Tiga Alternatif Keputusan Yamaha untuk Maverick Vinales

Pada Kamis (19/8/2021), para bos Yamaha asal Eropa dan Jepang mengadakan pertemuan untuk menentukan nasib Maverick Vinales di sisa musim.

Tiga Alternatif Keputusan Yamaha untuk Maverick Vinales

Yamaha melarang Maverick Vinales turun di MotoGP Austria, seri ke-11 musim ini pada 15 Agustus lalu, sebagai sanksi atas aksi pada lomba sepekan sebelumnya yang juga masih berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring.

Pada akhir lomba MotoGP Styria, Vinales disinyalir sengaja menggeber-geber mesin Yamaha YZR-M1 tanpa maksud yang jelas. Yamaha menilai aksi tersebut bisa merusak mesin.

Di sela-sela MotoGP Austria, pembalap asal Spanyol itu meminta maaf kepada Yamaha atas ulahnya. Setelah itu, pembalap yang memenangi delapan balapan, 24 podium, dan 13 pole position MotoGP bersama Yamaha sejak 2017 tersebut tidak lagi berkomentar.

Kendati begitu, Yamaha kembali melarangnya turun pada balapan ke-12, GP Inggris di Sirkuit Silverstone, 27-29 Agustus mendatang.

Seperti diketahui, sebelum insiden di MotoGP Styria, juara dunia Moto3 2013 itu sudah menyatakan akan mundur dari Yamaha pada akhir musim nanti atau setahun lebih cepat dari masa kontraknya (akhir 2022).

Pertanyaannya, dengan sudah dua kali dilarang turun, bagaimana posisi Vinales di tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP di sisa tujuh seri (termasuk Inggris) nanti?

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, sudah merebut satu kemenangan pada seri pertama musim ini, MotoGP Qatar, akhir Maret lalu.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, sudah merebut satu kemenangan pada seri pertama musim ini, MotoGP Qatar, akhir Maret lalu.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Paling tidak, ada tiga alternatif yang bisa diambil para bos Yamaha Eropa dan Jepang untuk Vinales. Pertama, melupakan problem dan mengizinkan Vinales turun kembali menghabiskan sisa musim ini.

Opsi kedua, terus melarangnya turun seraya mencari keputusan terakhir. Alternatif terakhir, segera menghapus kontrak alias memecatnya.

Pilihan pertama paling sederhana namun sepertinya Yamaha akan sulit melakukannya. Pilihan kedua jelas butuh waktu dan akan menambah problem bagi pabrikan asal Iwata, Jepang, tersebut.

Di MotoGP Austria, Fabio Quartararo turun sendiri untuk tim pabrikan. Tetapi di Inggris nanti, pembalap penguji Cal Crutchlow yang di dua seri sebelumnya menggantikan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) yang masih cedera, akan mengisi posisi Vinales.

Morbidelli, runner-up MotoGP 2020, diperkirakan baru bisa kembali antara GP Aragon (12 September) dan GP San Marino (19 September).

Baca Juga:

Jika Yamaha terus meminta Crutchlow turun menggantikan Vinales, SRT yang masih butuh poin untuk memperbaiki klasemen tim, jelas akan banyak dirugikan karena praktis hanya akan mengandalkan Valentino Rossi.

Ada kabar selentingan yang menyebut pembalap SRT di Moto2, Jake Dixon, akan diturunkan di kelas MotoGP pada balapan kandangnya. Tetapi, karena belum memiliki pengalaman sama sekali, jelas riskan bagi tim asal Malaysia itu untuk menurunkannya.

Pilihan ketiga terbilang ekstrem yang bisa membuat Vinales dalam kondisi dilema. Memang mustahil mengetahui apa yang tertulis dalam kontrak Vinales dengan Yamaha.

Namun, untuk kasus dipecat karena pelanggaran berat, bisa saja Vinales baru akan meninggalkan Yamaha pada akhir musim 2021 nanti.

Apa yang dialami Johann Zarco saat dipecat KTM di sisa enam seri MotoGP 2019 (dari total 19 balapan), namun kemudian diizinkan membalap untuk Honda di tiga race, sepertinya sulit dilakukan Yamaha untuk Maverick Vinales yang sudah resmi ke Aprilia mulai 2022.

Hasil pertemuan para bos Yamaha terkait nasib Maverick Vinales kemungkinan besar akan diumumkan ke publik pada Senin (23/8/2021) pekan depan. Atau, mungkin bisa jadi pada Jumat (20/8/2021) hari ini.

 

dibagikan
komentar
Kinerja Jorge Martin Berhasil Buat Ducati Terkesan

Artikel sebelumnya

Kinerja Jorge Martin Berhasil Buat Ducati Terkesan

Artikel berikutnya

Yamaha Resmi Pecat Maverick Vinales

Yamaha Resmi Pecat Maverick Vinales
Muat komentar