Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Breaking news

Tugas Utama Francesco Guidotti Tingkatkan Koordinasi KTM

Francesco Guidotti menemukan motivasi baru ketika menerima tantangan dari KTM untuk menduduki jabatan sebagai manajer tim MotoGP itu. Ia mengklaim bukan Superman.

Francesco Guidotti, Team Manager Red Bull KTM Factory Racing

Pria Italia tersebut memang tak punya wawasan teknik sebaik pendahulunya, Mike Leitner. Namun, ia memiliki pendekatan secara personal yang baik dan kepemimpinan patut diacungi jempol.

Hal ini yang mendasari KTM membajaknya dari Pramac Racing, setelah Leitner gagal mempertahankan prestasi tim dalam MotoGP 2022. Beban cukup besar dipikul Guidotti karena tim sedang rapuh.

Akan tetapi, pria yang pernah menangani KTM saat berlaga di kelas 125cc dan 250cc, malah merasa tertantang. Ia ingin keluar dari zona nyaman.

Dalam peluncuran livery KTM dan Tech3, Guidotti mengungkapkan tentang tugas yang diberikan pabrikan motor Austria tersebut.

“Saya bukan Superman dan tidak akan pernah jadi Superman. Mereka meminta agar awak dalam bengkel dibuat kompak. Itu adalah grup besar. Kami punya lebih dari 40 orang. Kami harus mendukung dua pembalap semampu kami dan membantu tim Tech3 memperkenalkan dua rookie,” katanya.

“Itu adalah proyek besar dan mereka perlu seseorang untuk mengikat semua bersama. Setiap orang punya masalahnya sendiri. Di bawah tekanan, hal itu bisa berlipat ganda.

“Jadi Anda perlu seseorang yang menempatkan semua dalam kondisi santai, yang membuat semua orang merasa nyaman, punya atmosfer tepat, tetap fokus pada balapan dan sesi latihan, menjaga para pembalap fokus pada tujuannya. Itu penting dan kenapa saya ada di sini.

Baca Juga:

“Di masa lalu, sebuah tim terdiri dari dua atau tiga, mungkin empat dengan pembalap. Pastinya lebih mudah menggabungkan semua bersama. Sekarang, kami lebih banyak 10 kali.

“Kami perlu seseorang untuk mengelola masalah ini. Tidak hanya dari sisi kemanusiaan, tapi juga pada sisi olahraga balapan.”

Guidotti tidak akan mengubah banyak ritme tim. Ia hanya memperbaiki bagian yang kurang berfungsi dan menambahkan pengetahuan yang didapat di Pramac.

“Ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan dengan lebih baik. Ada beberapa hal yang diselesaikan dengan lebih baik, tapi hanya dengan organisasi lebih kecil lagi. Ada banyak orang pada posisi tepat. Sekarang, kami semua harus pergi ke arah sama,” ucapnya.

“Prioritas mendapatkan yang terbaik dari dua pembalap pabrikan. Tapi, itu tidak berarti bahwa saya bisa mengabaikan yang lainnya. Tentu saja, ketika Anda harus melakukan banyak hal, Anda harus menetapkan prioritas.

“Saya tidak bisa membawa keahlian teknis apa pun, tapi lebih pada pengalaman pribadi dan mencoba mengambil langkah yang belum diambil KTM.

“Tidak tepat mengatakan ada yang hilang, karena dalam lima tahun, mereka membuat langkah besar dan secara historis, tak ada yang pernah melakukannya. Saya hanya menjalankan tugas, mendukung proyek ini dengan pengalaman dan kita akan lihat apa yang terjadi.”

Brad Binder, Red Bull KTM Factory Racing,  Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Brad Binder, Red Bull KTM Factory Racing, Miguel Oliveira, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: KTM Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Tech3 Targetkan Rookie of the Year MotoGP 2022
Artikel berikutnya Alpinestars Gandeng Andrea Dovizioso Kembangkan Helm

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia