Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
MotoGP Tes MotoGP Sepang

Tes Perdana MotoGP di Sepang, Luca Marini Mengaku Stres

Hasil tes MotoGP di Sirkuit Sepang, Sabtu (5/2/2022), rupanya kurang memuaskan bagi dua pembalap Mooney VR46 Racing Team, terutama Luca Marini.

Luca Marini, VR46 Racing Team

Adik tiri Valentino Rossi tersebut menjadi yang paling lambat dari catatan best lap, 2:2,571. Sementara, koleganya Marco Bezzecchi, sedikit lebih baik. Debutan MotoGP 2022 tersebut mendarat di posisi ke-18 usai membukukan 2 menit 0,248 detik.

Marini mengaku sangat stres dengan yang terjadi pada hari perdananya mengaspal di Sepang mengendarai Desmosedici GP 22. Ia tak bisa maksimal menggeber motor yang bermasalah.

“Motor kami bermasalah hari ini. Meski mereka berusaha memperbaiki secepat mungkin, tapi butuh beberapa jam untuk memperbaiki. Ini adalah hari yang melelahkan secara mental,” ujarnya.

“Saya berusaha menjaga fokus selama delapan jam. Hasil didapat dan dianalisis dengan para insinyur.”

Selain problem motor, pembalap 24 tahun itu juga perlu mengenal karakter Sepang di atas motor MotoGP.

“Saya butuh dua jam untuk memahami trek. Untuk pertama kali, saya turun dengan motor MotoGP di sini. Saya harus mencoba lagi, lalu dengan keyakinan, saya mencoba melewati banyak lap supaya lebih mengenali trek,” ia menandaskan.

Mengalami kemunduran pada pembuka tes, Marini menaruh harapan pada sesi Minggu. Dengan motor yang bebas masalah, ia yakin bisa bersaing.

Bagi Marini, masih terlalu dini membicarakan tentang feeling dan perbedaan motor. Pasalnya, ia hanya melakoni sedikit lap.

“Saya kira tes sebenarnya terjadi besok. Sangat penting memiliki motor yang siap tanpa masalah,” Marini menjelaskan.

Baca Juga:

“Tentu saja, pada hari pertama tes dengan motor baru, hal-hal seperti ini bisa terjadi. Tapi, kami tak menyangka dapat banyak masalah. Bagaimana pun, butuh waktu untuk mengerti. Saya kira besok kami bisa melakukan pekerjaan dengan baik.”

 “Kami mencoba memperbaiki semua dan berkendara secara normal. Kami perlu mempersiapkan elektronik, juga melakukan beberapa penyesuaian. Semua itu biasa dilakukan ketika memulai di trek baru.

“Hari ini mustahil memahami beda motor atau mendapat umpan balik. Saya harap besok akan jadi hari yang normal.”

Marco Bezzecchi, Team VR46

Marco Bezzecchi, Team VR46

Foto oleh: MotoGP

Menempel Mir

Setelah melewati tiga hari Shakedown dengan gemilang, Bezzecchi akhirnya bertemu dengan rival yang sesungguhnya saat tes. Ia mencoba mendekati para pembalap lebih senior.

“Saat Shakedown, hanya ada sedikit pembalap, sedangkan sekarang, selalu ada orang di trek. Dengan berlalunya lap, daya cengkeram meningkat secara dramatis,” ujarnya.

“Saya bertemu pembalap hebat dan luar biasa ketika mereka sangat tangguh. Saya mencoba berada di belakang Mir selama beberapa putaran tapi sangat sulit mengikuti langkahnya. Besok, saya akan mengikuti jalur ini karena feeling dengan motor sangat bagus.”

Salah satu agenda hari pertama adalah melakukan time attack dengan ban lunak. Tapi, hasilnya kurang memuaskan.

“Saya melanjutkan pekerjaan yang dilakukan beberapa hari lalu, berusaha mendapat kepercayaan diri terhadap motor dan tenaga Ducati. Saya puas karena membuat waktu lap bagus dan dari sisi pace balapan, saya merasa kompetitif” tuturnya.

“Namun, saya tahu di MotoGP tak mudah melakukan time attack dengan ban lunak.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Andrea Dovizioso: Kasus Casey Stoner Tunjukkan Sisi Lain Olahraga
Artikel berikutnya Franco Morbidelli Ibaratkan MotoGP 2022 sebagai Sarang Singa

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia