Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Trackhouse Prioritaskan Formasi Pembalap Saat Ini untuk MotoGP 2025

Tim Trackhouse Racing memprioritaskan pembalapnya saat ini untuk MotoGP 2025. Namun, manajer Davide Brivio tak menutup opsi menggaet rider lain di luar.

Raul Fernandez, Trackhouse Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Musim pertama tim Trackhouse di MotoGP sejauh ini masih belum banyak diketahui. Di luar penampilan memukau Raul Fernandez di Barcelona, saat ia memimpin Sprint Race untuk sementara waktu dan finis keenam di Grand Prix, tak terlihat prestasi satelit Aprilia.

Pembalap Spanyol itu, yang mengendarai motor Italia model 2023, berada di urutan ke-12 dalam kejuaraan, sebagian besar berkat penampilannya di Catalunya. Sementara Miguel Oliveira, dengan RS-GP 2024, hanya menempati posisi ke-15 dengan hasil terbaiknya adalah dua kali finis kedelapan di Jerez, pada Sabtu dan Minggu.

Sebagai tim terakhir, di depan Yamaha dan Honda, Trackhouse sedang berjuang untuk tampil menonjol. Namun, kualitas Aprilia menarik minat, membuat tim yang dikelola oleh Davide Brivio ini menjadi tujuan yang menarik bagi sejumlah rider yang saat ini tidak yakin dengan masa depan mereka.

Diwawancarai situs resmi MotoGP di sela-sela Grand Prix di Mugello baru-baru ini, pria asal Italia tersebut menyatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah bertanya kepada para pembalapnya tentang keinginan mereka, sebelum bisa menyusun formasi musim 2025.

Baca Juga:

"Hal pertama adalah berbicara dengan para pembalap kami saat ini, untuk mengetahui situasi mereka, dan kami belum memulai proses itu," jelas Davide Brivio. "Tentu saja, kami juga harus menunggu dan melihat apa yang terjadi di paddock.

“Ada banyak rumor dan semua orang berbicara, tapi hei! Sebelum melakukan hal lain, kami harus berbicara dengan Miguel dan Raul, memahami apakah mereka bahagia, apakah mereka ingin bertahan atau berubah, melakukan evaluasi bersama dan merencanakan masa depan bersama. Itu adalah hal pertama yang harus kami lakukan."

Joan Mir adalah salah satu nama yang beredar untuk bergabung dengan Trackhouse. Ketika ditanya tentang rider Spanyol yang saat ini sedang mengalami kesulitan besar di Honda, Davide Brivio tidak menampik kemungkinan tersebut.

"Pertama-tama, ada dua rider kami saat ini, yang harus kami ajak bicara.  Kemudian, jika terjadi sesuatu... siapa pun bisa menjadi pilihan!" ungkapnya.

Selain identitas pembalap yang mungkin menarik bagi Trackhouse, pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan mengikat mereka. Brivio menekankan bahwa pembalapnya saat ini dikontrak oleh Aprilia.

Kendati demikian, ia selalu berkomunikasi dengan Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, dan berbagi pandangan tentang keputusan yang pada akhirnya akan melibatkan mereka berdua.

"Kami bekerja sangat dekat dengan Aprilia dan Massimo. Pada akhirnya, tentu saja, ini adalah keputusan Trackhouse, tetapi kami ingin memutuskan bersama, kami tidak akan saling menentang satu sama lain. Kami sedang berbicara dan saya pikir kami memiliki pemikiran yang sama, jadi saya yakin kami akan menemukan solusi yang cocok untuk kedua belah pihak," ia meyakinkan.

Ketika ditanya tentang topik di Mugello, Massimo Rivola mengkonfirmasi pemahaman yang baik ini.

"Kami berbicara dengan Davide. Dia dan saya sepenuhnya sejalan. Kami juga memiliki perasaan yang sama tentang para pembalap,” ucapnya, menyerahkan keputusan kepada rekan senegaranya

"Mereka akan memilih pembalap. Saya jelas akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Mereka memiliki beberapa pembalap yang bagus saat ini. Saya rasa mereka belum menunjukkan potensi terbaiknya."

Davide Brivio memprioritaskan pembalap Trackhouse.

Davide Brivio memprioritaskan pembalap Trackhouse.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pintu tertutup untuk Joe Roberts

Poin pertama yang tampaknya disetujui oleh kedua bos Italia itu adalah tidak memasukkan Joe Roberts. Pembalap Amerika Serikat, yang sekarang berada di Moto2, pernah dianggap hampir naik pangkat, tetapi Davide Brivio menanggapi hal ini dengan hati-hati.

"Seperti yang selalu kami katakan, akan menyenangkan untuk memiliki pembalap Amerika, tapi itu harus dilakukan pada saat yang tepat," tegas mantan direktur Alpine F1, dengan sopan menunda tenggat waktu itu.

"Kami akan senang jika memiliki pembalap Amerika dan kami juga perlu melihat apa program tim kami, apa yang ingin kami capai dan apa ambisi kami. Jika semua itu sudah terpenuhi, kami akan dengan senang hati memiliki pembalap Amerika."

Massimo Rivola, di sisi lain, mengutarakan lebih langsung. "Saya rasa itu tidak akan terjadi, mengingat pasar sekarang bisa menawarkan beberapa pembalap yang sangat bagus," kata bos Noale, yang sangat menyadari peluang yang bisa diraih, baik untuk tim satelit maupun untuk tempat yang masih kosong di tim pabrikan.

Dengan pensiunnya Aleix Espargaro dan kepergian Maverick Viñales ke KTM yang sudah pasti, Aprilia harus memutuskan siapa yang akan mendampingi Jorge Martin, yang bisa jadi merupakan pembalap kedua dari kompetisi atau promosi internal. Logikanya, jalan yang diambil Noale akan berdampak pada pilihan yang dimiliki Trackhouse.

"Saya pikir Davide mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ini bukan tentang Trackhouse mengambil pembalap junior untuk berkembang bersama Aprilia Racing, dan saya setuju," imbuhnya. "Saya pikir sekarang kita harus pergi ke pasar, yang bergerak cukup cepat, dan memilih pembalap terbaik untuk keempat motor tersebut."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Lelah dengan Problem Honda, Masa Depan Nakagami Belum Pasti
Artikel berikutnya Quartararo Minta Yamaha Berinvestasi pada Tim Penguji

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia