Usai finis P9, Lorenzo lebih nyaman kendarai Ducati

Jorge Lorenzo tak mempersoalkan hasil finis kesembilan yang diraih di MotoGP Amerika. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan saat mengendarai Desmosedici GP17.

Setelah finis ke-11 pada debutnya sebagai pembalap Ducati di seri pembuka Qatar, dan kegagalan finis di Argentina, Lorenzo mulai menunjukkan kemajuan berarti di Circuit of The Americas (COTA), Austin.

Walau terlempar ke Q1, untuk ketiga kalinya, tapi ia mampu merebut tiket Q2 bersama Jack Miller. Performanya di fase kedua kualifikasi pun tak buruk, posisi start keenam berhasil diraihnya, mengungguli rekan satu tim Andrea Dovizioso. 

Selepas start, Lorenzo naik ke posisi kelima. Ia sempat menyalip Maverick Vinales untuk posisi keempat, meski kemudian pembalap Yamaha itu membalasnya, juga diikuti Johann Zarco yang membuatnya kembali ke posisi keenam.

Sepanjang balapan, Lorenzo tampak berupaya keras mempertahankan posisinya. Akan tetapi, ia akhirnya harus puas finis kesembilan, setelah kehilangan posisi dari tiga pembalap: Dovizioso, Andrea Iannone dan Danilo Petrucci.

“Ya. Tentu saja jauh lebih nyaman daripada Qatar. Posisi saya di atas motor jauh lebih alami dan bahkan sedikit lebih baik dibandingkan Argentina,” tandas Lorenzo kepada media.

“Yang paling penting merasa nyaman di atas motor dan untuk merasa alami. Juga untuk mampu menekan, serta masuk ke tikungan dengan kepercayaan diri dan positif. Balapan ini tidak sempurna, tapi kami melakukannya. Saya tetap di belakang Andrea, yang tahu betul tentang motor.

“Saya tidak tahu bagaimana, tapi saya mampu bertahan ketika masih punya grip (cengkeram) ban depan, di salah satu trek yang bukan favorit saya. Kami akan melakukan langkah kemajuan lainnya.”

Lima kali juara dunia itu lalu mengungkapkan, bahwa ia merasa ada yang hilang dari Ducati ketika melibas trek Austin. Dengan banyaknya akselerasi, Lorenzo mengaku tak mendapatkan kekuatan di bagian depan motor. Dan itu diakuinya karena Desmosedici GP17 tak lagi menggunakan winglet.

“Kami harus melupakannya dan bekerja memperbaiki motor tanpa winglet. Poin bagusnya, yaitu menikung, sedikit agresivitas pada mesin dan titik kuat sama, akselerasi dan tenaga di trek lurus,” ucapnya.

Antisipasi kesulitan balapan Eropa

Menghadapi seri keempat di Jerez, Spanyol pada 7 Mei mendatang, Lorenzo tak menampik trek ini adalah yang terburuk bagi Ducati. Namun, ia tetap optimistis dapat melewati tantangan, begitu pula ketika balapan di sirkuit Eropa lainnya.

“Jerez adalah trek favorit saya, sayangnya tidak bagi Ducati. Tapi kami bisa mengimbanginya dengan gaya balap saya,” tutur pembalap berusia 29 tahun itu.

“Dan ya, Jerez akan sulit karena itu salah satu trek terburuk bagi Ducati secara sejarah. Tapi di MotoGP, Anda tidak pernah tahu. Kemajuan kami sangat cepat. Le Mans juga salah satu sirkuit favorit saya.

“Bagi Ducati itu bagus. Saya sendiri juga dapat balapan dengan pikiran bebas, dan saya tidak terlalu peduli.”

Laporan tambahan oleh Oriol Puigdemont

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Amerika
Trek Circuit of the Americas
Pembalap Jorge Lorenzo
Tim Ducati Team
Tipe artikel Breaking news