Top Speed MotoGP Tembus 360 Km/jam, Bahaya tapi Masuk Akal

Sulit mencerna fakta bahwa Johann Zarco mampu menggeber motornya dengan kecepatan 362,4 kilometer per jam di Sirkuit Losail. Sejumlah pembalap antusias, beberapa menggarisbawahi risikonya.

Top Speed MotoGP Tembus 360 Km/jam, Bahaya tapi Masuk Akal

Rekor ditorehkan Johann Zarco selama latihan bebas (FP) keempat MotoGP Qatar pada akhir pekan lalu di Sirkuit Internasional Losail. Ia membukukan top speed 362,4 km/jam, catatan tertinggi kelas premier.

Ini kali pertama MotoGP mencapai, bahkan melampaui, angka 360 km/jam. Tidak heran bila rekor kecepatan tertinggi Zarco itu menarik perhatian para pembalap. Mereka penasaran apakah angkanya masih bisa dipecahkan.

"Menembus 360 km/jam itu luar biasa. Lima atau enam tahun lalu, hal tersebut sulit dijangkau, sepertinya terlalu jauh," ujar Francesco Bagnaia, mengagumi top speed Zarco dengan motor Desmosedici GP21.

Baru pada enam tahun lalu rekor kecepatan tertinggi dibukukan di Losail oleh rider Repsol Honda, Marc Marquez, yakni mencapai 350 km/jam dengan RC213V. Sejak itu angka tersebut terus coba dipatahkan.

Akhirnya, pada musim 2015, rekor kecepatan maksimum baru tercipta, yakni 350,8 km/jam yang ditorehkan Andrea Iannone (Ducati Team) di Mugello, Italia. Pabrikan dan trek itu pun selalu menjadi referensi soal top speed.

Baca Juga:

Kecepatan tertinggi terus dipatahkan oleh Ducati. Pada 2016, Desmosedici yang juga ditunggangi Iannone melaju dengan kecepatan 354,9 km/jam. Lalu, Andrea Dovizioso mematahkannya di 2017, dengan 356,5 km/jam.

Pada MotoGP 2018, Dovizioso lagi-lagi membuat rekor top speed yang bertahan hampir dua tahun. Kecepatan tertingginya mencapai 356,7 km/jam. Musim lalu, tak ada angka baru sebab Losail dan Mugello absen dari kalender.

Seperti diketahui, acuan ini merupakan yang tercatat dalam konteks Grand Prix (GP) yang kondisinya tidak ideal untuk bisa mengejar top speed. Beberapa kali rekor di Losail dibuat selama sesi pengujian pramusim.

Pada tahun lalu, kecepatan tertinggi di Losail ketika tes adalah 355,2 km/jam oleh Jack Miller (Ducati) atau musim ini yang dibukukan Zarco, mencapai 357,6 km/jam.

Namun, selama akhir pekan pertama MotoGP di Qatar, batas kecepatan tertinggi terus dikejar. Total delapan dari 22 pembalap telah melewati angka 350 km/jam untuk kali pertama (hanya KTM yang belum mencapainya).

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, memecahkan rekor top speed di Losail dengan menembus 362,4 km/jam.

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, memecahkan rekor top speed di Losail dengan menembus 362,4 km/jam.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Losail memang memungkinkan Ducati memaksimalkan power Desmosedici. Keluar tikungan terakhir, lintasan lurus 1 km, angin yang ideal, apsi (injeksi) yang bagus dan itu semua membuat tenaga Desmosedici Zarco keluar.

"Bagi saya, ini pertama kalinya saya melebihi 350 km/jam. Saya belum pernah tembus 360 km/jam! Menurut saya, yang terpenting adalah saat melaju dari 80 ke 300 km/jam," ujar Fabio Quartararo.

"Begitu Anda sampai di sana, mencapai 330 atau 340 km/jam, (itu) namun tak membuat perbedaan. Katakanlah Anda mencapai 350 km/jam tetapi masih lebih lambat daripada yang lain. Itu gila."

"Rekor top speed (sekarang) ini di luar kebiasaan dan saya pikir kami telah melaju terlalu cepat," pembalap Tim Monster Energy Yamaha sekaligus kompatriot Zarco itu menambahkan."

Valentino Rossi sependapat dengan Quartararo bahwa pembalap MotoGP kini sudah jauh melewati batas. Bahwa mereka memacu motor dengan kecepatan yang di luar nalar. Dan menurut Rossi itu sangat berisiko.

"Soal seberapa berbahaya top speed (saat) ini, untuk saya, 330 km/jam sudah sangat berbahaya. 360 km/jam angka fantastis! Mungkin fans antusias dengan hal ini, namun yang pasti berbahaya," kata Rossi.

Rider Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, menilai melaju dengn kecepatan 330 km/jam di MotoGP sudah termasuk berbahaya baginya.

Rider Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, menilai melaju dengn kecepatan 330 km/jam di MotoGP sudah termasuk berbahaya baginya.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Kendati demikian, The Doctor, tahu bahwa benchmark yang telah ditetapkan Zarco itu masih mungkin dilewati, mengingat Barcelona dan khususnya Mugello punya top speed yang lebih tinggi dari Losail sebelum race akhir pekan lalu.

"Saya pikir kombinasi Zarco dan Ducati akan memecahkan rekor (top speed). Tenaga Ducati sangat mengesankan dan Zarco sangat piawai di trek lurus sebab postur dia kecil dan mampu memaksimalkan aerodinamika," Rossi menjelaskan.

"Mereka mampu mematahkan rekor di sini, di Qatar, maka di Mugello, seharusnya bisa melaju dengan lebih cepat lagi," tutur Rossi merujuk trek yang memiliki lintasan lurus lebih panjang dari Losail, 1,14 km berbanding 1,06 km.

Penjelasan Rossi pun diamini Bagnaia. Menurutnya Ducati sangat mungkin mencatatkan rekor kecepatan tertinggi baru di Mugello, yang akan menjadi tuan rumah MotoGP Italia, pada 30 Mei mendatang.

"Jika kami berhasil mencapai 360 km/jam di sini (Losail), sulit membayangkan bakal seperti apa (top speed) di Mugello. Saya pikir Johann (Zarco) melebar di beberapa lap arena dia tiba dengan sangat cepat (di tikungan)," ucap Bagnaia.

Menurut Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) dan Francesco Bagnaia (Ducati Team), melaju 360 km/jam dengan motor MotoGP masih aman dan normal.

Menurut Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) dan Francesco Bagnaia (Ducati Team), melaju 360 km/jam dengan motor MotoGP masih aman dan normal.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Jadi, kami tidak tahu di mana harus mengerem dengan kecepatan seperti itu. Namun, menurut saya, itu tidak lebih berbahaya sebab Anda mengendarai motor yang semuanya dalam kondisi terbaik untuk mencapai kecepatan tertinggi."

Pemenang MotoGP Qatar, Maverick Vinales juga menilai mencapai kecepatan 360 km/jam masih aman dan masuk akal untuk dilakukan. Bagaimanapun, hal tersebut tentu sudah diperkirakan oleh para teknisi di kelas premier.

"Kita akan lihat bagaimana nanti di Mugello. Tentu lebih sulit untuk mengendalikan motor, namun saya pikir semuanya sangat aman. Treknya sangat lebar dan ban bekerja dengan baik. Secara teori tidak akan ada masalah," tutur Vinales.

"Semuanya meningkat dari tahun ke tahun. Seluruh (pembalap) ingin menjadi lebih cepat. Beberapa melakukannya dengan top speed beberapa dengan passing speed. Pada akhirnya, motor dibuat makin cepat."

"Pastinya sangat mengesankan. Kami perlahan mendekati 400 km/jam! Siapa yang tahu kapan (angka) itu akan dicapai. Segala kemungkinan bisa terjadi," imbuh pembalap 25 tahun tersebut.

dibagikan
komentar
Siap Tebus Kegagalan, Nakagami Tak Sabar Hadapi MotoGP Doha

Artikel sebelumnya

Siap Tebus Kegagalan, Nakagami Tak Sabar Hadapi MotoGP Doha

Artikel berikutnya

Rossi Keluhkan Sikap Sejumlah Pembalap MotoGP

Rossi Keluhkan Sikap Sejumlah Pembalap MotoGP
Muat komentar