Vinales di mata Lorenzo dan pujian kepada Rossi

dibagikan
komentar
Vinales di mata Lorenzo dan pujian kepada Rossi
Oriol Puigdemont
Oleh: Oriol Puigdemont
6 Apr 2017 04.27

Jorge Lorenzo mengatakan sosok pembalap anyar Yamaha, Maverick Vinales, mengingatkan pada dirinya sendiri. Ia juga melontarkan pujian untuk mantan rekan setim Valentino Rossi.

Maverick Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Race winner Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Podium: race winner Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing, third place Valentino Rossi, Yamaha Fac
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing; Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing; Maverick Viñales, Yamaha Factory Racing
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team

Yamaha resmi menggaet Vinales dari Suzuki untuk menggantikan Lorenzo – yang telah membela pabrikan Jepang sejak debut di MotoGP pada 2008.

Debut Vinales berjalan mulus. Ia berhasil meraih kemenangan di seri pembuka Qatar, usai mendominasi tes pramusim dan start dari pole position.

Jika Vinales debut di MotoGP bersama Suzuki, sebaliknya Lorenzo datang ke kelas premier sebagai rookie, menyusul dua gelar juara 250cc. Ia membuka musim dengan tiga pole position dan lalu memenangi balapan di Estoril.

Lorenzo mengatakan, bahwa melihat sikap Vinales tahun ini mengingatkan pada hari-hari awalnya di MotoGP.

“Entah bagaimana, determinasi Vinales mengingatkan pada diri saya sendiri. Seperti yang saya lakukan pada saat itu, dia itdak percaya pada mitos,” tukas Lorenzo kepada Motorsport.com.

“Dulu saya merasakan kekuatan yang sama dan determinasi segar yang dia tunjukkan sekarang; keyakinan tentang mampu menang.”

Sejauh ini, Vinales mengungguli performa rekan setim Valentino Rossi di Yamaha.

Tugas Rossi tak mudah

Lorenzo juga mengatakan kehadrian Vinales di tim bisa memunculkan tantangan bagi Rossi, yang kini merupakan pembalap tertua di grid dengan usai 38 tahun.

“Tidak mudah bagi Valentino untuk tetap balapan di MotoGP pada usianya. Pembalap tertua kedua mungkin 32 tahun, dan dia 38 tahun,” ucap Lorenzo.

“Saya rasa ketika Anda berusia 38 tahun maka menjadi lebih sulit daripada sebelumnya; itu sesuatu yang disadari Rossi sendiri. Anda tidak banyak melihat pembalap berusia 38 tahun secepat Rossi.

“Itu bukan sesuatu yang mudah dan dan bahkan ketika Anda memiliki rekan setim luar biasa dan kuat seperti Maverick.”

Setelah kesulitan selama tes pramusim dan sesi Free Practice, Rossi membuat gebrakan untuk kemudian berhasil merebut podium ketiga di Qatar.

Lorenzo pun menduga mantan rekan setimnya itu mendapat keuntungan dari kondisi cuaca tak menentu, ketika hujan menunda start balapan dan membuat trek basah.

“Valentino balapan di Qatar dengan feeling yang sangat berdeterminasi untuk memaksimalkan kondisi yang begitu sulit, sesuatu yang dia kelola lebih baik daripada pembalap lainnya, mungkin yang terbaik,” puji Lorenzo.

Artikel MotoGP berikutnya
Rossi: Yamaha lebih senang saya kendarai YZR-M1 2017

Artikel sebelumnya

Rossi: Yamaha lebih senang saya kendarai YZR-M1 2017

Next article

Wawancara: Jonas Folger, sensasi rookie Yamaha Tech 3

Wawancara: Jonas Folger, sensasi rookie Yamaha Tech 3
Load comments