Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Maverick Vinales Kesal Dituding Punya Masalah Kesehatan Mental

Pembalap Aprilia Racing Maverick Vinales mengatakan tanggapan tentang masalah kesehatan mentalnya di MotoGP sudah terlalu jauh dan merasa dirinya dalam keadaan baik.

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Vinales memiliki karier yang tidak konsisten sejak beralih ke Yamaha dari Suzuki pada 2017 lalu, yang membuatnya sangat sulit menerima keadaan.

Meski berhasil meraih delapan kemenangan bersama Yamaha antara 2017 dan 2021, itu tak pernah membuat pembalap asal Spanyol tersebut sedikit pun mendekati gelar juara dunia MotoGP. Hasil terbaiknya di klasemen akhir hanyalah P3 pada 2017 dan 2019.

Janji yang diberikan oleh Yamaha untuk membantunya menggapai tujuan meraih titel tak pernah terwujud yang membuat hubungan keduanya pecah pada tahun lalu.

Diyakini bahwa Maverick Vinales harus membenahi mentalnya. Bersama Aprilia, ia akhirnya ingin menemui psikologi, yang sebelumnya menolak hal tersebut.

Namun, menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia, Vinales memberikan penjelasan mengapa dirinya tak pernah mempercayai komentar tentang kesehatan mentalnya.

“Yah, itu adalah masalah yang sedang terjadi, terutama dengan beberapa orang sepanjang waktu mendorong tentang sisi mental saya,” kata Vinales.

“Saya dapat mengatakan kesehatan mental saya fantastis, saya tidak bisa membayangkan kehidupan yang lebih baik daripada yang saya miliki saat ini. Jadi, kesehatan mental saya luar biasa.

“Saya berkonsentrasi. Tapi terkadang saya berharap berada di posisi ketika tahun-tahun sebelumnya saya tidak bisa karena berbagai alasan.

“Jadi wajar, jika seorang atlet marah ketika dia mencoba yang terbaik tetapi hasilnya tidak datang,” tutur pembalap berusia 27 tahun tersebut.

Baca Juga:

Prinsipal Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Lin Jarvis mengatakan bahwa Maverick Vinales harus bertarung melawan musuh dalam dirinya sendiri. Itu dikatakan setelah emosi yang diluapkan pembalap 27 tahun itu di GP Austria tahun lalu.

Namun, Vinales menganggap hal tersebut wajar dilakukan seorang atlet yang berada dalam level kompetisi yang sangat tinggi

“Anda tidak bisa berpura-pura sebagai robot, karena kami memiliki perasaan. Kami semua memiliki masalah di rumah, kami semua memiliki hal yang berbeda,” ujar juara dunia Moto3 2013 itu.

“Tetapi bukan untuk itu Anda harus memaksakan diri dan mengatakan Anda memiliki masalah mental. Itu tidak benar, kesehatan mental saya luar biasa. Saya sangat baik.

“Jika buruk, saya tidak akan mengendarai motor MotoGP. Tapi itu terlalu berlebihan, terlalu jauh, karena mereka (media) selalu mengatakan masalah saya adalah sisi mental.

“Saya tidak percaya itu, saya tahu di mana masalahnya. Saya harus berkembang, saya harus lebih baik setiap hari, jadi saya bekerja dengan psikolog mental.

“Saya juga bekerja dengan fisioterapis, saya bekerja dengan pelatih, saya terus bekerja dengan teknisi saya, saya bekerja dengan mekanik saya. Anda harus bekerja setiap hari, jadi saya melakoni permainan ini hari demi hari.”

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team

Maverick Vinales, Aprilia Racing Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Maverick Vinales menegaskan tekanan dari banyak orang yang mengharapkan kemenangan darinya tak menjadi beban. Menurutnya, itu merupakan hal positif karena kemampuannya masih dipercayai.

“Nilai Anda adalah balapan terakhir, jadi Anda harus bekerja sangat keras. Tekanan sangat sulit untuk ditangani, jujur, dan saya dapat melihat semua orang mengharapkan kemenangan dari saya,” ucapnya.

“Di satu sisi itu sangat bagus karena saya tahu orang-orang percaya pada saya dan mereka berharap saya menang. Tapi di sisi lain, jika Anda tidak melakukannya, sulit untuk ditangani.

“Tapi itu bagus, itu adalah satu tekanan yang selalu membuat saya sedikit lebih menekan.

“Saya sedang dalam perjalanan untuk menjadi Maverick terbaik selangkah demi selangkah. Saya tidak terburu-buru. Terkadang rumit karena itu membuat Anda berada di posisi terdepan, tetapi menyenangkan ketika orang mengharapkan Anda menang.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Celestino Vietti: Sirkuit Mandalika Bagus, Menyenangkan dan Cepat
Artikel berikutnya Nasihat Marc Marquez untuk Pembalap Binaan Astra Honda

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia