Usai Comeback, Dani Pedrosa Makin Respek kepada Valentino Rossi

Dani Pedrosa menyadari level Valentino Rossi sebagai pembalap masih tinggi ketika dirinya comeback ke MotoGP di Red Bull Ring. Kendati lebih muda dari The Doctor, ia mengaku kesulitan bersaing dengan rider-rider di grid saat ini.

Usai Comeback, Dani Pedrosa Makin Respek kepada Valentino Rossi

Pada usia 42 tahun, Valentino Rossi menghadapi banyak pembalap MotoGP 2021 yang bahkan belum lahir ketika ia melakukan debut di Kejuaraan Dunia Balap Motor pada 1996 silam.

Juara dunia tujuh kali kelas premier itu memutuskan akan pensiun pada akhir musim yang sulit untuknya. Kini The Doctor tak lagi menargetkan podium. Tujuannya bisa tembus 10 besar, yang itu pun tidak mudah diraih.

Kendatipun level performa Rossi sudah jauh dari apa yang biasa diperlihatkannya di masa lalu dan kemenangan terakhir diraih empat tahun lalu, ia tetap membuat Dani Pedrosa terkesan.

The Little Samurai, yang pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2018 dan tujuh tahun lebih muda dari The Doctor, mendapatkan perspektif baru tentang Rossi saat kembali balapan secara kompetitif dalam Grand Prix (GP) Styria di Red Bull Ring.

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Dani Pedrosa, Red Bull KTM Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pedrosa menyadari kehebatan pemilik nomor #46 tersebut di medan balap yang berkembang sangat cepat plus mayoritas rival berusia di bawah 30 tahun. Setelah merasakan persaingan musim ini secara langsung, ia makin respek dengan Rossi.

"Saya tidak setua dia (Rossi), saya masih 35 tahun, tetapi saya tahu betapa sulitnya balapan melawan para rider muda ketika Anda sudah melewati usia emas," ujar The Little Samurai.

"Ketika Anda masih muda dan seseorang memberi tahu, Anda hanya berkata 'Ya, ya', tetapi Anda tidak berpikir perbedaannya sebesar itu. Saat mengalaminya sendiri, Anda akan menyadarinya (level MotoGP) sangat berbeda."

Comeback singkat Dani Pedrosa ke kompetisi sebagai wildcard KTM, yang juga akan kembali lagi dilakoninya di GP San Marino, memberinya pemahaman lebih baik soal kesulitan yang dihadapi Rossi selama beberapa musim terakhir.

"Saya lebih respek dengan apa yang dilakukannya di periode akhir, bahkan jika hasilnya tidak sama seperti sebelumnya. Saya menghargai setiap usahanya karena selalu lebih sulit bersaing seiring bertambahnya usia," tutur Pedrosa.

Valentino Rossi, saat masih memperkuat Yamaha Factory Racing, berbincang dengan Dani Pedrosa, ketika membela Repsol Honda Team

Valentino Rossi, saat masih memperkuat Yamaha Factory Racing, berbincang dengan Dani Pedrosa, ketika membela Repsol Honda Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Menurut test rider KTM tersebut, menerima fakta menurunnya performa dan legawa untuk pensiun sangat sulit bagi pembalap. Pedrosa kembali di akhir pekan yang sama saat Rossi mengumumkan pengunduran dirinya dari MotoGP.

"Percayalah, sungguh menyedihkan harus menghadapi sesuatu yang tidak pernah ingin Anda alami, terutama ketika Anda sudah berada di level tinggi untuk waktu yang lama, baginya dan saya," Pedrosa mengungkapkan.

"Momen tersebut adalah hari yang menyedihkan, tetapi tidak ada yang bisa Anda lakukan. Cepat atau lambat itu akan terjadi pada semua orang. Kasus Rossi istimewa karena terlalu banyak kenangan tentangnya.

"Secara pribadi, saya cuma bisa memberikan rasa hormat setinggi-tingginya karena dia berada di sini jauh sebelum saya. Dia mendorong saya bisa mencapai level tertinggi.

"Kami berjuang dan bersaing selama bertahun-tahun. Lalu saya pensiun dan tetap mengikuti apa yang dia lakukan. Saya berharap yang terbaik untuknya setelah dia pensiun," kata The Little Samurai lagi.

Baca Juga:

 

dibagikan
komentar
Francesco Bagnaia: Rossi Tak Beri Tips untuk Bisa Menang

Artikel sebelumnya

Francesco Bagnaia: Rossi Tak Beri Tips untuk Bisa Menang

Artikel berikutnya

Takeo Yokoyama: Motor Honda Bermasalah dan Tertinggal dari Tim Lain

Takeo Yokoyama: Motor Honda Bermasalah dan Tertinggal dari Tim Lain
Muat komentar