Loncat ke konten utama

Martin: Saya bahkan Tak Bisa Angkat Botol Air Minum

Jorge Martin memberikan kabar terbaru tentang kondisinya sambil secara langsung mengamati tes MotoGP di Sepang.

Jorge Martin, Aprilia Racing Team

Pembalap Aprilia MotoGP, Jorge Martin, menjelaskan mengapa butuh operasi tambahan selama masa istirahat musim dingin. Ia merasa begitu lemah hingga tidak mampu mengangkat botol air.

Martin tampaknya telah melupakan musim 2025 yang penuh cedera saat ia kembali beraksi di balapan penutup musim di Valencia pada November lalu. Hal ini memberinya kesempatan untuk mengevaluasi kondisinya selama akhir pekan balapan penuh, sekaligus mendapatkan pengalaman awal dengan prototipe Aprilia 2026 di tes pasca-balapan di Valencia.

Namun, ternyata masalah sang pembalap Spanyol tidak berakhir dengan berakhirnya musim, dan efek sisa dari cedera sebelumnya memaksanya untuk menjalani operasi lagi. Satu prosedur memperbaiki tulang yang patah di tangan kirinya pada Februari tahun lalu, sementara operasi terpisah dilakukan pada tulang selangka yang masih belum sembuh sepenuhnya akibat kecelakaan di Motegi.

Juara MotoGP 2024 ini absen dalam uji coba Sepang pekan ini untuk menyelesaikan pemulihannya, sebuah pukulan besar bagi harapannya untuk memulai musim 2026 dengan baik.

Meskipun demikian, Martin bepergian ke Malaysia untuk mengikuti tes di pinggir lintasan dan berbicara tentang perjuangan fisik terbarunya.

“Saya merasa jauh lebih baik sekarang daripada saat di Valencia. Ini adalah tanda yang baik,” katanya. “Setelah balapan di Valencia, saya merasa cukup baik.

“Saya pikir saya sudah pulih, tapi dua minggu setelah seri di Valencia, saya bahkan tidak bisa mengangkat botol air. Saya mulai merasakan banyak nyeri di tangan atau tulang selangka selama tinggal di rumah.

“Jadi, saya menyadari bahwa saya harus menjalani pemeriksaan ulang cedera saya. Saya harus menjalani operasi lagi. Beberapa tulang masih belum sembuh. Saya menjalani operasi secepat mungkin.

“Ada beberapa hari keraguan setelah semua yang saya alami. Melakukan dua operasi lagi sangat berat, tapi saya memutuskan itu yang terbaik untuk masa depan saya, dan akhirnya bisa mencapai 100 persen karena saya pikir selama 2025 saya belum pernah mencapai 100 persen sepanjang musim. 

“Sayang sekali, tapi akhirnya saya menutup babak itu, dan sekarang saya sudah dalam perjalanan untuk akhirnya mencapai 100 persen.”

Jorge Martin, Aprilia Racing

Jorge Martin, Aprilia Racing

Foto oleh: Gold and Goose Photography / LAT Images / via Getty Images

Setelah menjalani transplantasi tulang selama operasi keduanya, Martin mengatakan tulang selangka nya kini terasa normal kembali, meskipun ia masih memiliki beberapa kekhawatiran tentang pergelangan tangannya seiring proses pemulihan berlanjut.

“Dengan tulang belikat, saya merasa fantastis, kekuatan sudah mulai pulih, jadi saya merasa baik,” ujarnya. “Pemulihan kini jauh lebih normal. Mereka mengambil tulang dari pinggul saya untuk tulang belikat, dan semuanya terlihat baik.

“Tangan saya sekarang sudah pulih sepenuhnya, 100 persen. Masalahnya, saya masih perlu menambah sedikit kekuatan dan mobilitas. Tapi ya, saya pikir saya akan pulih sepenuhnya segera, jadi saya tenang soal itu.”

Martin berharap bisa pulih sepenuhnya tepat waktu untuk tes Buriram pada 21-22 Februari. Musim akan dimulai dengan Grand Prix Thailand di lokasi yang sama seminggu kemudian pada 1 Maret.

“Tujuannya adalah untuk hadir di tes Buriram. Kami sedikit di ambang batas untuk hadir di sini (tes di Sepang), tapi akhirnya dokter mengatakan lebih baik menunggu. 

“Saya akan menjalani pemeriksaan lagi pada Senin dan jika semuanya baik-baik saja, maka saya akan mulai mengendarai lebih banyak motor di Spanyol sebelum berangkat ke tes Tailan.

“Jadi uji coba Tailan adalah targetnya, untuk mendapatkan umpan balik dengan Aprilia baru, karena jika tidak, kami akan sedikit mengulang musim tahun lalu.”

Pada 2025, Martin mengalami kecelakaan parah pada hari pertama tes Sepang yang memaksanya absen dari sisa tes pra-musim. Hal itu terbukti menjadi awal dari beberapa cedera dalam musim yang brutal, di mana ia hanya finis di empat balapan grand prix.

Baca Juga:
Artikel sebelumnya Fabio Quartararo Pulang karena Patah Jari Tengah Tangan Kanan
Artikel berikutnya Razgatlioglu: Tak Mudah Ubah Gaya Berkendara, tapi Harus Dilakukan

Top Comments

Berita terbaru