Vinales Pembalap Paling Tenang di Trek

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, dinobatkan sebagai rider paling tenang di trek berdasarkan denyut jantung.

Vinales Pembalap Paling Tenang di Trek

MotoGP terus berimprovisasi untuk memberikan tontonan menarik bagi para penggemar yang menyaksikan melalui televisi.

Bukan hanya membuat regulasi agar balapan semakin ketat karena setiap tim memiliki setelan dasar motor yang sama.

Dalam dua tahun terakhir, MotoGP memperlihatkan denyut jantung para pembalap saat berada di trek, pada setiap sesi.

Itu akan membuat para penonton mengetahui seberapa tertekannya para pembalap saat mengendarai motor mereka.

Rekan setim Vinales, Fabio Quartararo, menunjukkan 175 detak per menit terlihat pada Grand Prix Italia di Mugello.

Bahkan, pria asal Prancis itu terkejut karena dirinya merasa sangat tenang saat berada di trek dalam menggeber Yamaha YZR-M1.

“Benarkah, 175? Itu sangat tinggi. Itu mungkin terjadi saat mencatatkan lap di kualifikasi. Tapi, Mugello merupakan salah satu trek yang paling sulit di kalender balap,” kata Quartararo seperti dilansir Speedweek.

“Di Portimao, saya berkendara di sepanjang balapan dengan detak jantung sekitar 170 per detik, yang mana sangat normal untuk trek semacam itu.”

Baca Juga:

Melihat rekan setimnya, Vinales, yang selalu menunjukkan detak jantung rendah di setiap balapan, Quartararo merasa pembalap asal Spanyol itu bukan manusia.

Pasalnya, Vinales selalu menunjukkan angka sekitar 120 detak per menit di setiap balapan, bahkan saat sedang dalam pertarungan perebutan posisi.

“Maverick seperti seekor ikan dengan detak jantung yang sangat lambat ketika balapan,” ujarnya.

Sedangkan pembalap veteran, Valentino Rossi, baru memasang monitor detak jantung untuk pertama kalinya di GP Catalunya. Hasil yang ditunjukkan, memenuhi harapan pria asal Italia itu.

“Ketika saya melihatnya, angkanya ada di sekitar 150 dan 160 detak per menit, yang mana tak terlalu buruk. Kami juga biasanya berlatih di sekitaran angka ini,” ucap pria 42 tahun itu.

“Namun, dalam beberapa tahun terakhir, detak jantung pada setiap atlet menunjukkan angka yang bervariasi.

“Seseorang dalam berada dalam kondisi pria dan mencapai hingga 180 detak per menit. Tetapi, bukan berarti seseorang dengan detak jantung lebih rendah tak berusaha keras.”

Pembalap Ducati, Jack Miller, kerap terlihat memiliki ukuran detak jantung paling tinggi di setiap sesi. Itu menunjukkan dirinya berada dalam tekanan besar untuk mencetak hasil maksimal bagi timnya.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Jorge Martin Ingin Tampil seperti di Qatar pada Paruh Kedua MotoGP 2021

Artikel sebelumnya

Jorge Martin Ingin Tampil seperti di Qatar pada Paruh Kedua MotoGP 2021

Artikel berikutnya

Insiden Fatal Bukan Disebabkan Pembalap Kurang Pengalaman

Insiden Fatal Bukan Disebabkan Pembalap Kurang Pengalaman
Muat komentar