Vinales: Dua kemenangan beruntun itu luar biasa

Maverick Vinales menyambut penuh suka cita atas keberhasilannya dalam meraih dua kemenangan beruntun. Kegagalan finis di MotoGP Argentina 2016 itupun akhirnya terbayar lunas.

Start dari posisi keenam, Vinales naik ke posisi ketiga pada lap pembuka, di belakang Marc Marquez dan Cal Crutchlow. Dua lap berikutnya, Vinales menyalip Crutchlow untuk posisi kedua. Dan pada Lap 4, menyusul kecelakaan yang dialami Marquez, ia memimpin di depan.

Pembalap Yamaha itu begitu mendominasi jalannya balapan. Race pace Vinales bahkan konsisten – pada kisaran 1 menit 39 detik dan 1 menit 40 detik. Laju kencangnya yang tak dapat dibendung Valentino Rossi dan Crutchlow, membuat Vinales melenggang mulus finis lebih dulu. 

“Balapn yang sulit, karena saya start dari posisi keenam. Start saya tidak begitu buruk. Saya menemukan cara untuk menyalip beberapa pembalap secepat yang saya bisa. Akhirnya, saya di belakang Cal. Sangat sulit untuk menyalip dia, karena Cal sangat bagus saat mengerem,” tutur Vinales dalam konferensi pers usai balapan. 

“Setelah menyalip Cal, saya pikir harus mengejar Marc karena dia sangat cepat. Saya menekan 100 persen dan membuat kecepatan sendiri. Saya membuat kecepatan yang sama seperti saat warm-up, tapi Cal masih di belakang saya.

“Saya senang. Rasanya seperti bermimpi, begitu luar biasa. Saya harus berterima kasih kepada tim, mereka melakukan pekerjaan bagus. Ini bukan hanya kemenangan saya, tapi juga tim karena dalam dua balapan pertama ini kami kuat sejak lap pertama. Dan itu sangat penting.

“Untuk balapan berikutnya, kami harus melanjutkan seperti ini. Tim sangat termotivasi, dan saya juga demikian. Yamaha telah melakukan performa yang hebat sekarang. Balap demi balap, saya merasa lebih kuat. Saya senang dan puas. Dua kemenangan beruntun itu luar biasa.”

Membayar kegagalan 2016

Pencapaian Vinales memang mengesankan. Selain meraih dua kemenangan beruntun, pembalap Spanyol itu juga membayar lunas atas kegagalan finis di Termas de Rio Hondo pada musim lalu.

Saat itu, Vinales naik ke posisi ketiga dan tampak akan bertarung dengan Rossi untuk memperebutkan posisi finis di podium. Namun – mengendarai Susuki GSX-RR – ia terjatuh dari pada tiga lap terakhir.

“Jika ada seseorang yang mengatakan saya akan menang di Argentina, saya akan katakan itu hampir mustahil. Saya selalu mengalami nasib buruk di sini. Dari tiga balapan, saya kecelakaan dua kali,” tukasnya. 

“Tapi kami berada dalam momen yang baik sekarang. Feeling dan motor saya juga bagus. Saya bisa memberikan 100 persen. Dan ketika saya mengendarai motor seperti yang saya inginkan, saya bisa melakukan ritme yang baik.

“Dua kemenangan beruntun dalam musim pertama saya bersama Yamaha itu luar biasa. Tim tahu apa yang harus dilakukan sebelum balapan, dan bagaimana mempersiapkan saya untuk balapan. Itu cara yang baik untuk mengawali musim.

“Kami harus terus berada di jalan yang benar. Kami juga harus menjaga motivasi dan masih bekerja sangat keras. Kami tahu, bahwa kami memiliki motor yang bagus, tapi kami bisa meningkatkannya.”

Kemenangan di Argentina membawa Vinales menyamai pencapaian Kenny Roberts Jr., (Suzuki) yang meraih kemenangan pada dua balapan pertama bersama tim anyar. Ia juga menjadi pembalap Yamaha pertama, sejak Wayne Rainey pada 1990, yang merebut dua kemenangan beruntun di awal musim.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Event GP Argentina
Trek Autodromo Termas de Rio Hondo
Pembalap Maverick Viñales
Tim Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Breaking news