Tidak Mustahil Pedrosa dan Crutchlow Sukses di MotoGP Styria

MotoGP Styria, akhir pekan ini, akan berbeda menyusul turunnya Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow. Mampukah mereka membuat perbedaan?

Tidak Mustahil Pedrosa dan Crutchlow Sukses di MotoGP Styria

Setelah 2,5 tahun tidak turun di balapan MotoGP, Dani Pedrosa akhirnya mendapatkan kesempatan menggeber KTM RC16 pada lomba sesungguhnya pada GP Styria, Austria, Jumat sampai Minggu (6-8/8/2021) nanti.

Adalah fasilitas wildcard dari KTM yang membuat juara dunia tiga kali – 125cc (kini Moto3) 2003 dan 250cc (Moto2) 2004, 2005 – itu bisa turun di Sirkuit Red Bull Ring. Seperti diketahui, sejak 2019 atau seusai pensiun pada akhir 2018, Pedrosa dipercaya menjadi test rider KTM.

Jika Pedrosa akan turun dengan jatah wildcard dari KTM, maka Cal Crutchlow bakal berlomba di GP Styria menggantikan Franco Morbidelli yang masih dalam pemulihan cedera, untuk Petronas Yamaha SRT.

Seperti Pedrosa, Crutchlow juga langsung menjadi pembalap penguji (untuk Yamaha) setelah memutuskan mundur dari MotoGP pada akhir musim lalu.

Cal Crutchlow, Yamaha Factory Racing

Cal Crutchlow, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Apapun status dan sebutan untuk Pedrosa maupun Crutchlow – wildcard, pembalap pengganti, atau comeback – di GP Styria nanti, kiprah mereka di Red Bull Ring jelas menarik untuk dinantikan.

Tantangan bagi Pedrosa dan Crutchlow di MotoGP Styria nanti jelas tidak mudah kendati mereka berpengalaman memenangi balapan di MotoGP (Pedrosa 31, Crutchlow 3).

Namun, ada beberapa contoh pembalap yang mampu mengejutkan saat kembali turun di MotoGP sebagai pengganti maupun wild card. Dengan kapasitas dan pengalamannya, bukan tidak mungkin Pedrosa maupun Crutchlow mengikuti para pembalap ini.

Garry McCoy, Red Bull Yamaha WCM, saat turun di kategori 500cc GP Valencia 2000.

Garry McCoy, Red Bull Yamaha WCM, saat turun di kategori 500cc GP Valencia 2000.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pada Kejuaraan Dunia Balap Motor 1999, Garry McCoy tidak mendapatkan tim untuk turun. Tim Red Bull Yamaha WCM lalu memintanya menggantikan pemenang satu GP, Simon Crafar, mulai seri ketujuh dan berhasil sekali naik podium ketiga di Valencia.

Torehan itu berbuah manis bagi pembalap Australia tersebut karena ia lalu diminta turun penuh oleh Red Bull Yamaha WCM pada musim berikutnya. Hasilnya, McCoy mampu memenangi tiga balapan dan menyelesaikan musim di peringkat kelima kelas 500cc.

Troy Bayliss menggeber Ducati Desmosedici GP6 diikuti Nicky Hayden dari Repsol Honda di MotoGP Valencia 2006.

Troy Bayliss menggeber Ducati Desmosedici GP6 diikuti Nicky Hayden dari Repsol Honda di MotoGP Valencia 2006.

Foto oleh: Ducati Corse

Contoh sukses pembalap pengganti lain bisa dilihat dari torehan Troy Bayliss. Pada MotoGP Valencia 2006, seri terakhir musim tersebut, Bayliss diminta Ducati untuk menggantikan Sete Gibernau yang sedang cedera.

Bayliss sebelumnya pernah turun di MotoGP untuk Ducati pada 2003-2005 usai menjuarai Superbike pada 2001 (berikutnya pada 2006, 2008).

Di MotoGP Valencia 2006, publik mungkin hanya mengingat keberhasilan Nicky Hayden (Repsol Honda) memastikan gelar kampiun MotoGP kendati saat itu hanya finis di P3.

Namun, Bayliss yang berhasil memenangi lomba di Valencia 2006 itu sekaligus menjadi satu-satunya pembalap pengganti yang mampu memenangi balapan di era kelas MotoGP, hingga saat ini.    

Olivier Jacque, Kawasaki Racing, saat berlomba di MotoGP Cina 2005 dalam kondisi lintasan basah di Sirkuit Shanghai.

Olivier Jacque, Kawasaki Racing, saat berlomba di MotoGP Cina 2005 dalam kondisi lintasan basah di Sirkuit Shanghai.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Setahun sebelumnya, MotoGP 2005, Olivier Jacque diminta tim Kawasaki untuk menggantikan Alex Hoffman yang cedera saat berlangsungnya lomba di Shanghai, Cina.

Di luar dugaan, pembalap asal Prancis itu mampu finis P2 di belakang Valentino Rossi pada lomba dalam kondisi lintasan basah tersebut. Hasil itu menjadi posisi finis terbaik Kawasaki di MotoGP.

Mike Hailwood, Norton, saat turun di kategori 500cc GP Belanda di Sirkuit Assen pada 1961.

Mike Hailwood, Norton, saat turun di kategori 500cc GP Belanda di Sirkuit Assen pada 1961.

Foto oleh: Nationaal Archief

Contoh pembalap tersukses saat comeback bisa dilihat dari kiprah Mike Hailwood. Setelah Honda mengundurkan diri dari Kejuaraan Dunia Balap Motor pada akhir 1967, Hailwood – juara dunia sembilan kali dari empat kategori berbeda – juga pergi.

Tahun berikutnya, ia melanjutkan balap non-kejuaraan dunia di kelas 350cc dan 500cc dengan menggunakan Honda. Ia juga sempat turun di Daytona dengan BSA serta beberapa ajang balap mobil formula.

Sebelas tahun setelah mundur dari kejuaraan dunia, Hailwood kembali turun di Formula TT. Ajang yang berlangsung di trek jalan raya pegunungan Isle of Man itu berstatus World Cup di bawah Federasi Motor Internasional (FIM) antara 1977 sampai 1990.

Baca Juga:

Formula TT sendiri digelar dalam tiga kategori – Formula I, Formula II, dna Formula III – berdasarkan kapasitas dan jenis mesin (2-tak dan 4-tak).   

Pada Formula TT 1978, dalam usia 38 tahun, Hailwood yang turun di kelas Formula I berhasil memenangi lomba enam lap di atas Ducati 900SS TT.

Ia tidak hanya mencetak rekor lap tetapi juga mengalahkan pemenang Grand Prix John Williams. Adapun juara dunia tujuh kali Phil Read harus mundur karena masalah mesin.

 

 

 

 

dibagikan
komentar
Brad Binder Incar Dua Podium di Red Bull Ring
Artikel sebelumnya

Brad Binder Incar Dua Podium di Red Bull Ring

Artikel berikutnya

Pembatalan MotoGP Australia Bikin Phillip Island Rugi Besar

Pembatalan MotoGP Australia Bikin Phillip Island Rugi Besar
Muat komentar