Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Terlalu Berisiko, Marquez Tutup Pintu untuk Dakar

Marc Marquez enggan mengikuti jejak Danilo Petrucci, mencari tantangan di Reli Dakar. Alasannya, juara MotoGP enam kali  itu tak mau cedera.

Marc Marquez, Repsol Honda Team

Setahun lalu, Danilo Petrucci yang tak dapat kursi MotoGP memutuskan untuk menguji ketangguhan mental dan fisik lewat partisipasi dalam Reli Dakar, di Arab Saudi. Ini merupakan keinginan yang sudah lama terpatri di benaknya.

Hebatnya, mantan rider Ducati dan Tech3 itu mampu meraih satu kemenangan etape dalam debutnya. Ia pun mengukir sejarah sebagai pembalap MotoGP pertama yang memimpin special stage reli paling berbahaya itu.

Telah jatuh bangun, sayangnya Petrucci tak bisa menyelesaikan lomba. Meski begitu, pria Italia sudah membuka jalan bagi koleganya dari balap motor elite.

Namun, Marc Marquez menutup kemungkinan turun di Dakar. Ia melihat risikonya terlalu besar bagi mereka yang kurang pengalaman.

"Ini adalah salah satu hal yang, mungkin, di masa depan...," ujarnya pada Teledeporte, meskipun ia tidak mempertimbangkannya saat ini.

Pembalap 93 menutup pintu untuk kategori sepeda motor, mengingat risiko Dakar terlalu besar. "Saya tidak akan pernah naik motor (tertawa). Saya tahu diri saya sendiri dan saya pasti akan terluka," katanya.

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa di atas motor, saya tidak akan melakukannya, bahkan untuk menyelesaikan (balapan), karena Anda akan bersaing dan Anda membutuhkan persiapan sebelumnya, pengalaman ... Ini adalah balapan tersulit di dunia."

Baca Juga:

"Jika itu bermotor, berkendara, memacu adrenalin... Anda berada di dalamnya untuk bersenang-senang, Anda tidak bisa berbohong. Dakar adalah perlombaan yang patut dihormati, bukan sekadar 'Ayo, saya akan tampil di Dakar'.

“Ada persiapan sebelumnya, Anda harus mencoba menemukan jalan... dan ada hal-hal lain, kami adalah pesaing. Saya tidak suka kalah, hanya dengan kuda-kuda kecil, dan jika Anda pergi ke perlombaan, Anda harus melakukannya dengan baik dan melakukannya dengan baik, dan dari segi media juga akan ada tekanan."

Danilo Petrucci di Dakar 2022.

Danilo Petrucci di Dakar 2022.

Konsultasi dengan Sainz

Jika Marquez akan berkompetisi dalam balapan seperti Dakar, ia tidak merahasiakan fakta bahwa ia harus berkendara berpasangan, bukan sendirian. Sekarang secara geografis, ia dekat dengan Carlos Sainz, yang terpaksa meninggalkan edisi 2023 setelah kecelakaan di awal etape kesembilan.

Pembalap Repsol Honda ini mendapat manfaat dari nasihat pereli kawakan tentang masalah ini tetapi masih skeptis.

"Saya sudah membicarakannya beberapa kali dengan Carlos Sainz. Sekarang, saya tinggal di Madrid dan saya sering bertemu dengannya di gym. Ia mempersiapkan diri untuk Dakar seolah-olah ini adalah yang pertama baginya,” Marquez mengungkapkan.

“Saya berkali-kali bertanya kepadanya, bagaimana ia bisa begitu percaya diri pada co-driver-nya, dan ia mengatakan kepada saya bahwa navigator sangat penting baginya, bahwa ia adalah tangan kanan dan kaki kanannya. Throttle adalah co-pilot, Anda harus memercayainya. Itulah yang paling sulit bagi saya, membiasakan diri dengan arah-arah ini, terbang dan mendengarkan seseorang.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Yamaha Akan Presentasi YZR-M1 2023 di Jakarta
Artikel berikutnya Persebaran Kru Suzuki di Paddock MotoGP 2023

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia