangi kejuaraan), tapi itu mustahil,” pungkasnya.

Artikel MotoGP berikutnya
Catatan buruk berlanjut, Iannone sangat kecewa

Artikel sebelumnya

Catatan buruk berlanjut, Iannone sangat kecewa

Next article

Menang taruhan, Bagnaia tes motor Ducati di Valencia

Menang taruhan, Bagnaia tes motor Ducati di Valencia
Muat komentar